Berita

Fakta di Balik Meninggalnya Dua Pendaki di Puncak Carstensz

Dua pendaki wanita, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, meninggal dunia saat mendaki Puncak Jaya, Papua, atau yang dikenal sebagai Piramida Carstensz. Keduanya diduga mengalami hipotermia dalam perjalanan turun dari puncak. Sementara itu, 13 pendaki lainnya, termasuk penyanyi Fiersa Besari, berhasil selamat. Berikut sejumlah fakta terkait insiden ini: Dua Pendaki Wanita Meninggal Dunia Kabar meninggalnya […]

Oleh Achmad Aristyan

Fakta di Balik Meninggalnya Dua Pendaki di Puncak Carstensz
Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono. Foto: X/@andreasharsono
Diterbitkan

Dua pendaki wanita, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, meninggal dunia saat mendaki Puncak Jaya, Papua, atau yang dikenal sebagai Piramida Carstensz.

Keduanya diduga mengalami hipotermia dalam perjalanan turun dari puncak. Sementara itu, 13 pendaki lainnya, termasuk penyanyi Fiersa Besari, berhasil selamat. Berikut sejumlah fakta terkait insiden ini:

Dua Pendaki Wanita Meninggal Dunia

Kabar meninggalnya Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono dikonfirmasi PT Tropis Cartenz Jaya selaku operator pendakian.

Dalam unggahan di akun Instagram resminya, operator itu menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini.

“PT Tropis Cartenz Jaya, selaku operator, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Saudari Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono pada 1 Maret 2025 dalam perjalanan turun dari Puncak Carstensz Pyramid menuju Base Camp Lembah Kuning,” demikian pernyataan mereka pada Minggu (2/3).

Keduanya diketahui merupakan klien dari operator Indonesian Expeditions dan telah berhasil mencapai puncak setinggi 4.884 meter di atas permukaan laut (MDPL) pada 28 Februari 2025.

Baca Juga: Basecamp Gunung Kembang via Lengkong Ditutup Sementara

13 Pendaki Selamat, Termasuk Fiersa Besari

Dalam rombongan pendakian ini, terdapat 13 orang yang dinyatakan selamat. Kepala Kantor SAR Mimika, I Wayan Suyatna, mengonfirmasi bahwa mereka dalam keadaan baik.

“Sementara (pendaki lain) dalam keadaan baik,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (2/3) dilansir dari news.detik.com.

Di antara para pendaki yang selamat, terdapat penyanyi Fiersa Besari. Selain itu, tiga warga negara asing (WNA) juga turut dalam rombongan itu.

Fiersa Besari ikut serta dalam pendakian ke Piramida Carstensz. Foto: YouTube/Fiersa Besari

Evakuasi Dihentikan Sementara Akibat Cuaca Buruk

Proses evakuasi terhadap korban meninggal maupun pendaki lainnya saat ini terpaksa dihentikan sementara karena cuaca yang tidak mendukung.

“Dihentikan sementara dikarenakan cuaca yang tidak mendukung,” ungkap Wayan Suyatna.

Menurutnya, proses evakuasi akan dilanjutkan pada hari berikutnya jika kondisi memungkinkan.

Baca Juga: Diskusi Publik Gunung Padang, Akankah Kembali Diteliti?

Penyebab Kematian: Hipotermia dan Acute Mountain Sickness (AMS)

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo, mengungkapkan bahwa dugaan sementara penyebab kematian kedua pendaki adalah hipotermia.

Selain itu, mereka juga mengalami Acute Mountain Sickness (AMS), yaitu kondisi yang terjadi akibat berada di ketinggian tertentu tanpa adaptasi yang memadai.

“Iya benar (dugaan sementara karena hipotermia),” kata Benny saat dikonfirmasi, Minggu (2/3) dilansir dari news.detik.com.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, rombongan pendaki berangkat dari Bandara Timika menuju Yellow Valley dengan helikopter pada Rabu (26/2) pukul 07.00-09.50 WIT.

Pada Jumat (28/2), dua pendaki dari rombongan mengalami gejala AMS saat mendekati puncak.

Pendaki lain, Octries Ruslan dan Abdullah, yang lebih dulu turun, menyampaikan bahwa dua orang, yakni Indira dan Saroni, mengalami gejala AMS di area bawah puncak.

Salah satu pendaki bernama Nurhuda tiba di basecamp sendirian dalam kondisi hipotermia dan langsung meminta bantuan.

Tim penyelamat segera naik ke atas untuk memberikan pertolongan darurat dengan membawa sleeping bag, fly sheet, dan air panas.

Pendaki internasional Dawa Gyalje Sherpa juga segera naik untuk membantu, namun kondisi dua pendaki yang terjebak di ketinggian semakin memburuk.

Pendaki lainnya, Octries, kemudian melaporkan bahwa Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di Teras Dua.

Insiden ini menjadi pengingat akan bahaya pendakian di ketinggian ekstrem dan pentingnya persiapan fisik serta keselamatan dalam ekspedisi semacam ini.

Baca Juga: Pendaki Legend Abah Bongkeng dan Gunung Bebas Sampah

TopikBerita
Berita03 MAR 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan