Budaya

Filososfi Di Balik Sendratari Giri Gora Dahuru Daha

Kisah Calon Arang, sosok janda dengan kemampuan ilmu hitam yang dikenal dari naskah kuno Serat Calon Arang, terus menarik perhatian berbagai generasi. Kisahnya tidak hanya bertahan dalam dunia literatur Jawa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi berbagai karya seni, mulai dari novel karya Pramoedya Ananta Toer, lukisan, hingga pementasan seni seperti sendratari Giri Gora Dahuru Daha. […]

Oleh Achmad Aristyan

Filososfi Di Balik Sendratari Giri Gora Dahuru Daha
Sendratari Giri Gora Dahuru Daha yang diadaptasi dari legenda Kisah Calon Arang. Foto: indonesiakaya.com
Diterbitkan

Kisah Calon Arang, sosok janda dengan kemampuan ilmu hitam yang dikenal dari naskah kuno Serat Calon Arang, terus menarik perhatian berbagai generasi.

Kisahnya tidak hanya bertahan dalam dunia literatur Jawa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi berbagai karya seni, mulai dari novel karya Pramoedya Ananta Toer, lukisan, hingga pementasan seni seperti sendratari Giri Gora Dahuru Daha.  

Legenda Calon Arang  

Melansir dari indonesiakaya.com, Sendratari Giri Gora Dahuru Daha membawa penonton ke era Kerajaan Kahuripan di bawah pemerintahan Raja Airlangga. Kisah bermula dari Desa Daha, tempat tinggal Janda Calon Arang bersama putrinya, Ratna Manggali. 

Konflik dalam cerita ini berakar pada cibiran masyarakat terhadap Ratna Manggali, yang meskipun cantik, tidak pernah dilamar karena ketakutan para pemuda pada ilmu teluh ibunya. Dendam akibat penghinaan mendorong Calon Arang untuk menebar penyakit mematikan di Desa Daha. 

Raja Airlangga yang merasa prihatin atas penderitaan rakyatnya akhirnya meminta bantuan Mpu Baradah untuk menghentikan kejahatan Calon Arang.

Pertarungan epik antara Mpu Baradah, dengan kekuatan spiritualnya, melawan Calon Arang yang didukung Dewi Durga, menjadi puncak kisah ini.  

Baca juga: Tari Multi Etnik Lego-Lego, Warisan Budaya Tertua di NTT

Filosofi di Balik Sendratari  

Pementasan Giri Gora Dahuru Daha dibagi menjadi tiga babak utama:  

  1. Kehidupan Awal di Daha: Menggambarkan masyarakat Daha sebelum konflik terjadi.  
  2. Penyebaran Teluh: Mengisahkan penderitaan masyarakat akibat ilmu hitam Calon Arang.  
  3. Perlawanan Mpu Baradah: Menceritakan upaya Raja Airlangga dan Mpu Baradah mengakhiri teror Calon Arang.  

Dari segi visual, para penari mengenakan busana tradisional khas Jawa Timur yang cerah dan penuh ornamen. Selain itu, musik pengiring memadukan alunan gamelan dengan angklung paglak, instrumen khas Jawa Timur yang biasa mengiringi kesenian seperti reog Ponorogo dan jathilan. 

Sentuhan tembang Jawa menambah kedalaman emosi pada cerita yang dipentaskan. Sebagai karya seni yang berbasis folklor Jawa dan Bali, sendratari ini menunjukkan bagaimana kekayaan budaya Nusantara mampu diadaptasi ke dalam berbagai bentuk seni modern. 

Giri Gora Dahuru Daha menyampaikan nilai-nilai moral dan filosofi, seperti keadilan, perjuangan melawan kejahatan, serta keharmonisan antara manusia dan alam.

Melalui sendratari ini, masyarakat diingatkan akan pentingnya menjaga dan melestarikan folklor sebagai bagian dari identitas bangsa. (Dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya27 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan