Tradisi

Iban Toga Cara Orangtua Antarkan Anaknya Berkeluarga

Tradisi iban toga merupakan tradisi wajib yang dilakukan keluarga saat anak perempuannya akan menikah atau setelah menikah secara adat. Tradisi ini biasanya dilakukan di Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kepulauan Mentawai. Pemberian iban toga merupakan bentuk tanggungjawab terakhir orangtua, dalam membesarkan anak hingga siap menjadi sebuah keluarga baru. Iban toga ini ada dua macam, yakni yang diberikan orangtua perempuan […]

Oleh Achmad Aristyan

Iban Toga Cara Orangtua Antarkan Anaknya Berkeluarga
Warga Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kepulauan Mentawai sedang menyiapkan sajian untuk tradisi Iban Toga. Foto: Infopublik.id
Diterbitkan

Tradisi iban toga merupakan tradisi wajib yang dilakukan keluarga saat anak perempuannya akan menikah atau setelah menikah secara adat. Tradisi ini biasanya dilakukan di Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kepulauan Mentawai. Pemberian iban toga merupakan bentuk tanggungjawab terakhir orangtua, dalam membesarkan anak hingga siap menjadi sebuah keluarga baru.

Iban toga ini ada dua macam, yakni yang diberikan orangtua perempuan pada anaknya saat diantar secara adat kepada suami dan keluarganya. Kemudian hidangan saat jamuan keluarga perempuan kepada anak mereka yang menikah dan  kepada suaminya disaksikan orangtua pihak laki-laki.

Adat Leluhur

Dikutip dari Infopublik.id, Taleku Sikaraja, seorang sikebbukat uma (tetua adat) Suku Sikaraja di Sikalubuan menyebut,  tidak bisa dihilangkan adat Iban Toga “Ini ada sejak turun-temurun karena ini penghargaan terakhir orangtua perempuan kepada anak mereka yang menikah,” ujarnya.

Ia mengatakan, iban toga yang diberikan berasal dari daging ayam dan daging babi terbaik. Proses pembuatannya juga tidak sembarangan, karena yang ditunjuk membuatnya adalah orang yang mengerti dan paham. “Bukan sembarang buat. Ada aturan dan cara membuatnya serta menghidangnya,” jelasnya.

Untuk iban toga dari daging babi yang diberikan pihak keluarga perempuan kepada anak mereka saat mengantarnya kepada suami dan pihak keluarga suami yaitu daging babi yang di timbok (disalai).

Baca juga: Tradisi Dhukutan Simbol Kerukunan Akhiri Tawuran

Aturan Hidangan

Iban toga yang di timbok ini biasanya berukuran sebesar telapak tangan orang dewasa. Jumlahnya tergantung dari pihak keluarga perempuan. Biasanya di atas 30 potongan. “Tidak boleh ada tulang. Semuanya dalam bentuk daging. Makin banyak jumlahnya dan makin besar serta makin tebal lemak dagingnya maka makin bangga pihak keluarga perempuan,” sebut Taleku.

Sedangkan makanan yang dihidangkan sewaktu menjamu anak perempuan dan suaminya serta disaksikan oleh orangtua laki-laki yaitu daging babi dan daging ayam yang direbus.

Jumlah hidangan sesuai dengan jumlah orang yang menyumbang babi dalam punen. Yang menyumbang babi disebut sipanere. Hidangan ini disebut panei. Berapa panei iban toga akan terlihat dari berapa kali babi dan ayam dihidangkan.

Baca juga: Tradisi Bebuang, Ritual Suku Bugis Hormati Leluhur

Berbeda dengan daging babi yang berbentuk potongan, untuk ayam harus utuh dari kepala hingga tulang punggung dan ekor. Tidak boleh terpotong. Begitu juga dengan usus dan jantung tetap menempel. Sedangkan paha akan dihidangkan bersama dengan kepala, tulang punggung hingga ekor pada waktu dihidang.

“Dalam satu hidangan berarti satu ekor ayam. Untuk makanan mereka dari tinemei  yang terbuat dari keladi dimasak lalu ditumbuk halus dan dibulatkan serta ditaburi parutan kelapa,” tutupnya.

TopikTradisi
Tradisi29 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Tradisi

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan