By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanus.comemmanus.comemmanus.com
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Mencari Keberkahan Lahan Baru dalam Tradisi Laliq Ugal
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
emmanus.comemmanus.com
Font ResizerAa
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus.com > Blog > Tradisi > Mencari Keberkahan Lahan Baru dalam Tradisi Laliq Ugal
Tradisi

Mencari Keberkahan Lahan Baru dalam Tradisi Laliq Ugal

Anisa Kurniawati
Last updated: 21/01/2025 02:27
Anisa Kurniawati
Share
Tari hudoq, salah satu salah satu dari prosesi ritual Laliq Ugaal masyarakat adat Dayak Bahau, Kutawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Foto: beri.id
SHARE

Laliq Ugal adalah ritual membersihkan dan mensucikan tanaman tanah. Tujuannya agar tanaman bisa tumbuh subur. Tradisi ini digelar masyarakat adat Dayak Bahau, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Tengah.

Tradisi tahunan ini diyakini berasal dari kepercayaan terhadap dewi kesuburan dan dilaksanakan setelah penanaman benih padi di ladang. Puncak acaranya adalah tarian Hudoq. Tarian ini sendiri adalah penyamaran roh leluhur.

Konon, tarian ini dipercaya sebagai sarana komunikasi antara masyarakat yang membuka lahan dengan roh para leluhur. Tarian ini diiringi berbagai alat musik tradisional Dayak seperti gendang. 

Pelaksanaan Tradisi Laliq Ugal

Ritual Laliq Ugal digelar turun-temurun sekali dalam setahun, biasanya awal tahun. Penentuan waktu ini menggunakan perhitungan dengan memperhatikan posisi matahari. 

Lamanya pelaksanaan ritual ini bisa mencapai 15 hari. Sedikitnya terdapat 24 rangkaian ritual yang digelar pada waktu berbeda-beda. Ritual ini bagian budaya agraris masyarakat Dayak dan dipercaya dapat menentukan kesuburan tanaman.

Prosesi Ritual

Dikutip dari Indonesia Kaya, ritual adat Laliq Ugal digelar saat pembukaan lahan. Tujuannya untuk menyucikan tanah secara keseluruhan dan membaginya sesuai keluarga masing-masing. 

Setelah itu, dilakukan upacara kecil dengan meletakkan delapan butir telur ayam kampung di atas bambu. Hal ini sebagai simbol pemberitahuan kepada leluhur bahwa masyarakat Dayak Bahau sedang memulai pembukaan lahan. Pada tahap ini juga diiringi dengan tarian topeng Hudoq.

Selanjutnya, dilaksanakan ritual pengorbanan seekor anak ayam dan pemotongan anjing atau babi untuk memeriksa kondisi hati hewan tersebut.

Ritual ini bertujuan untuk meramalkan masa depan pembukaan lahan. Jika hati hewan tidak cacat, maka pembukaan lahan diprediksi berjalan lancar. 

Puncak ritual yakni memanggil seluruh tamu undangan. Menggunakan gong sambil menari-nari dengan mengelilingi kampung. Ritual berlangsung pagi hari. Kemudian, sore harinya digelar tarian Hudoq, sambil makan-makan bersama. 

Tradisi ini juga berfungsi untuk memperkuat budaya gotong royong yang perlu terus dikembangkan untuk mempererat persatuan dan kesatuan.

Harapannya, tradisi ini dapat terus dilestarikan meskipun dengan keterbatasan yang ada, dan semakin banyak orang yang terlibat agar ritual ini semakin dikenal oleh masyarakat luas. (Dari beberapa sumber)

You Might Also Like

Jamu Laut, Tradisi Sakral Nelayan Langkat Menjaga Alam

Budaya Minum Kopi Aceh Buka Ruang Ekonomi

Damarwulan, Kolaborasi Atraksi Seni Tari dan Teater

Tradisi Waruga Minahasa, Penguburan Jenazah Dengan Peti Batu

Tradisi Menjamu Benua, Cara Sultan Kutai Berkabar Ke Leluhur

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Anisa Kurniawati
Content Writer
Previous Article Mengenal Bondet Sriwidodo, Pelukis Spesialis Lanskap Wonosobo
Next Article Wonosobo Siap Suguhkan Keberagaman Atraksi Wisata di 2025
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanus.comemmanus.com
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?