Berita

Indonesia dan Jeju Korea Selatan Bahas Kerja Sama Sekolah Ramah Lingkungan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, bertemu dengan Gubernur Provinsi Jeju, Oh Young-hun, untuk menjajaki perluasan kerja sama pendidikan berbasis lingkungan atau sekolah ramah lingkungan dalam Forum Menteri Pendidikan APEC ke-7 di Jeju. Pertemuan bilateral ini membahas potensi kerja sama di bidang pendidikan berbasis lingkungan, khususnya pemanfaatan energi terbarukan dan pengelolaan limbah […]

Oleh Anisa Kurniawati

sekolah ramah lingkungan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, bertemu dengan Gubernur Provinsi Jeju, Oh Young-hun, untuk menjajaki perluasan kerja sama pendidikan berbasis lingkungan dalam Forum Menteri Pendidikan APEC ke-7 di Jeju Foto: Dok Kemendikdasmen
Diterbitkan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, bertemu dengan Gubernur Provinsi Jeju, Oh Young-hun, untuk menjajaki perluasan kerja sama pendidikan berbasis lingkungan atau sekolah ramah lingkungan dalam Forum Menteri Pendidikan APEC ke-7 di Jeju.

Pertemuan bilateral ini membahas potensi kerja sama di bidang pendidikan berbasis lingkungan, khususnya pemanfaatan energi terbarukan dan pengelolaan limbah di sekolah.

Didampingi Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Toni Toharudin serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk Korea, Amaliah Fitriah, Menteri Mu’ti menekankan pentingnya pemanfaatan energi terbarukan, seperti tenaga surya, untuk mendukung satuan pendidikan di daerah-daerah yang belum teraliri listrik.

“Beberapa daerah di Indonesia belum terjangkau listrik. Pemanfaatan energi terbarukan untuk menyediakan listrik di daerah-daerah ini akan sangat membantu sekolah ramah lingkungan,” tuturnya dilansir dari kemendikdasmen.go.id.

Baca juga: Cadangan Beras Pemerintah Tembus 3,7 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah Sejak 1969

Selain itu, Menteri Mu’ti juga menyoroti pentingnya peningkatan pengelolaan limbah di lingkungan sekolah. Salah satu bentuk kerja sama yang sudah berjalan adalah pengelolaan limbah sekolah di Bontang, Kalimantan Timur, yang melibatkan pihak Jeju.

Gubernur Jeju, Oh Young-hun, menyambut positif usulan tersebut. Ia menyatakan ketertarikan untuk berbagi praktik terbaik dari Jeju, khususnya dalam hal transisi energi dan teknologi bersih.

“Kami sangat tertarik untuk memperlihatkan model energi terbarukan kami diterapkan di negara lain,” kata Gubernur Oh.

Lebih lanjut, Kepala BSKAP Toni Toharudin menambahkan bahwa peluang kolaborasi juga terbuka di sektor pendidikan vokasi. Menurutnya, Pemerintah Jeju dapat mendukung penerapan proyek percontohan di Indonesia yang mengadaptasi teknologi dan praktik terbaik dari wilayah mereka.

Kerja sama mengenai sekolah ramah lingkungan ini diharapkan dapat memperkuat upaya transformasi pendidikan berwawasan lingkungan di Indonesia dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati