Budaya

Jalakotek, Jajanan Tradisional Khas Majalengka

Jalakotek, makanan khas Majalengka, Jawa Barat yang memiliki bentuk seperti cireng. Berbahan dasar tepung terigu dan tepung tapioka, dengan isian berisi tumisan tahu, daging ayam cincang, toge atau pun wortel dan sambal, jajanan ini memiliki cita rasa yang asin-manis, gurih dan pedas. Makanan ini mudah dijumpai di pedagang area sekolahan, di pusat jajanan, tukang gorengan […]

Oleh Anisa Kurniawati

Jalakotek, Jajanan Tradisional Khas Majalengka
Foto: tastemade
Diterbitkan

Jalakotek, makanan khas Majalengka, Jawa Barat yang memiliki bentuk seperti cireng. Berbahan dasar tepung terigu dan tepung tapioka, dengan isian berisi tumisan tahu, daging ayam cincang, toge atau pun wortel dan sambal, jajanan ini memiliki cita rasa yang asin-manis, gurih dan pedas.

Makanan ini mudah dijumpai di pedagang area sekolahan, di pusat jajanan, tukang gorengan ataupun warung-warung makan. Kuliner ini bentuknya mirip dengan cireng, namun memiliki isian yang sedikit berbeda.

Pada umumnya, jajanan ini berisi tumisan tahu wortel dan toge yang sudah diberi bumbu. Seiring berkembangnya jajanan ini varian isinya beragam. Ada yang berisi daging ayam cincang, sayuran toge, wortel, dan sambal. 

Kulitnya mirip dengan cireng yang terbuat dari campuran tepung tapioka dan tepung terigu. Namun, bentuknya mirip dengan pastel. Setelah digoreng, jalakotek kemudian ditaburi bumbu tambahan seperti asin, bubuk cabai kering atau juga sambal tambahan. 

Disamping itu, beberapa pedagang juga memiliki sambal khas masing-masing, misalkan seperti sambel ijo, sambel bawang, dan lainnya. Kuliner ini sangat nikmat jika dimakan saat masih baru digoreng.

Baca juga:Seni Gaok, Kesenian Membaca Puisi Sunda dari Majalengka

Jajanan Murah Meriah

Proses pembuatan Jalakotek sendiri cukup mudah. Pertama membuat bahan isiannya terlebih dahulu. Dalam hal ini bisa disesuaikan dengan selera masing-masing. Bisa menggunakan tumisan daging cincang, tumisan tahu wartel dan lainnya. Bila ingin membuat isian tahu dan wortel bisa menggunakan jenis tahu kuning. 

Bahan-bahan itu lantas ditumis bersama dengan bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, garam dan kaldu ayam. Setelah bahan tercampur rata dan matang, tiriskan di mangkuk agar cepat dingin. 

Untuk membuat kulit Jalakotek, campurkan 250 gr tepung tapioka dan 100 gr tepung terigu lalu diberi garam dan kaldu ayam secukupnya. Dari campuran itu tambahkan bawang merah dan bawang putih yang sudah dihaluskan. 

Setelah bahan kulit jalakotek tadi tercampur rata, tambahkan air panas yang mendidih secukupnya dan uleni hingga adonan mudah untuk dibentuk. Kemudian bentuk adonan kulit seperti pastel dengan ukurannya sesuai selera. 

Terakhir tambahkan isian yang sudah disisihkan tadi. Baru kemudian Jalakotek bisa digoreng sampai matang hingga berwarna kuning kecoklatan. Ketika menggoreng Jalakotek, hindari menggunakan api yang besar karena cepat gosong dan tidak matang secara merata.

Setelah matang, tambahkan bumbu taburan pedas, asin, atau rasa lain sesuai selera. Jalakotek lebih cocok jika dimakan selagi masih panas. Saat ini jajanan ini mudah dijumpai di berbagai wilayah Majalengka. Kuliner ini dapat dibeli dengan harga Rp 1000 sampai 2000 ribu perbijinya, tergantung dari varian isinya. (Dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya31 OKT 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati