Profil

Jejak Musikalitas Penyanyi Atiek CB Selama 40 tahun Berkarya

Atiek Prasetyawati atau lebih dikenal dengan nama Atiek CB adalah penyanyi genre rock dan pop Indonesia yang identik dengan kacamata hitam. Ia dikenal melalui sejumlah lagu hitsnya pada era 80-an sampai 2000-an awal, seperti Risau, Permohonan, Suka – Suka, Kekang, Terserah Boy, Kau Dimana, Terapung dan lainnya. Penyanyi kelahiran 25 Mei 1963 di Kediri, Jawa […]

Oleh Anisa Kurniawati

Jejak Musikalitas Penyanyi Atiek CB Selama 40 tahun Berkarya
Penyanyi Atiek CB. Foto: instagram/ @atiekcbsunglasses
Diterbitkan

Atiek Prasetyawati atau lebih dikenal dengan nama Atiek CB adalah penyanyi genre rock dan pop Indonesia yang identik dengan kacamata hitam. Ia dikenal melalui sejumlah lagu hitsnya pada era 80-an sampai 2000-an awal, seperti Risau, Permohonan, Suka – Suka, Kekang, Terserah Boy, Kau Dimana, Terapung dan lainnya. 

Penyanyi kelahiran 25 Mei 1963 di Kediri, Jawa Timur ini mengawali karier menyanyi di usia yang masih sangat belia. Sejak masih sekolah di SMP Negeri 1 Kediri, Atiek bersama bandnya CB Band sudah bernyanyi di pentas-pentas sekolah maupun di luar sekolah.  

Nama CB sendiri diambil dari singkatan Canda Birawa yang kemudian menjadi nama belakangnya sampai sekarang. Memasuki bangku SMA, Atiek mengikuti audisi di sebuah acara yang menampilkan penyanyi – penyanyi baru di TVRI Surabaya. 

Album Sukses

Sejak dinyatakan lolos audisi, wajahnya mulai sering tampil di televisi di Surabaya. Beberapa tawaran rekaman pun datang. Salah satunya dari label rekaman milik musisi A Riyanto, yakni Arco Record. Atiek yang saat itu berkuliah di Malang, pindah ke ibu kota dan mulai merekam albumnya yang berjudul Nusantaraku, Nusantara 2, Nusantara 3 dan Nusantara 7.

Akan tetapi albumnya kurang bergema. Tahun 1984, Atiek CB merilis album Ilusi Pagi. Belum lama merilis album Ilusi Pagi, Atiek CB mendapatkan kontrak dengan perusahaan rekaman Purnama Record. 

Di label barunya, Atiek merilis album berjudul Transisi (1985). Melalui album ini, lagu “Risau” karya Cecep AS ternyata populer dan berada di  tangga lagu nomor 1 selama berminggu-minggu. Atiek CB pun mulai dikenal sebagai penyanyi dengan kacamata hitam. 

Hal ini terjadi karena ketika pemotretan cover album tiba-tiba Farid Hardja yang ada di lokasi meminjamkan kacamata hitam miliknya. Sukses dengan album Transisi Atiek kembali merilis album berikutnya yang berjudul Di Sudut Kemegahan Hidupnya, yang sayangnya kurang begitu populer. Meskipun lagu “Di Dalam Khayalku” sempat jadi radio hit. 

Atiek CB merilis album Akh (1986) yang melejitkan hit “Akh”, “Permohonan”, “Di Bibirku Ada Cinta” dan “Apa Lagi”. Di sela-sela kesibukannya, di tahun 1985-1986 Atiek CB terlibat di proyek-proyek lain seperti Suara Persaudaraan, sebuah proyek garapan James F. Sundah. 

Selain juga, Atiek pernah bergabung dalam grup vokal Rumpies, bersama Trie Utami, Malyda, dan Vina Panduwinata yang mempopulerkan lagu “Nurlela“. Kemudian dalam grup Adarapta bersama Titiek Hamzah, Titi DJ dan Endah Soebroto, dimana mereka merilis ulang lagu-lagu milik Dara Puspita.

Di era tahun 90an, Atiek mencetak album sukses antara lain Dia (1991), Maafkan (1992), Benci Sendiri (1995) dan Meditasi (1997). Tahun 2016, Atiek merilis album hitsnya bertitle Terbaik Dari Aku.

Menetap di Amerika Serikat

Di tahun 1991, Atiek CB menikah dengan Ronny Sianturi, personela grup Trio Libels yang sangat populer di era 90an. Namun, pernikahan mereka kandas di tahun 1994. Di tahun yang sama, Atiek menikah dengan Lawrence Smith di Delaware, Amerika Serikat dan menetap hingga sekarang. Dikabarkan Atiek juga disebut mengalami gangguan kesehatan mental bipolar. Untuk mengatasi hal itu, salah satu cara yang ia lakukan ialah dengan menyanyi. 

Penyanyi legendaris ini kembali hadir dengan single terbarunya berjudul Teroesir (Menunggu Karma) yang dirilis 24 Oktober 2024, yang merupakan remake lagu Giring Nidji sebagai penyanyi aslinya. 

Kini di usianya yang menginjak 61 tahun memendam keinginannya untuk menghabiskan masa tuanya di Kediri. Dia sering membicarakannya di berbagai sesi wawancaranya. 

“Ketika suamiku pensiun, saya ingin kembali tinggal di Indonesia,. Suamiku juga lebih suka tinggal disini. Nanti kalau sudah pensiun ingin pindah ke Kediri,” kata Atiek dalam obrolan santainya melalui podcast bersama Ferdy Element, salah satu sahabatnya.

TopikProfil
Profil07 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Profil

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati