Profil

Jejak Perjuangan Sam Ratulangi dalam Kemerdekaan Indonesia

Sam Ratulangi adalah seorang politikus, penulis, dan guru. Selain itu, dia matematikawan serta doktor ilmu pasti pertama di Indonesia. Sosoknya dikenal sebagai tokoh multidimensional yang memiliki peran penting bagi bangsa dan sejarah Indonesia. Pahlawan Nasional ini lahir 5 November 1890 di pinggir Danau Tondano, Minahasa Timur. Dilansir dari esi.kemdikbud.go.id, Ayahnya, Jozias Ratulangi, adalah kepala sekolah […]

Oleh Achmad Aristyan

Jejak Perjuangan Sam Ratulangi dalam Kemerdekaan Indonesia
Sam Ratulangi dalam seri Prangko Indonesia Tahun 1962. Foto: Wikimedia Commons
Diterbitkan

Sam Ratulangi adalah seorang politikus, penulis, dan guru. Selain itu, dia matematikawan serta doktor ilmu pasti pertama di Indonesia. Sosoknya dikenal sebagai tokoh multidimensional yang memiliki peran penting bagi bangsa dan sejarah Indonesia. 

Pahlawan Nasional ini lahir 5 November 1890 di pinggir Danau Tondano, Minahasa Timur.

Dilansir dari esi.kemdikbud.go.id, Ayahnya, Jozias Ratulangi, adalah kepala sekolah di Hoofdenschool (sekolah pembesar pribumi di Indonesia Timur). Sementara ibunya, Agustina Gerungan, putri dari seorang majoor (kepada distrik) Tondana-Toulian bernama Gerungan.

Perjalanan Pendidikan Sam Ratulangi

Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi memulai pendidikannya di sekolah dasar Europese Lagere School (ELS) pada 1898 di Tondano, Sulawesi Utara.

Pada usia 14 tahun, karena ingin menjadi dokter, ia masuk STOVIA di Batavia. Namun, minatnya kemudian beralih ke Sekolah Teknik Koninginlijke WS dengan jurusan mesin dan lulus pada 1908. 

Setelah lulus, dia sempat menjadi ahli mesin di Jawatan Kereta Api di Jawa Barat selama dua tahun. Kemudian, dia menempuh pendidikan di Amsterdam mengambil jurusan Ilmu Alam (Matematika dan Fisika) di Vrije Universiteit van Amsterdam. 

Selama menjadi mahasiswa di situ, Ratulangi banyak mengikuti organisasi pergerakan. Dia juga banyak menulis dalam majalah seperti De Indier, De Nieuwe Amsterdammer, dan kemudian Rotterdamsch Handelsblad. 

Namun, pada 1915, Sam Ratulangi yang siap menempuh ujian, ditolak pihak universitas karena tak memiliki ijazah SMA umum. Kemudian ia pindah belajar ke Universitas Zurich. Sam lulus dengan gelar Doktor der Natur-Philosophie untuk Ilmu pasti dan Ilmu Alam di Universitas Zürich pada tahun 1919.

Terjun ke Dunia Politik

Sam Ratulangi kemudian kembali ke Indonesia. Mula-mula dia mengajar selama sekitar  tiga di Princes Juliana School di Yogyakarta. Kehadirannya di Yogyakarta dibenci Belanda karena tidak suka melihat anak-anak Belanda diajar pribumi.

Ratulangi sempat mendirikan bisnis dagang sebelum kembali ke Minahasa akhir 1923. Mula-mula ia dijadikan sebagai Sekretaris Dewan Minahasa, suatu dewan perwakilan di tingkat kabupaten/kota. 

Gubernur Sulawesi, Sam Ratulangi. Foto: Wikimedia Commons

Selama menjabat dia membuat usaha-usaha yang dapat menyejahterakan rakyat. Pada 1927, dia terpilih sebagai perwakilan di Dewan Rakyat (Volksraad). Dia juga mendirikan sebuah partai bernama Partai Persatuan Minahasa. 

Partai ini awalnya bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan daerah itu. Namun lama-kelamaan, partai ini berkembang besar dan bertujuan menjadikan Indonesia merdeka. 

Dianggap Tokoh Radikal Oleh Belanda

Sam pernah berbicara menuntut supaya Indonesia diberi status dominion di lingkungan Kerajaan Belanda. Ia juga mengkritik sikap pemerintah kolonial Belanda yang melakukan pendiskriminasian terhadap bangsa Indonesia. 

Karena itu ia disebut sebagai tokoh radikal dan ekstrimis oleh Belanda. Untuk menyingkirkannya, dia diadili dan divonis empat bulan penjara dan diskors dari Volksraad tiga tahun. 

Selama di Penjara di Sukamiskin, Bandung, tahun 1936, dia menggunakan waktunya menulis buku Indonesia in den Pacific: Kernproblemen van den Aziatischen Pacific. Buku ini diterbitkan Juni 1937. 

Pada tahun 1982, buku itu dialihbahasakan oleh S. I. Poeradisastra dan diterbitkan kembali dengan judul Indonesia di Pasifik: Analisa Masalah-masalah Pokok Asia Pasifik. Buku ini berisi suatu studi untuk membuat perhitungan tentang posisi Indonesia di Pasifik. 

Peran Penting dalam Proklamasi Kemerdekaan

Selama masa persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia, Sam Ratulangi turut serta berjuang. Dia terpilih menjadi anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mewakili Sulawesi. 

Setelah kemerdekaan Indonesia  ia diangkat menjadi Gubernur Sulawesi. Tak lama setelah ia menjabat, Ratulangi harus berjuang untuk mengusir tentara sekutu NICA. Pada 5 April 1946, dia bersama enam koleganya ditangkap.

Tujuh orang itu dijebloskan ke penjara Makassar lalu dibuang ke Serui, Papua. Ia menghabiskan masa pengasingannya dari tahun 1946-1948. Selama masa pengasingan ia sempat mendirikan Perkumpulan Kemerdekaan Irian.

Usai Perjanjian Renville pada 1948, Ratulangi dibebaskan. Ia lalu bertolak ke Yogyakarta. Di sini, Ratulangi ia ditunjuk sebagai bagian dari anggota Dewan Pertimbangan Agung.

Nama Ram Ratulangi diabadikan menjadi nama Bandara Internasional di Manado, Sulawesi Utara. Foto: GoogleMaps/Farid Samu

Bersama 549 pemuka Sulawesi ia menggagas dan menandatangani Petisi Ratulangi yang menyatakan Sulawesi adalah bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia.

Tak berselang lama, ia kembali ditahan usai Agresi Militer II pada 18 Desember 1948.  Sebulan setelahnya, ia dikirim ke Jakarta untuk diasingkan ke Bangka.

Selama di pengasingan kondisi kesehatannya terus menurun, hingga ia meninggal pada 30 Juni 1949 pada usia 59 tahun. Sam Ratulangi dimakamkan di kampung halamannya di Tondano.

Negara menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 1958. Sam Ratulangi juga diberi penghargaan lain berupa Bintang Mahaputra, Bintang Gerilya, dan Satya Lencana.

Namanya juga diabadikan sebagai nama jalan, bandara, dan universitas. Sosoknya juga diabadikan dalam uang pecahan keluaran tahun emisi 2022 yaitu pada uang pecahan Rp20.000.

TopikProfil
Profil15 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Profil

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan