By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanus.comemmanus.comemmanus.com
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Keripik Kelakai, Camilan Suku Dayak dengan Ragam Manfaat
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
emmanus.comemmanus.com
Font ResizerAa
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus.com > Blog > Warisan Budaya > Keripik Kelakai, Camilan Suku Dayak dengan Ragam Manfaat
Warisan Budaya

Keripik Kelakai, Camilan Suku Dayak dengan Ragam Manfaat

Achmad Aristyan
Last updated: 09/01/2025 14:55
Achmad Aristyan
Share
Keripik Kelakai khas suku Dayak dikenal memiliki beragam khasiat. Foto: cookpad.com
SHARE

Salah satu tumbuhan yang memiliki banyak khasiat adalah kelakai, tanaman sejenis ganggang yang tumbuh subur di hutan rawa-rawa pulau Kalimantan dan bisa dibikin Keripik Kelakai.

Di antara masyarakat Suku Dayak, kelakai sudah dikenal luas dan digunakan dalam berbagai cara untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup.

Sejak zaman dahulu, nenek moyang bangsa Indonesia hidup harmonis dengan alam, memanfaatkan hutan sebagai sumber penghidupan utama. Berbagai flora yang tumbuh di hutan mampu dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. 

Tanaman dengan Beragam Khasiat

Melansir dari laman indonesiakaya.com, Kelakai dengan nama ilmiah Stenochlaena palustris, dikenal memiliki beragam khasiat bagi kesehatan tubuh manusia.

Di antara berbagai khasiat dari tanaman ini adalah kemampuannya untuk meredakan diare, menambah darah, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

Bahkan, banyak orang Dayak meyakini mengonsumsi kelakai rutin dapat menjadikan tubuh awet muda dan memperpanjang umur. Hal ini karena kelakai mengandung antioksidan dan senyawa alami yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, kelakai dapat dengan mudah ditemukan. Biasanya, satu ikat kelakai dijual dengan harga Rp1.000 hingga Rp2.000. 

Tanaman ini juga dapat ditemukan di hutan-hutan rawa di wilayah Kalimantan Tengah, namun pencariannya memerlukan kejelian karena tanaman ini tumbuh di antara vegetasi lain.

Meski demikian, kelakai bukan tanaman langka dan tumbuh subur di daerah rawa yang lembab.

Tanaman Kelakai. Foto: Wikipedia/Wibowo Djatmiko (Wie146) – Gawian saurang

 Camilan Khas dengan Berbagai Manfaat

Masyarakat Kapuas, Kalimantan Tengah memiliki beberapa cara unik dalam mengolah kelakai menjadi makanan lezat, salah satunya keripik kelakai. Keripik kelakai memanfaatkan daun kelakai yang masih muda sebagai bahan utamanya. 

Proses pembuatannya pun terbilang mudah. Daun kelakai muda yang telah dibersihkan kemudian dimasukkan ke dalam adonan tepung bumbu dengan kekentalan tertentu. 

Selanjutnya, daun yang sudah dilumuri bumbu digoreng dalam minyak panas dan penuh. Setelah proses penggorengan, keripik kelakai siap disajikan dengan tekstur renyah dan rasa gurih yang khas.

Keripik kelakai ini tidak hanya sekadar camilan, tetapi juga menjadi salah satu oleh-oleh khas dari Kabupaten dengan harga berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000 per bungkus. 

Keripik kelakai tidak hanya populer di pasar tradisional, tetapi juga sering ditemukan di berbagai acara dan perayaan adat Dayak, baik sebagai suguhan tamu maupun bagian dari upacara adat.

Masyarakat Dayak percaya bahwa konsumsi keripik kelakai dapat membawa keberuntungan dan memberikan energi positif, sesuai dengan khasiat yang diyakini dari tanaman ini. (Dari berbagai sumber)

You Might Also Like

Jejak Sejarah dan Makna Nama Kota Kediri

Prol Tape Jember, Perpaduan Asam Manis dalam Satu Gigitan

Kesegaran Rasa Rujak Kuah Pindang, Kuliner Unik Khas Bali 

Alunan Alat Musik Talempong Khas Nagari Minangkabau

Tari Lalatip, Seni Ketangkasan Kaki dari Kalimantan Utara

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Achmad Aristyan
Content Writer
Previous Article Jala Fair 2025 Dukung Pengembangan UMKM Indonesia
Next Article Teluk Hijau Banyuwangi, Surga Wisata Bahari di Jawa Timur
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanus.comemmanus.com
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?