Budaya

Kesenian Jaran Bodhag, Hiburan Dengan Kuda Tiruan

Di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, saat ini eksis sebuah kesenian yang tradisional menarik perhatian yakni Jaran Bodhag. Kesenian ini merupakan turunan dari seni tari Jaran Kencak, namun dengan perbedaan yang mencolok pada penggunaan properti yang menjadi ciri khasnya. Bila Jaran Kencak menggunakan kuda asli sebagai properti utama, Jaran Bodhag justru menggunakan kuda mainan atau kuda tiruan […]

Oleh Achmad Aristyan

Kesenian Jaran Bodhag, Hiburan Dengan Kuda Tiruan
Kesenian tradisional Jaran Bodhag khas Probolinggo, Jawa Timur. Foto: probolinggokota.go.id
Diterbitkan

Di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, saat ini eksis sebuah kesenian yang tradisional menarik perhatian yakni Jaran Bodhag. Kesenian ini merupakan turunan dari seni tari Jaran Kencak, namun dengan perbedaan yang mencolok pada penggunaan properti yang menjadi ciri khasnya. 

Bila Jaran Kencak menggunakan kuda asli sebagai properti utama, Jaran Bodhag justru menggunakan kuda mainan atau kuda tiruan seperti kuda asli. Kudanya terbuat dari bahan rotan dan kayu, menyerupai kepala kuda yang cukup besar. Memiliki tampilan yang unik, kesenian khas daerah ini menjadi warisan budaya Indonesia dengan dengan daya tarik tersendiri.

Konon, Jaran Bodhag lahir sejak zaman Kerajaan Majapahit dan diciptakan seorang tokoh bernama Mbah Namengjoyo.  Sedangkan sumber lain yang menyebutkan bahwa Jaran Bodhag mulai muncul pada awal masa Kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Kesenian Tayub, Merayakan Tradisi dan Kebersamaan di Blora

Melansir dari probolinggokota.go.id, salah satu ciri khas kesenian ini adalah pementasannya yang dilakukan dalam bentuk arak-arakan. Para pemain mengenakan kostum yang gemerlap dan penuh warna, yang dirancang untuk menarik perhatian penonton.

Kostum ini membuat pemainnya terlihat lebih mencolok, menyatu dengan semarak iringan musik yang menghidupkan suasana. Musik yang mengiringi pertunjukan ini biasanya melibatkan alat musik tradisional seperti kenong telo, serta tambahan alat musik sronen khas Madura yang memberikan sentuhan khas dan mengalun merdu.

Pementasan Jaran Bodhag biasanya dilakukan pada berbagai acara adat atau upacara-upacara tradisional di desa-desa di Probolinggo. Para pemain yang berada di atas kuda tiruan ini bergerak lincah dan enerjik, menari dengan gerakan yang seolah-olah menghidupkan kuda tiruan. Diiringi alunan musik yang riang dan koreografi yang menawan, Jaran Bodhag menjadi salah satu bentuk hiburan rakyat yang sangat digemari di daerah ini.

Baca juga: Menyelisik Mak Yong, Kesenian Teater Tradisional Riau

Jaran Bodhag pun telah diakui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), 17 Oktober 2014, sebagai sebuah penghargaan yang mengakui pentingnya kesenian ini dalam keberagaman budaya Indonesia. Penetapan ini telah mengangkat seni budaya Probolinggo serta menambah kebanggaan masyarakat atas tradisi yang mereka warisi.

Pertunjukan seni inu menjadi simbol kearifan lokal yang terus dilestarikan, menunjukkan kekuatan budaya Probolinggo yang kaya dan unik. Sebagai sebuah seni yang menggabungkan gerakan tari, musik, dan kerajinan tangan dalam bentuk properti, Jaran Bodhag tetap menjadi salah satu kekayaan budaya yang patut dibanggakan masyarakat Indonesia. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya21 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan