Budaya

Keunikan Camilan Ampo Tuban Berbahan Tanah Liat Pilihan

Masyarakat Tuban, Jawa Timur, ternyata memiliki camilan tradisional unik bernama Ampo Tuban, yang dibuat dari tanah liat pilihan. Camilan ini memiliki bentuk yang menyerupai wafer rol dengan warna coklat kehitaman. Bagi sebagian orang, Ampo mungkin terlihat tidak biasa. Namun, Masyarakat Tuban percaya bahwa Ampo memiliki khasiat yang menyehatkan tubuh sejak dahulu. Menurut beberapa sumber, ampo […]

Oleh Anisa Kurniawati

Keunikan Camilan Ampo Tuban Berbahan Tanah Liat Pilihan
Secara tradisional, masyarakat Tuban percaya bahwa Ampo memiliki khasiat yang menyehatkan. Foto: dzargon.com
Diterbitkan

Masyarakat Tuban, Jawa Timur, ternyata memiliki camilan tradisional unik bernama Ampo Tuban, yang dibuat dari tanah liat pilihan. Camilan ini memiliki bentuk yang menyerupai wafer rol dengan warna coklat kehitaman.

Bagi sebagian orang, Ampo mungkin terlihat tidak biasa. Namun, Masyarakat Tuban percaya bahwa Ampo memiliki khasiat yang menyehatkan tubuh sejak dahulu. 

Menurut beberapa sumber, ampo dibuat mbah Rasimah sejak zaman penjajahan Belanda. Saat ini dikembangkan Sarpik yang merupakan generasi kelima. 

Dianggap Berkhasiat

Ampo Tuban terbuat dari tanah liat yang harus bebas dari kontaminasi. Tanah liat ini memiliki tekstur lembut, dan tidak mengandung pasir atau kerikil.

Secara tradisional, masyarakat Tuban percaya bahwa Ampo memiliki khasiat yang menyehatkan. Tanah liat yang steril ini membantu melindungi tubuh manusia dari serangan virus dan bakteri.

Tanah liat juga dapat mengikat zat berbahaya seperti mikroba, patogen, dan virus. Sehingga memberikan efek menenangkan bagi perut. 

Maka dari itu sering dijadikan makanan favorit bagi wanita hamil yang mengidam. Caranya ampo direndam dalam air minum, dan hasil rendamannya diminum setelah beberapa saat.

Ampo juga memiliki nilai spiritual dalam budaya Tuban, hingga dijadikan sesajen dalam upacara seperti larungan dan sedekah bumi. Alasannya karena dipercaya bahwa leluhur masyarakat Tuban juga senang mengonsumsi Ampo.

Bac juga: Menikmati Pantai dan Hutan Pantai Sowan Tuban

Proses Pembuatan 

Proses pembuatannya melibatkan penumbukan tanah hingga padat. Kemudian tanah itu diserut menjadi gulungan tipis dan dipanggang di atas bara api selama sekitar 4 jam. 

Untuk membuat ampo, hanya memakai tanah liat hitam yang dipilih selektif, terutama yang tidak mengandung kerikil. Tanah liat hitam ini biasa didapatkan dari lahan persawahan atau tanah telaga. 

Proses pembuatan adonan ampo mirip dengan adonan jajanan lainnya, yaitu ditambahkan air agar mudah dibentuk. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Ambil dan pilih tanah liat yang akan digunakan sebagai adonan.
  2. Pisahkan kerikil dari tanah dengan menyaringnya, seperti proses penyaringan dalam pembuatan kue. Tanah halus dipilih untuk membuat adonan ampo.
  3. Setelah adonan siap, bentuk menjadi kotak seperti batu bata, tetapi dengan volume lebih besar. Adonan ini kemudian dikeraskan dan dikeringkan.
  4. Bentuk adonan yang telah menjadi kotak atau balok menjadi stik.
  5. Kerik adonan berbentuk kotak dengan pisau hingga menggulung seperti stik.
  6. Panggang adonan yang telah menggulung hingga mengeras dan kering. Proses pemanggangan menggunakan wajan di atas tungku kayu tanpa tambahan bahan lain.
  7. Setelah matang, ampo siap disajikan.

Ampo khas Tuban memiliki rasa gurih yang mirip dengan kacang tanah dan bisa dimakan tanpa dimasak terlebih dahulu.

Salah satu camilan tradisional yang unik dan ikonik dari Kabupaten Tuban ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada tahun 2024. (Dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya15 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati