Cerita Rakyat

Kisah Heroik I Karake’lette Melawan Kerajaan Gowa

Cerita rakyat I Karake’lette berasal dari Sulawesi Barat. Kisah ini menceritakan seorang laki-laki setengah baya yang cacat kakinya. Meski memiliki kekurangan dia berhasil membuktikan kemampuannya untuk menang melawan Kerajaan Gowa. Dirangkum dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, cerita ini bermula ketika I Karake’lette hendak mengikuti seleksi pemilihan perajurit yang dilakukan Kerajaan Balanipa. Karena cacat kakinya, banyak di sekitarnya tertawa […]

Oleh Anisa Kurniawati

Kisah Heroik I Karake’lette Melawan Kerajaan Gowa
Ilustrasi: I Karake’lette (Kiri-Foto: Kemdikbud) dan Museum Balla Lompoa di Gowa, bangunan rekonstruksi dari istana Kerajaan Gowa-Tallo (Kanan-Foto: GoogleMaps/Jaka Satria Perwana)
Diterbitkan

Cerita rakyat I Karake’lette berasal dari Sulawesi Barat. Kisah ini menceritakan seorang laki-laki setengah baya yang cacat kakinya. Meski memiliki kekurangan dia berhasil membuktikan kemampuannya untuk menang melawan Kerajaan Gowa.

Dirangkum dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, cerita ini bermula ketika I Karake’lette hendak mengikuti seleksi pemilihan perajurit yang dilakukan Kerajaan Balanipa. Karena cacat kakinya, banyak di sekitarnya tertawa mengejeknya.

Punggawa kerajaan juga memperlakukan sama dengan yang lainnya, mereka mengejeknya dan menyuruh kembali ke rumah karena hanya merepotkan pasukan yang lainnya. Tak berapa lama kemudian, pemuda-pemuda yang kuat, tangkas dan gagah berangkat ke Teluk Mandar tempat bala tentara Kerajaan Gowa akan mendarat.

Baca juga: Putri Dampali yang Diasingkan Cerita Rakyat Sulawesi Selatan

Di situlah terjadi pertempuran sengit antara pasukan Balanipa dan pasukan Kerajaan Gowa. Dengan jumlah pasukan yang jauh lebih banyak, kuat, dan terlatih, pasukan Kerajaan Gowa mulai menguasai keadaan. Prajurit Kerajaan Balanipa mulai kocar-kacir dan Panglima Perang Kerajaan Balanipa memutuskan untuk mundur ke Kota Raja.

Raja Balanipa yang mendengar laporan panglima perangnya sangat gusar. Pasukannya sudah banyak yang berguguran di medan perang. Pada saat genting itu muncullah lelaki dengan cacat kaki, bernama I Karake’lette menghadap Raja Balanipa berniat ikut berperang melawan Raja Gowa. Raja yang mendengar awalnya tertawa terbahak-bahak.

Menantang Raja Gowa

Namun, wajah I Karake’lette terlihat bersungguh-sungguh. Akhirnya, Raja Balanipa setuju. Berangkatlah I Karake’lette ke Teluk Mandar. Sesampainya di sana, dia menyelinap ke kapal yang ditumpangi Raja Gowa yang tengah berpesta pora.

Di hadapan Raja Gowa I Karake’lette menantangnya untuk bertanding. Jika Raja Gowa menang, maka dia dapat mengambil seluruh isi kerajaan Balanipa. Namun, jika tidak, Raja Gowa harus segera angkat kaki dari wilayah Balanipa dan tidak boleh kembali lagi.

Raja Gowa menerima tantangant. Kemudian, I Karake’lette segera mengeluarkan dua buah jeruk nipis dan sebilah keris dari sakunya. Dia membuat taruhan, jika Raja Gowa dapat membelah dua jeruk nipis yang di lemparkannya, maka raja Gowa yang menjadi pemenang.

Baca juga: Kisah Empat Raja dan Enam Telur, Asal-Usul Raja Ampat

Namun, jika I Karake’lette yang berhasil membelah dua jeruk , maka dirinyalah yang menjadi pemenang. Ternyata pertarungan dimenangakan sang pemuda. Raja Gowa yang tahu dia telah kalah, marah dan ingkar janji, ia menyerang I Karake’lette.

Namun, I Karake’lette menghindar dengan gesit. Dia berbalik menyerang sehingga Raja Gowa tertusuk keris dan tewas seketika. Mengetahui rajanya tewas, pasukan Kerajaan Gowa ketakuan dan segera angkat kaki dari Teluk Mandar.

I Karake’latte lalu keluar dan menuju kota. Sesampainya disana, ia disambut meriah Raja dan rakyat Kerajaan Balanipa. Sebagai hadiah Raja Balanipa mengangkat I Karake’lette menjadi punggawa kerajaan dan memberi sebidang tanah luas untuk I Karake’lette dan anak cucunya.

TopikCerita Rakyat
Cerita Rakyat12 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Cerita Rakyat

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati