Budaya

Kresesek dan Sarung Rimpu Ciri Khas Baju Adat Sumbawa

Salah satu daerah yang memiliki baju adat unik khas Nusantara adalah Sumbawa, sebuah pulau yang terletak di Indonesia bagian tengah. Ciri khas baju adat ini mencerminkan budaya dan tradisinya. Melansir dari indonesiakaya.com, Sumbawa dihuni dua suku besar, Samawa yang tinggal di Sumbawa Barat dan Mbojo yang berada di wilayah Bima. Masing-masing suku ini memiliki baju […]

Oleh Achmad Aristyan

Kresesek dan Sarung Rimpu Ciri Khas Baju Adat Sumbawa
Kain Rimpu yang menjadi baju adat Suku Mbojo di Bima. Foto: sumbawanews.com
Diterbitkan

Salah satu daerah yang memiliki baju adat unik khas Nusantara adalah Sumbawa, sebuah pulau yang terletak di Indonesia bagian tengah. Ciri khas baju adat ini mencerminkan budaya dan tradisinya.

Melansir dari indonesiakaya.com, Sumbawa dihuni dua suku besar, Samawa yang tinggal di Sumbawa Barat dan Mbojo yang berada di wilayah Bima. Masing-masing suku ini memiliki baju adat yang kaya akan nilai budaya.

Pengaruh Budaya Makassar 

Baju adat Sumbawa Barat sangat dipengaruhi kedatangan masyarakat Makassar pada masa lalu. Hal ini tercermin dari desain dan gaya pakaian adat yang mirip dengan baju bodo khas Makassar. 

Baju bodo sendiri adalah pakaian tradisional wanita Makassar yang terkenal dengan bentuknya yang sederhana dan tidak berkerah, biasanya dikenakan dengan kain sarung.

Begitu juga dengan baju adat tradisional daerah Sumbawa Barat, yang mengenakan kain dengan motif dan hiasan yang serupa dengan baju bodo. 

Kain tenun yang dikenakan pada baju adat ini semakin mempertegas hubungan budaya yang erat antara dua daerah Sumbawa Barat dan Makassar.

Sarung Kresesek

Dilansir dari koropak.co.id, yang membedakan pakaian adat Sumbawa adalah penggunaan sarung tenun khas daerah yang dikenal dengan sebutan kresesek.

Sarung ini terbuat dari benang tenun yang diproses dengan cara khas, menghasilkan corak unik. 

Sarung kresesek digunakan di bagian bawah pakaian adat, sebagai pelengkap yang menambah keindahan dan keunikan baju adat Sumbawa.

Motif dan warna yang ada pada sarung kresesek memperlihatkan kearifan lokal yang telah diwariskan masyarakat Sumbawa secara turun temurun.

Sarung Kresesek yang jadi salah satu ornament dalam pakaian adat Bumbawa. Foto: indonesiakaya.com

Kain Rimpu, Penutup Kepala

Sementara itu, di wilayah Bima yang dihuni suku Mbojo, baju adat mereka lebih didominasi penggunaan kain sarung. Sarung ini tidak hanya dikenakan pada bagian tubuh bawah, tetapi juga digunakan di bagian kepala sebagai penutup. 

Sarung ini dikenal dengan nama rimpu, dan sering dipakai wanita suku Mbojo sebagai penutup kepala. Kain rimpu yang dikenakan sebagai penutup kepala ini menunjukkan betapa dalamnya nilai-nilai keagamaan dan sosial dalam budaya masyarakat Bima.

Kekayaan Budaya

Secara keseluruhan, baju adat ini memiliki kekayaan sejarah dan kearifan budaya yang sangat menarik. Baik baju adat khas Sumbawa Barat yang mirip dengan baju bodo Makassar, maupun baju adat suku Mbojo.

Persamaannya adanya penggunaan sarung rimpu, keduanya menunjukkan betapa pentingnya kain dan sarung dalam kehidupan masyarakat Sumbawa. (Dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya04 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan