By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanusemmanusemmanus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Legenda Ciung Wanara, Kisah Kerajaan Sunda Galuh
Share
Font ResizerAa
emmanusemmanus
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus > Blog > Cerita Rakyat > Legenda Ciung Wanara, Kisah Kerajaan Sunda Galuh
Cerita Rakyat

Legenda Ciung Wanara, Kisah Kerajaan Sunda Galuh

Anisa Kurniawati
Last updated: 29/12/2024 06:29
Anisa Kurniawati
Share
Ilustrasi: Candi Cangkuang di Garut, Jawa Barat, peninggalan penting dari Kerajaan Sunda Kuno Galuh, sekira abad ke-8 Masehi. Foto: Wikimedia Commons/Gunawan Kartapranata
SHARE

Ciung wanara adalah cerita rakyat yang berasal dari Jawa Barat yang berlatar pada masa kerajaan Galuh. Kisah ini berfokus pada konflik keluarga, perebutan kekuasaan, serta perjalanan seorang putra mahkota bernama Ciung Wanara.

Dahulu kala, Kerajaan Galuh dipimpin oleh seorang raja bernama Prabu Permana di Kusumah. Ia memiliki dua istri, yaitu Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep.

Setelah memerintah dalam waktu yang lama Raja memutuskan untuk menjadi seorang pertapa dan karena itu ia memanggil menteri Aria Kebonan ke istana. 

Aria Kebonan kemudian diubah menyerupai Prabu Permana di Kusumah. Dia juga mengubah namanya menjadi Prabu Barma Wijaya. Dia kemudian diperbolehkan menjadi raja sementara.

Kelahiran Dua Pangeran

Suatu malam kedua ratu bermimpi bahwa bulan jatuh di atas mereka. Hal ini aneh karena mimpiitut biasanya peringatan bagi wanita yang akan hamil. Sedangkan Prabu Barma Wijaya Kusumah merasa tak memperlakukan kedua ratu seperti istri sendiri.

Dia kemudian memanggil pertapa Ajar Sukaresi yang sebetulnya adalah Prabu Permana di Kusumah yang sedang menyamar. Ajar Sukaresi mengatakan, kedua permaisuri sedang hamil anak laki-laki. 

Prabu Barma Wijaya Kusumah tak terima dengan ucapan Ajar Sukaresi dan berusaha membunuhnya menggunakan keris. Namun, serangannya tidak mempan. Kendati demikian, tubuh Ajar Sukaresi menjelma menjadi seekor naga bernama Nagawiru. 

Sementara itu, kedua permaisuri itu benar hamil dan melahirkan. Dewi Pangrenyep melahirkan putra bernama Hariang Banga. Sementara itu Dewi Naganingrum belum melahirkan. 

Suatu ketika, bayi dalam kandungan Dewi Naganingrum bisa berbicara dan mengatakan bahwa kekuasaan Prabu Barma Wijaya Kusumah akan berakhir karena sikap jahat dan janji yang dilanggar.

Mendengar hal itu, Prabu Barma Wijaya Kusumah ketakutan. Dia kemudian bersekongkol dengan Dewi Pangrenyep. Mereka berencana menukar bayi Dewi Naganingrum dengan anak anjing setelah lahir untuk dilemparkan ke Sungai

Ciung Wanara Jadi Raja

Bayi yang dibuang itu hanyut di sungai hingga ditemukan seorang pasangan petani tua. Pasangan ini merawat bayi itu dengan kasih sayang. Dia tumbuh menjadi pemuda yang kuat, cerdas, dan pemberani bernama Ciung Wanara.

Ciung Wanara akhirnya mengetahui bahwa ia adalah keturunan bangsawan Galuh. Dengan tekad yang kuat, Ciung Wanara pergi ke istana untuk mencari orang tuanya. Di perjalanan, ia bertemu Nagawiru yang memberikan telur untuk ditetaskan. 

Saat melanjutkan perjalanan, Ciung Wanara turut membawa telur yang tak terasa telah menjadi ayam jantan. Sesampainya di istana, di Galuh sedang ada ajang sabung ayam besar-besaran. Ayam Ciung Wanara tak ketinggalan ikut serta, hingga menjadi ayam  yang tak terkalahkan.

Kehebatan ayam itu terdengar Prabu Barma Wijaya dan diajak untuk berduel. Ciung Wanara setuju, akan tetapi ia meminta satu permintaan kepada raja. Jika dia menang, sang raja harus menyerahkan setengah kerajaan. Sang Raja setuju. 

Ayam milik Ciung Wanara akhirnya menang, dia menjadi raja dari setengah kerajaan. Dia membangun penjara besi untuk mengurung orang-orang jahat, termasuk Prabu Barma Jaya dan Dewi Pangrenyep. 

Hariang Banga anak Dewi Pangrenyep tidak terima dan merencanakan pemberontakan. Akibatnya terjadi perang saudara. Di tengah pertempuran, tiba-tiba muncul sosok Raja Prabu Permana Di Kusumah. Dia melarang keduanya bertarung karena mereka adalah saudara. 

Sang Raja mengeluarkan titah bahwa keduanya akan menjadi pemimpin kerajaan, Ciung Wanara di Galuh dan Hariang Banga di negara baru yang terletak di timur Sungai Brebes. (Diolah dari berbagai sumber)

You Might Also Like

Kisah Bertabur Makna Si Leungli dan Si Bungsu

Mengungkap Legenda Lutung Kasarung di Kebumen

Sejarah di Balik Patung Ikonik Hiu dan Buaya di Surabaya

Kisah Pak Kikir dan Asal Usul Nama Daerah Cianjur, Jawa Barat

Legenda Batu Bagga, Kisah Kutukan Anak Durhaka

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Anisa Kurniawati
Content Writer
Previous Article 5 Destinasi Wisata Lokasi Syuting Film Horor, Berani Berkunjung?
Next Article Menyaksikan Peradaban Tertua di Museum Nasional Indonesia
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanusemmanus
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?