By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanusemmanusemmanus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Mahasiswa ISTT Surabaya Gelar Art Photography Exhibition 2024
Share
Font ResizerAa
emmanusemmanus
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus > Blog > Event > Mahasiswa ISTT Surabaya Gelar Art Photography Exhibition 2024
Event

Mahasiswa ISTT Surabaya Gelar Art Photography Exhibition 2024

Anisa Kurniawati
Last updated: 02/02/2025 15:09
Anisa Kurniawati
Share
Mahasiswa DKV ISTTS Pajang Karya Fotonya lewat Pameran Art Photography Exhibition 2024 -Foto: Infopublik
SHARE

Tantangan teknologi saat ini khususnya Artificial Intelligence (AI) membuat para fotografer harus mengembangkan kreativitasnya lebih baik.

Terkait hal ini, para mahasiswa semester lima dan tujuh jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) mata kuliah fotografi di Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) mengadakan pameran Art Photography Exhibition 2024, 16-18 Desember 2024.

Pameran  yang berlangsung di Auditorium ISTTS ini, bertajuk ‘Capturing the Essence of Life through Lens and Storytelling‘ itu, diikuti oleh 32 mahasiswa dan empat dosen ISTTS.

Setiap fotografer menampilkan setidaknya dua foto dari satu seri dengan total 10 foto.

Dalam pameran ini, setiap fotografer menyoroti keindahan dari berbagai macam topik di dalam kehidupan hasil visualisasi melalui karya foto, yang berkaitan dalam serinya dan penceritaan yang keseluruhannya dapat diapresiasi dan diinterpretasikan oleh audiens.

Dosen pengampu Mata Kuliah Pilihan (MKP) Fotografi ISTTS, Yulius Widi menyampaikan perkembangan fotografi saat ini sangat besar apalagi diiringi munculnya AI.

Fenomena ini  membuat kesenjangan bagi para pegiat fotografi untuk menjadikannya sebagai sebuah alat baru. Ia menginginkan AI hanya sebagai pendamping untuk membantu proses editing foto.

“Jadi saya inginnya AI itu tidak hanya membuat sebuah prom saja kalau di fotografi ya. Tapi saya tetap menggunakan AI sebagai tool saja. Saya memperbolehkan karya-karya di sini menggunakan teknologi terbaru, yakni dengan motret dulu kemudian diedit menggunakan AI. Sehingga tidak 100% prom. Karena kan beda bukan fotografi,” jelasnya, Rabu (18/12/2024) dikutip dari Infopublik.

Di pameran Art Photography ini, Yulius mengatakan, para peserta diberikan kebebasan untuk mengeluarkan idenya melalui karya foto yang dipajang.

“Karena ini kan jurusannya DKV. Biasanya karyanya itu kan by order. Nah di art photo itu benar-benar saya bebaskan. Anda itu juga bisa punya ide sendiri tanpa order dari orang lain. Sehingga itu akan menguatkan kreativitas,”imbuhnya.

Terkait tantangan perkembangan teknologi AI, Yulius menerangkan, bagi para fotografer saat ini tinggal menunggu waktu untuk memanfaatkan AI sebaik-baiknya ketika mengembangkan kreatifitas melalui karya foto yang dihasilkan.

Sehingga, Ia berharap supaya para fotografer tidak merasa tersaingi dengan AI.

“Ke depannya, saya yakin ya seperti waktu zaman lukis, seni lukis itu ditimpa oleh fotografi dulu. Waktu itu kan pelukis itu sangat benci dengan teknologi fotografi. Fotografi pun sekarang banyak yang takut dengan AI. Terakhir masalah waktu nanti kan. AI nanti toh juga akan jadi seni yang lain. Saya yakin akan seperti itu karena yang tidak bisa diwakili AI itu cuma kreativitas sama hati nurani itu nggak bisa diwakili oleh AI,” jelasnya.

Mengingat pameran ini adalah wujud penilaian mata kuliah pilihan fotografi ketika di semester akhir, Yulius mengatakan, sehingga setiap peserta yang masih mahasiswa tingkat atas supaya menjadi modal bagi mereka saat menghadapi kelulusan.

“Pameran art photography ini saya kira bisa memicu lebih tinggi kreativitas yang harapannya para mahasiswa itu bisa lebih kreatif menghadapi teknologi yang luar biasa ini. Kalau tidak kreatif kan ya nggak jadi apa-apa kalah sama teknologi ya kan. Jangan sampai kalah sama teknologi,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana pameran Aurelius Andika mengatakan, pameran ini diadakan memang untuk tugas mata kuliah pilihan art fotografi, yang setiap konsep karyanya tergantung oleh masing-masing karya photografer.

“Seperti karya foto saya sendiri itu, temanya kayak semacam kurungan. Jadi kayak kurungan kehidupan yang tampaknya ideal tapi sebenarnya itu menyiksa orang yang ada di hidup itu. Nah terus saya update konsep-konsep lain juga. Itu masing-masing foto juga disertai sama narasi yang mendukung konsep yang mereka angkat,”imbuh mahasiswa yang kerap disapa Lius tersebut.

Ketentuan untuk mengikuti pameran bagi peserta, Lius menyebutkan, setiap mahasiswa harus menyerahkan minimal 10 karya foto. Namun, karena ruangan pameran juga lumayan terbatas, satu satu orang mencetak ekitar dua sampai tiga atau empat foto dengan ukurannya yang lebih kecil-kecil.

“Di dalam ruang pameran juga ada katalog jadi bisa dilihat foto lengkapnya 10 foto dalam satu seri itu. Total karya foto yang dipajang dalam ruangan ini ada 69 karya,”jelasnya.

Ia menuturkan dalam pameran art photography ini, setiap peserta benar-benar dikasih kebebasan untuk menentukan temanya sendiri, sehingga mereka dapat mempersembahkan karya dengan maknanya masing-masing yang lebih tereksplore kreatifitasnya. Melalui pameran ini, Ia berharap bisa belajar lebih mendalam untuk menggali kreatifitasnya sebagai pegiat fotografi.

“Jadi kalau dari semacam mood dari pameran ini sendiri, Capturing the essence of life through lens and storytelling, apapun di dalam hidup itu bisa diangkat. Sehingga jika misalnya kita cukup punya kreativitas, ya kalau ditangkap dan ada konsepnya itu kan pasti sebenarnya itu sesuatu yang layak buat ditunjukkan ke khalayak umum juga. Jadi benar-benar ya explore around you. Kamu pasti bisa menemukan hal-hal yang menarik buat diangkat menjadi suatu hasil karya,” tambahnya.

You Might Also Like

Wisatawan Banjiri Lombok Jelang MotoGP 2024

Seni Budaya Tapal Kuda Meriahkan Madura Culture Festival 2024

IC Fest 2024 Pertemukan Sineas Film Lokal dan Investor Potensial

Porsche Indonesia Gabungkan Seni dan Otomotif di Classic Art Week 2025

Bali International Air Show, Event Spektakuler Wisata Dirgantara

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Anisa Kurniawati
Content Writer
Previous Article Seni Tayub Nganjuk, Tarian Pergaulan Yang Kini Mengikuti Zaman
Next Article Sinergi Membatasi Ruang Gerak Para Pelaku Judi Online
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanusemmanus
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?