Marco Bezzecchi keluar sebagai juara Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 setelah menyelesaikan balapan sepanjang 27 lap di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (11/10/2026). Marc Marquez harus puas finis di posisi keenam dalam balapan yang kembali menempatkan Mandalika sebagai perhatian dunia olahraga internasional.
Kemenangan Bezzecchi dan kemeriahan balapan menjadi bagian dari keberhasilan Indonesia menyelenggarakan kompetisi MotoGP. Namun, setelah para pembalap meninggalkan lintasan dan penonton pulang, ada pekerjaan yang tidak kalah penting bagi NTB, yakni memastikan Mandalika tetap menjadi tujuan wisata ketika tidak ada balapan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga atau sport tourism kelas dunia. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri upacara pembukaan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Sirkuit Mandalika, Minggu (11/10/2026).
Menurut Widiyanti, MotoGP merupakan agenda strategis nasional dalam pengembangan wisata olahraga. Keberhasilan penyelenggaraannya melibatkan kolaborasi antara InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Mandalika Grand Prix Association (MGPA), pemerintah pusat dan daerah, asosiasi, industri pariwisata, serta pemegang lisensi MotoGP, Dorna Sports.
Selama empat tahun penyelenggaraan, ajang ini menunjukkan perkembangan positif melalui peningkatan jumlah penonton dan perhatian masyarakat internasional. Pada 2026, jumlah pengunjung tercatat lebih dari 150 ribu orang, menjadi yang tertinggi selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika.
Direktur Utama InJourney Maya Watono dan Gubernur NTB menyebut dampak ekonomi berganda atau multiplier effect dari penyelenggaraan tahun ini diperkirakan mencapai Rp5 triliun. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi kegiatan olahraga internasional dalam menggerakkan aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan pariwisata.
Sebelumnya, kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) memperkirakan dampak ekonomi MotoGP pada tahun penyelenggaraan sebelumnya mencapai Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun secara nasional. Angka ini berasal dari periode dan cakupan kajian yang berbeda sehingga tidak dapat langsung dibandingkan dengan estimasi 2026.
Widiyanti menyebut manfaat penyelenggaraan MotoGP menjangkau sejumlah sektor, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tingkat hunian hotel dilaporkan mencapai 100 persen di kawasan Mandalika serta 90 persen di Lombok Tengah dan Kota Mataram.
Peningkatan kunjungan wisatawan selama balapan memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan. Namun, dampak ekonomi selama acara berlangsung baru menjadi salah satu ukuran keberhasilan. Tantangan berikutnya adalah menjaga agar aktivitas pariwisata dan peluang usaha tidak berhenti ketika agenda balap selesai.
Eksitensi Mandalika Usai MotoGP
Sirkuit internasional menjadi daya tarik utama Mandalika, tetapi kawasan ini tidak harus bergantung sepenuhnya pada MotoGP. Lombok memiliki bentang alam pesisir, pantai, kuliner, serta kekayaan budaya masyarakat Sasak yang dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata di luar arena balap.
Wisatawan yang datang untuk menyaksikan MotoGP berpeluang memperpanjang masa tinggal dengan mengunjungi destinasi lain di Lombok. Pengalaman tersebut juga membuka ruang bagi penginapan lokal, penyedia transportasi, pemandu wisata, pelaku kuliner, perajin, dan UMKM untuk terhubung dengan pergerakan wisatawan.
Peluang itu membutuhkan pengelolaan yang berkelanjutan. Promosi lintas destinasi, pengembangan kegiatan di luar kalender balap, kualitas layanan, akses transportasi, kebersihan kawasan, dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar Mandalika tidak hanya ramai pada akhir pekan MotoGP.
Keberhasilan juga perlu dilihat melalui indikator jangka panjang, seperti kunjungan wisatawan di luar periode balapan, lama tinggal, pola belanja, serta keberlanjutan usaha masyarakat. Dengan ukuran tersebut, manfaat MotoGP dapat dinilai bukan hanya dari besarnya keramaian, melainkan juga dari kemampuannya memperkuat ekosistem pariwisata daerah.
Kementerian Pariwisata menyatakan akan terus mendukung pengembangan wisata olahraga melalui kolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sinergi antarpemangku kepentingan diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan ajang internasional sekaligus memperluas manfaatnya bagi industri pariwisata dan masyarakat.
Widiyanti menegaskan bahwa olahraga telah berkembang menjadi industri global yang menghubungkan kompetisi, pariwisata, media, dan ekonomi kreatif lintas negara. Karena itu, Indonesia perlu terus mengembangkan potensi wisata olahraga agar daya tarik sebuah acara dapat berlanjut menjadi pengalaman wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Di Mandalika, tepuk tangan bagi para pemenang dan kemeriahan penonton menandai berakhirnya satu putaran kompetisi. Namun, bagi NTB, pekerjaan berikutnya justru dimulai setelah suara mesin balap mereda: menjaga Mandalika tetap hidup sebagai destinasi wisata, bukan hanya ketika MotoGP kembali digelar, melainkan sepanjang tahun.






