By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanus.comemmanus.comemmanus.com
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Masjid Lautze 2 Bandung, Masjid Ikonis Berarsitektur Tionghoa
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
emmanus.comemmanus.com
Font ResizerAa
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus.com > Blog > Warisan Budaya > Masjid Lautze 2 Bandung, Masjid Ikonis Berarsitektur Tionghoa
Warisan Budaya

Masjid Lautze 2 Bandung, Masjid Ikonis Berarsitektur Tionghoa

Ridwan
Last updated: 28/01/2025 13:29
Ridwan
Share
4 Min Read
Masjid Lautze 2 berdiri 1997, merupakan ‘cabang’ dari Masjid Lautze 1 di kawasan Pecinan Jakarta. Foto: Wikimedia Commons/Rifki Syahputra
SHARE

Masjid Lautze 2 merupakan bangunan bergaya Tionghoa berada di Jalan Tamblong Kota Bandung, tepat di sisi kanan dari patung ikonis pemain sepak bola.  Letaknya yang strategis menjadikan masjid ini mudah menarik perhatian banyak orang. 

Memiliki gaya arsitektur khas Tionghoa, dihiasi lampion dan ornamen warna merah dan kuning di bagian dalam bangunan masjid, menjadikan orang akan mengira bangunan ini adalah kelenteng

Dapat Menampung 800 Jemaah

“Awalnya, masjid ini sekitar tahun 1997 dibuka dan luasnya hanya sekitar 6×9 meter. Namun sambil berjalan, kami telah melakukan pelebaran. Sehingga untuk saat ini saja, kami bisa menampung hingga 800 jemaah saat salat Jumat,” ujar Ketua DKM Masjid Lautze 2 Bandung, Rahmat Nugraha dilansir dari Diskominfo Kota Bandung. 

Masjid Lautze 2 berada di tengah kota dan pinggir jalan raya. Letaknya yang strategis menjadikan masjid ini penuh berkah. Hal ini juga berpengaruh pada program reguler maupun program di bulan Ramadan, yang dijalankan oleh DKM. 

Seiring dengan bertambahnya jemaah dan antusias warga sekitar, pihak DKM juga meminta izin agar dapat menutup sebagian ruas Jalan Tamblong saat pelaksanaan ibadah Salat Jumat.

Hasilnya, 800 jemaah bisa ditampung di masjid ini. Padahal awalnya, Masjid Lautze 2 memiliki jemaah kurang dari 100 orang.

Dari Pecinan ke Jalan Tamblong

Masjid Lautze 2 berdiri 1997, merupakan ‘cabang’ dari Masjid Lautze 1 di kawasan Pecinan Jakarta.

Melansir dari berbagai sumber, Masjid Lautze pertama kali didirikan seorang muslim keturunan Tionghoa, Haji Ali Karim tahun 1991 melalui Yayasan Haji Karim Oei (YHKO).

Sementara penamaan Masjid Lautze diambil dari nama jalan di Jakarta, kantor pusat YHKO, yakni Jalan Lautze 87-89 Pasar Baru, Jakarta Pusat. Di Bandung. Penyebutan angka di belakang nama, digunakan hanya untuk membedakan berdasarkan lokasinya saja. 

Rahmat juga menjelaskan Masjid Lautze 2 menjadi tempat mengucap ikrar syahadat bagi saudara-saudara yang hendak menjadi mualaf.

Sejak tujuh tahun ke belakang, ada sebanyak 258 mualaf dengan yang kemudian menjadi jemaah Masjid Lautze 2.

Rahmat menambahkan, bahwa para mualaf tersebut bukan dari keturunan Tionghoa saja, namun juga Prancis, Australia, dan berbagai suku di Indonesia. 

“Karena letak Masjid Lautze 1 di Jakarta itu di kawasan Pecinan, boleh jadi jemaahnya identik dengan keturunan Tionghoa. Nah, kalau di kami, ini rasanya lebih majemuk. Saudara-saudara yang mengucap ikrar syahadat pun lebih majemuk latar belakangnya,” ujar Rahmat.

Secara geografis, letak Masjid bergaya Tionghoa ini berada di Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung. Sehingga, DKM Masjid Lautze 2 merangkul pemuda serta Karang Taruna.

Rahmat mengatakan butuh waktu dua untuk melakukan pendekatan hingga Masjid Lautze menjadi lebih terbuka lagi. 

Aktivitas Berbagai Kegiatan Rohani

Ada berbagai kegiatan kerohanian di Masjid ini. Mulai dari salat berjamaah 5 waktu, pengajian ibu-ibu, dan pengajian anak. Selain itu, ada pengajian para mualaf bagi saudara baru yang memilih Masjid Lautze sebagai tempat mengucap ikrar syahadat.

Dalam menjalankan program regulernya, Rahmat menerangkan bahwa masjid bekerja sama dengan Rumah Amal Salman, dan kolaborator lainnya.

Di bulan Ramadan, selain menggelar ibadah Salat Isya dan Salat Tarawih. Masjid Lautze 2 juga membagikan takjil dan iftar gratis di sekitar kawasan masjid.

Sekitar 700-1.000 kurma dan air mineral, lalu 250-300 makanan berat yang merupakan bantuan dari berbagai pihak dibagikan. 

“Kegiatannya bersifat sosial. Kita sediakan takjil on the street. Kami sediakan 800 sampai 1.000 kurma dan air mineral, lalu ada 250 sampai 300 iftar. Kateringnya kita didukung oleh saudara-saudara baru kita (mualaf) di Masjid Lautze,” bebernya.

Jika Anda tertarik dan ingin mengenal Masjid Lautze 2. Tidak ada salahnya untuk berkunjung dan melihat langsung keunikan masjid ini dari dekat . (Anisa Kurniawati)

You Might Also Like

Lodong Gejlig Tasikmalaya, Alat Musik dari Wadah Air Nira

Tanaman Kamper Al-Qur’an, Jejak Perdagangan Arab di Bumi Nusantara

Kain Tenun Kubang, Sumatera Barat Di Simpang Jalan

Cerita Di Balik Manisnya Wajit Khas Tasikmalaya

Kesenian Jaran Bodhag, Hiburan Dengan Kuda Tiruan

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Ridwan
Content Editor
Previous Article Komunitas Celah-Celah Langit, Berkarya Sejak 1985
Next Article Sindang Reret, Spesialis Makanan Sunda Legendaris
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanus.comemmanus.com
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?