Pariwisata

Melihat Keunikan Pasar Terapung Lok Baitan Banjarmasin

Pasar Terapung Lok Baintan, terletak di Sungai Pinang, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di sini, semua transaksi jual beli dilakukan di atas air. Para pedagang menggunakan sampan atau perahu kecil untuk menjajakan barang dagangan mereka. Di Kalimantan Selatan terdapat dua pasar terapung yang masih aktif, yakni Pasar Terapung Muara Kuin di Banjarmasin dan Pasar Terapung Lok Baintan […]

Oleh Anisa Kurniawati

Melihat Keunikan Pasar Terapung Lok Baitan Banjarmasin
Pasar Terapung di Banjarmasin, Kalimatan Selatan. Foto: Wikimedia Commons/Mahfud651
Diterbitkan

Pasar Terapung Lok Baintan, terletak di Sungai Pinang, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di sini, semua transaksi jual beli dilakukan di atas air. Para pedagang menggunakan sampan atau perahu kecil untuk menjajakan barang dagangan mereka.

Di Kalimantan Selatan terdapat dua pasar terapung yang masih aktif, yakni Pasar Terapung Muara Kuin di Banjarmasin dan Pasar Terapung Lok Baintan di Martapura. Pasar ini menjadi salah satu destinasi wisata paling ikonik di Indonesia.

Pasar Terapung di atas Jukung

Pasar terapung ini menawarkan pengalaman yang unik dan berbeda. Para pedagang dan pembeli di sini menggunakan sampan atau perahu kecil, dalam bahasa Banjar disebut jukung. Ada pula yang memakai klotok atau perahu bermesin.

Di Pasar Terapung Lok Baitan, terdapat puluhan jukung yang menjual berbagai barang, seperti hasil dari perkebunan mereka yaitu buah–buahan, sayur mayur, umumnya yang dijual adalah hasil pertanian dan perkebunan. 

Tidak hanya itu, pasar ini juga menjual berbagai makanan khas banjar seperti kue cucur, soto banjar, dan masih banyak lagi yang diperjual belikan oleh pedagang tersebut. 

Sejarah Awal Pasar Terapung 

Keberadaan Pasar Terapung ini berkaitan erat dengan berdirinya Kerajaan Banjar. Pada pertengahan abad ke-16, Sultan Suriansyah mendirikan kerajaan di tepi sungai Kuin dan Barito yang menjadi cikal-bakal Kota Banjarmasin. 

Sebagaimana sebuah pemerintahan, aktivitas perdagangan di tepi sungai tersebut tumbuh pesat. Pada saat itu, para pedagang berasal dari daerah Tamban, Anjir, Alalak, dan Berangas.

Dikarenakan posisinya berada di pertemuan beberapa anak sungai, kemudian banyak pedagang yang menjajakan barangnya menggunakan perahu yang selanjutnya pasar itu berkembang alamiah. 

Berbagai buah-buahan segar dijajakan penjual di pasar terapung, Banjarmasin, Kalsel. Foto: Wikimedia Commons/Astari28

Menurut J.J. Rizal dkk dalam Menguak Pasar Tradisional Indonesia, aktivitas perdagangan kian meluas hingga melibatkan pedagang-pedagang dari Jawa, Gujarat, dan Tiongkok.

Hal tersebut diakibatkan peran ekonomi dan politik Kerajaan Banjar. Ketika ibukota Kerajaan Banjar pindah ke Martapura, aktivitas perdagangan di Sungai Martapura turut kembang pesat.

Pasar yang Sempat Dilupakan 

Karena lokasinya berada di salah satu anakan Sungai Martapura yang bernama Lok Baintan, pasar terapung ini lebih dikenal dengan sebutan Pasar Terapung Lok Baintan. Namun, Setelah keberadaan  pasar terapung sempat hilang. 

Hal ini dikarenakan perkembangan pembangunan yang lebih fokus di darat. Hingga akhirnya pada awal 2020, pasar terapung tersebut “hidup kembali”.

Hingga saat ini, pasar terapung ini masih ramai. Setiap harinya banyak perahu berkumpul di Lok Baintan menjajakan aneka kebutuhan sehari-hari, hingga tempat ini menjadi objek wisata. 

Tak hanya wisatawan lokal, wisatawan mancanegara pun mendatangi Lok Baintan. Pengunjung yang hendak melihat atau merasakan langsung aktivitas perdagangan di pasar ini bisa menyewa jukung atau klotok (perahu motor) di sekitar Sungai Martapura. (Dari Berbagai sumber)

TopikPariwisata
Pariwisata02 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati