By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanus.comemmanus.comemmanus.com
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Soto Banjar, Hidangan Gurih Dan Legndaris Khas Banjarmasin
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
emmanus.comemmanus.com
Font ResizerAa
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus.com > Blog > Warisan Budaya > Soto Banjar, Hidangan Gurih Dan Legndaris Khas Banjarmasin
Warisan Budaya

Soto Banjar, Hidangan Gurih Dan Legndaris Khas Banjarmasin

Anisa Kurniawati
Last updated: 08/11/2024 06:24
Anisa Kurniawati
Share
Foto: wikimedia commons
SHARE

Soto Banjar, kuliner khas daerah Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kuliner ini terdiri dari ayam kampung, bihun, telur rebus yang disiram dengan kuah kaldu. Diperkirakan ada sejak pertengahan abad ke-15, makanan ini memiliki cita rasa yang gurih dan segar. 

Kuliner soto datang ke Indonesia dibawa imigran China. Pada saat itu, nama soto disebut sebagai jao to, shao du, dan zhu du. Ketiga nama itu dalam dialek Hokkian bermakna jeroan sapi atau babi yang dimasak dengan rempah-rempah. 

Shau du atau jao to merupakan tipikal masakan kanton yang berupa makanan berkuah kaldu dari jeroan yang dicampur berbagai rempah serta ditaburi bawang putih goreng. Perkembangan soto di Indonesia sendiri, disebutkan berasal dari jalur perdagangan laut, Java Sea Zone.

Pada saat itu Banjar adalah satu daerah yang juga banyak didatangi para pedagang China. Soto yang dibawa orang China kemudian dikembangkan agar sesuai dengan lidah orang Indonesia.  Selain orang China, bangsa Belanda, Arab, dan India juga ikut mempengaruhi rasa dari Soto Banjar. 

Akulturasi Bumbu

Soto banjar diperkirakan sudah ada sejak tahun 1563 yang dibawa para pedagang Cina.  Selain itu setelah kedatangan bangsa lain membuat kuliner ini lambat laun mengalami penyesuaian. Misalkan saja penggunaan susu di dalam kuahnya. 

Saat itu di Banjarmasin juga terdapat kuliner sup dan frikadeller atau yang lebih dikenal dengan sebutan perkedel. Kemudian, budaya India, membawa pengaruh dari makanan berbumbu kental seperti kari, yang direpresentasikan pada kuahnya yang kental. 

Selanjutnya, bangsa Arab membawa pengaruh berupa penambahan rempah, cengkeh, adas, dan kayu manis. Kehadiran ragam budaya tersebut tercipta sajian Soto Banjar yang seperti kita kenal sekarang.

Soto banjar sendiri terbuat dari bahan utama ayam kampung dengan sohun dan disajikan dengan lontong atau ketupat isian telur rebus. Biasanya kuliner ini dilengkapi dimakan bersama perkedel, sate ayam atau telur asin. 

Kuliner ini termasuk masakan yang menggunakan banyak rempah-rempah. Selain bahan utamanya yaitu ayam kampung, bahan rempah yang diperlukan yaitu daun jeruk, batang serai, lengkuas, kayu manis, biji pala, cengkih, dan kapulaga. Sementara bumbu halusnya sendiri terdiri dari bawang merah, bawang putih, merica, jahe, kunyit, garam dan gula.

Baca juga: Soto Tauco Tegal, Cita Rasa Sejarah Kuliner Kota Tegal

 Cara membuat Soto Banjar terbilang mudah. Caranya: rebus ayam bersama daun jeruk, serai, dan lengkuas, kayu manis, pala, cengkih, dan kapulaga.Kemudian tumis bumbu halus hingga harum, dan masukan ke dalam panci kaldu, masak hingga mendidih. Masak hingga ayam empuk. Setelah itu, keluarkan ayam dan suwir-suwir. Lantas kaldunya disaring supaya bening.

Cara penyajian kuliner khas banjar ini dengan menaruh sohun ke dalam mangkuk, kemudian tuangi kaldu panas beserta ayam suwir. Tambahkan telur rebus, bawang goreng, dan seledri cincang. Hidangkan bersama perkedel talas, sambal cabai, dan jeruk nipis. Soto Banjar pun siap dihidanhkan dan disantap. (Dari Berbagai sumber)

You Might Also Like

Rumah Adat Banua Oge, Simbol Kejayaan Kerajaan Palu

Indramayu Tetapkan Enam Bangunan Sebagai Cagar Budaya 

Merasakan Sensasi Nasi Cikur Beraroma Bumbu Kencur

Tari Golek Ayun-Ayun, Ekspresi Kecantikan Gadis Jawa

Pentas Wayang Krucil, Kesenian Mini dengan Cerita Besar

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Anisa Kurniawati
Content Writer
Previous Article Melihat Keunikan Pasar Terapung Lok Baitan Banjarmasin
Next Article Tari Baksa Kembang, Tarian Penyambut Tamu Kerajaan
2 Comments 2 Comments
  • Pingback: Soto Karang, Kuliner Unik dari Lereng Gunung Lawu Karanganyar - emmanus.com
  • Pingback: Sensasi Rasa Mie Bancir, Sajian Mie Kuning Asal Banjarmasin - emmanus.com

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanus.comemmanus.com
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?