Tradisi

Mencari Keberkahan Lahan Baru dalam Tradisi Laliq Ugal

Laliq Ugal adalah ritual membersihkan dan mensucikan tanaman tanah. Tujuannya agar tanaman bisa tumbuh subur. Tradisi ini digelar masyarakat adat Dayak Bahau, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Tengah. Tradisi tahunan ini diyakini berasal dari kepercayaan terhadap dewi kesuburan dan dilaksanakan setelah penanaman benih padi di ladang. Puncak acaranya adalah tarian Hudoq. Tarian ini sendiri […]

Oleh Anisa Kurniawati

Mencari Keberkahan Lahan Baru dalam Tradisi Laliq Ugal
Tari hudoq, salah satu salah satu dari prosesi ritual Laliq Ugaal masyarakat adat Dayak Bahau, Kutawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Foto: beri.id
Diterbitkan

Laliq Ugal adalah ritual membersihkan dan mensucikan tanaman tanah. Tujuannya agar tanaman bisa tumbuh subur. Tradisi ini digelar masyarakat adat Dayak Bahau, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Tengah.

Tradisi tahunan ini diyakini berasal dari kepercayaan terhadap dewi kesuburan dan dilaksanakan setelah penanaman benih padi di ladang. Puncak acaranya adalah tarian Hudoq. Tarian ini sendiri adalah penyamaran roh leluhur.

Konon, tarian ini dipercaya sebagai sarana komunikasi antara masyarakat yang membuka lahan dengan roh para leluhur. Tarian ini diiringi berbagai alat musik tradisional Dayak seperti gendang. 

Pelaksanaan Tradisi Laliq Ugal

Ritual Laliq Ugal digelar turun-temurun sekali dalam setahun, biasanya awal tahun. Penentuan waktu ini menggunakan perhitungan dengan memperhatikan posisi matahari. 

Lamanya pelaksanaan ritual ini bisa mencapai 15 hari. Sedikitnya terdapat 24 rangkaian ritual yang digelar pada waktu berbeda-beda. Ritual ini bagian budaya agraris masyarakat Dayak dan dipercaya dapat menentukan kesuburan tanaman.

Prosesi Ritual

Dikutip dari Indonesia Kaya, ritual adat Laliq Ugal digelar saat pembukaan lahan. Tujuannya untuk menyucikan tanah secara keseluruhan dan membaginya sesuai keluarga masing-masing. 

Setelah itu, dilakukan upacara kecil dengan meletakkan delapan butir telur ayam kampung di atas bambu. Hal ini sebagai simbol pemberitahuan kepada leluhur bahwa masyarakat Dayak Bahau sedang memulai pembukaan lahan. Pada tahap ini juga diiringi dengan tarian topeng Hudoq.

Selanjutnya, dilaksanakan ritual pengorbanan seekor anak ayam dan pemotongan anjing atau babi untuk memeriksa kondisi hati hewan tersebut.

Ritual ini bertujuan untuk meramalkan masa depan pembukaan lahan. Jika hati hewan tidak cacat, maka pembukaan lahan diprediksi berjalan lancar. 

Puncak ritual yakni memanggil seluruh tamu undangan. Menggunakan gong sambil menari-nari dengan mengelilingi kampung. Ritual berlangsung pagi hari. Kemudian, sore harinya digelar tarian Hudoq, sambil makan-makan bersama. 

Tradisi ini juga berfungsi untuk memperkuat budaya gotong royong yang perlu terus dikembangkan untuk mempererat persatuan dan kesatuan.

Harapannya, tradisi ini dapat terus dilestarikan meskipun dengan keterbatasan yang ada, dan semakin banyak orang yang terlibat agar ritual ini semakin dikenal oleh masyarakat luas. (Dari beberapa sumber)

TopikTradisi
Tradisi21 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Tradisi

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati