Budaya

Mengenal Docang, Kuliner Legendaris Khas Kota Udang

Kota Cirebon, Jawa Barat telah dikenal memiliki beragam kuliner legendaris, termasuk sajian makanan tradisonal bernama Docang. Hidangan ini sayang untuk dilewatkan saat berkunjung ke kota Udang. Selama ini, Docang menjadi menu sarapan khas warga setempat. Docang mungkin tidak setenar nasi jamblang, empal gentong, atau tahu gejrot, namun keberadaannya tetap hidup dan menjadi bagian penting dari […]

Oleh Achmad Aristyan

Mengenal Docang, Kuliner Legendaris Khas Kota Udang
Sajian kuliner Docang Pak Kumis di Jalan Tentara Pelajar Cirebon, Jawa Barat. Foto: GoogleMaps/ deni andriyanto
Diterbitkan

Kota Cirebon, Jawa Barat telah dikenal memiliki beragam kuliner legendaris, termasuk sajian makanan tradisonal bernama Docang. Hidangan ini sayang untuk dilewatkan saat berkunjung ke kota Udang. Selama ini, Docang menjadi menu sarapan khas warga setempat.

Docang mungkin tidak setenar nasi jamblang, empal gentong, atau tahu gejrot, namun keberadaannya tetap hidup dan menjadi bagian penting dari tradisi kuliner Cirebon. Bahkan, kuliner yang satu ini memiliki nilai historis yang berkaitan erat dengan sejarah penyebaran Islam di Jawa.

Disukai Para Wali

Cerita tentang asal-usul Docang berasal dari legenda yang cukup menarik. Diceritakan bahwa suatu waktu, seorang pangeran yang tidak senang dengan dakwah para Wali Songo. Dia lslu mencoba meracuni mereka dengan memberikan makanan berupa lontong yang disiram kuah khas. 

Namun, alih-alih berakibat buruk, para Wali justru menikmati dan menyukai makanan ini. Sejak saat itu, hidangan ini dikenal luas dan menjadi bagian dari budaya kuliner masyarakat Cirebon.

Baca juga:Kerupuk Melarat Bukan Sekedar Makanan Rakyat Jawa Barat

Kerupuk Putih

Docang terdiri dari beberapa bahan yang sangat khas. Lontong yang dipotong-potong menjadi bagian utama dari hidangan ini, lalu diberi kuah oncom yang gurih. 

Terdapat pula tambahan berbagai bahan segar seperti daun singkong, daun kucai, dan tauge, yang memberikan rasa segar dan tekstur renyah pada setiap suapan.

Keistimewaan lain dari kuliner ini adalah kerupuk putih yang dihancurkan, memberikan rasa yang unik dan sedikit berbeda dibandingkan kerupuk pada umumnya. Tidak ketinggalan, parutan kelapa menjadi pelengkap yang memberikan aroma khas dan rasa gurih pada hidangan ini.

Baca juga: Nasi Lengko, Kuliner Tradisional Bergizi Khas Cirebon

Sajian Docang, kuliner khas Kota Udang. Foto: GoogleMaps/Harsin Afrizal

Menjadi Tradisi 

Di Cirebon, Docang bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari tradisi. Pada perayaan Mauludan, misalnya, ratusan pedagang musiman akan memenuhi Lapangan Keraton Kasepuhan. Mereka menyajikan hidangan khas ini kepada warga maupun para wisatawan. 

Selain itu, penjual Docang juga bisa ditemukan di sekitar Keraton Kanoman. Docang juga banyak dijual pedagang di sekitar Jalan Tentara Pelajar atau bahkan di dekat Stasiun Cirebon. Makanan ini sangat mudah dijumpai, dan menjadi pilihan sarapan atau makan siang ringan di Cirebon.

Bergizi Tinggi

Docang memiliki cita rasa yang menyegarkan, dengan kombinasi kuah oncom yang gurih, sayuran segar, dan lontong yang kenyal. Selain lezat, Docang juga merupakan pilihan kuliner bergizi karena bahan-bahannya yang sehat dan mengandung banyak serat. 

Dengan adanya daun singkong, tauge, dan kelapa parut, hidangan ini menjadi pilihan yang tepat untuk memulai hari dengan penuh energi. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya18 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan