Pariwisata

Museum Balanga, Etalase Warisan Budaya Kalimantan Tengah

Museum Balanga, terletak di Kota Palangka Raya, tepatnya di jalan Tjilik Riwut KM 2,5. Museum ini diresmikan pada tanggal 6 April 1973 dan digunakan sebagai media pembelajaran tentang budaya dan sumber daya alam di lingkungan hidup Suku Dayak. Dulunya, museum ini digunakan sebagai Gedung Monumen Dewan Nasional (GMDN) yang dibangun pada 1963. Kemudian atas usul […]

Oleh Anisa Kurniawati

Museum Balanga, Etalase Warisan Budaya Kalimantan Tengah
Foto: infopublik.id
Diterbitkan

Museum Balanga, terletak di Kota Palangka Raya, tepatnya di jalan Tjilik Riwut KM 2,5. Museum ini diresmikan pada tanggal 6 April 1973 dan digunakan sebagai media pembelajaran tentang budaya dan sumber daya alam di lingkungan hidup Suku Dayak. 

Dulunya, museum ini digunakan sebagai Gedung Monumen Dewan Nasional (GMDN) yang dibangun pada 1963. Kemudian atas usul Kepala Kantor Perwakilan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dibangun menjadi museum pada 1972 oleh Pemda Tingkat I Kalimantan Tengah.

Pada 6 April 1973 museum ini diresmikan dengan nama “Balanga”. Kata Balanga sendiri berasal dari nama koleksi unggulan yang menjadi sebuah simbol peradaban Masyarakat Dayak. Selanjutnya, pada 26 November 1990 Direktur Jenderal Pendidikan dan Kebudayaan, GVH. Vooger meresmikannya dengan nama Museum Negeri Provinsi Kalimantan Tengah “Balanga”. 

Kemudian berdasarkan Pergub, Nomor 46 tahun 2017 tanggal 28 november 2017 menjadi UPT Museum Kalimantan Tengah “Balanga” di bawah pembinaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.  Tujuan dari museum ini adalah sebagai media pembelajaran dan pendidikan Suku Dayak di Kalimantan Tengah.’

Memiliki 4000 Koleksi

Disamping itu, Museum Balanga bertugas untuk mengumpulkan dan mendokumentasi benda-benda budaya (artefaks) dan sumber daya alam, melakukan pengadaan dan mengkonversikan benda-benda budaya untuk dipamerkan, serta menyajikan benda-benda budaya agar bisa menarik minat masyarakat. 

Museum juga memiliki lebih dari 4.000 koleksi. Koleksi tersebut diatur berdasarkan rangkaian kehidupan manusia, mulai dari peralatan upacara fase kelahiran, perkawinan dan kematian. Di museum tersebut juga ada senjata tradisional seperti Sumpit, Duhung, dan Mandau, hingga warisan budaya rumah tradisional suku Dayak, yaitu rumah Betang.

Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, koleksi yang ada pada Museum diklasifikan menjadi 10 objek yaitu, Geologika (188 koleksi), Biologika (40 koleksi), Etnografika (1.383 koleksi), Arkeologika (112 koleksi), Historika (1.116 koleksi), Numismatika/Heraldika (781 koleksi), Filologika (4 koleksi), Keramologika (572 koleksi), Seni rupa (5 koleksi) serta Teknologika (53 koleksi).

Museum Balanga dibukan dari Senin -Jumat, mulai pukul 08.00-15.00. Untuk hari Sabtu, Minggu serta hari libur nasional museum ini ditutup. Harga tiket mulai dari Rp. 1500 untuk TK/SD, siswa SMP/SMA: Rp 2.500, Mahasiswa: Rp 3.500, Umum/dewasa: Rp 4.000, Pejabat: Rp 4.500, dan Turis asing: Rp 20.000. (Dari Berbagai sumber)

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati