By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanus.comemmanus.comemmanus.com
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Digelar di Kampung Ketandan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
emmanus.comemmanus.com
Font ResizerAa
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus.com > Blog > Tradisi > Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Digelar di Kampung Ketandan
Tradisi

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Digelar di Kampung Ketandan

Anisa Kurniawati
Last updated: 03/02/2025 13:31
Anisa Kurniawati
Share
Pertunjukan barongsai dalam kegiatan PBTY tahun 2024. Foto: jogjakota.go.id
SHARE

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) kembali diselenggarakan  di Kampung Ketandan kawasan Malioboro, DI Yogyakarta pada 6-12 Februari 2025. Hal yang membedakan tahun ini, sebagian kegiatan PBTY XX diadakan di panggung Teras Malioboro Ketandan.

Dilansir dari jogjakota.go.id, PBTY 2025 bertema seni budaya membentuk karakter bangsa.

PBTY sebagai bentuk perayaan Tahun Baru Imlek rutin diselenggarakan paguyuban Jogja Chinese Art & Culture Centre (JCACC) dan didukung berbagai pihak, salah satunya Pemerintah Kota Yogyakarta.

Perkenalkan Budaya Tionghoa Ke Generasi Muda

PBTY menampilkan pagelaran seni budaya Tionghoa dan lokal, pentas seni, pameran seni budaya dan stan bazar kuliner Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)

“PBTY tahun ini temanya seni budaya membentuk karakter bangsa. Seni budaya kita kenalkan dari generasi ke generasi bahwa seni budaya dapat mempersatukan,” kata Ketua JCACC Tandean Harry Setio saat jumpa pers PBTY XX di Balai Kota Yogyakarta, Senin (3/2/2025).

Menurutnya seni budaya bisa dinikmati semua dan semua pihak bisa berkolaborasi dengan indah.

Dalam kegiatan PBTY tidak ada batas-batas atau kisi-kisi. Baik dari arsitektural maupun heterogenitas bisa diterima dengan indah. Oleh sebab itu PBTY juga menjadi simbol toleransi dan wujud keberagaman kebudayaan di Yogyakarta.

Atraksi yang digelar antara lain atraksi liong samsi, naga barongsai dan wayang po tay he.

Ketua JCACC Ketua JCACC Tandean Harry Setio didampingi Ketua Umum PBTY XX Antonius Simon dan Ketua Pelaksana PBTY XX Subekti menjelaskan kegiatan PBTY saat jumpa pers di kompleks Balai Kota Yogyakarta. Foto: .jogjakota.go.id

Selain itu pameran seni budaya di Rumah Budaya Kampung Ketan Tionghoa yang dulunya rumah Kapiten Tan Jin Sing atau dikenal Kanjeng Raden Tumenggung Secodiningrat

“Rumah Budaya dulu sekitar abad ke-18 adalah rumah Secodiningrat atau kapiten, dimana berkontribusi terhadap sejarah di Yogyakarta. Lokasinya Kawasan pecinan yang dulunya sebagai tempat administrasi pajak. Kita angkat karena mempunyai situs cagar budaya baik dari bangunan maupun sejarah dan salah satu pendukung sumbu filosofi Yogyakarta,” terang Hary didampingi Ketua Umum PBTY XX Antonius Simon.

Terkait PBTY Tahun Baru Imlek 2025 ini merupakan shio ular kayu dalam kalender Tionghoa.

Harry menilai shio ular kayu melambangkan suatu kehidupan dan perjuangan. Ular tidak bisa diprediksi karena kadang dirawat dari kecil bisa mematok. Jadi pihaknya berpesan di tahun-tahun ke harus hati-hati dan menghemat. Namun tetap harus mengembangkan dan selalu optimis.

Baca juga: Imlek di Indonesia, Dari Larangan Orba ke Hari Libur Nasional

Karnaval Budaya bagi Masyarakat Yogyakarta

Sementara itu Ketua Pelaksana PBTY XX 2025 Subekti Saputro Wijaya menjelaskan salah satu kegiatan PBTY adalah karnaval budaya pada 6 Februari 2024 dari Parkir Abu Bakar Ali, Malioboro sampai Titik Nol Kilometer.

Karnaval budaya digelar pukul 18.00 sehingga ada pengalihan arus lalu lintas di Malioboro.

“Tahun ini akan ada panggung lomba di dalam Teras Malioboro Ketandan. Kita kolaborasi dengan dinas yang mengelola Teras Malioboro Ketandan. Pameran di Rumah Budaya menyajikan tentang tokoh Tionghoa yang mempunyai peranan penting untuk Bangsa Indonesia,” tambah Bekti.

Adapun untuk pengunjung PBTY disiapkan beberapa kantong parkir antara lain sepanjang Jalan Suryatmajan, Pasar Beringharjo dan Beskalan. Diharapkan masyarakat yang berkunjung ke PBTY bisa menggunakan transportasi publik karena kantong parkir terbatas.

You Might Also Like

Tradisi Cheng Beng Didukung Jadi Wisata Budaya Spiritual

Tradisi Pasar Tambak di Sragen, Pembeli Dilarang Menawar

Upacara Adat Tanam Sasi Bagi Yang Sudah Tiada di Papua

Prosesi Upacara Ngaben, Ritual Suci Hindu Bali

Tumpeng Sewu, Tradisi Makan Bersama Suku Osing Banyuwangi

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Anisa Kurniawati
Content Writer
Previous Article Taman Nasional Bunaken, Surga Terumbu Karang di Manado
Next Article Legenda Arjuna dan Asal Usul Gunung Arjuno di Jawa Timur
1 Comment 1 Comment
  • registrēties binance says:
    12/03/2025 at 09:23

    Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanus.comemmanus.com
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?