By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanus.comemmanus.comemmanus.com
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Perjalanan Getuk Goreng Khas Kabupaten Banyumas Sejak 1918
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
emmanus.comemmanus.com
Font ResizerAa
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus.com > Blog > Warisan Budaya > Perjalanan Getuk Goreng Khas Kabupaten Banyumas Sejak 1918
Warisan Budaya

Perjalanan Getuk Goreng Khas Kabupaten Banyumas Sejak 1918

Achmad Aristyan
Last updated: 16/01/2025 08:06
Achmad Aristyan
Share
Getuk Goreng khas Sokaraja yang bercita rasa manis legit. Foto: visitjawatengah.jatengprov.go.id
SHARE

Getuk Goreng adalah makanan tradisional khas Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang telah menjadi salah satu ikon kuliner dan camilan favorit daerah ini.

Makanan ini dibuat dari bahan dasar singkong, yang dalam bahasa lokal disebut “budin,” yang diolah dengan tambahan gula jawa. Perpaduan bahan ini menciptakan cita rasa manis dan gurih yang khas.

Sejarah Getuk Goreng  

Melansir dari visitjawatengah.jatengprov.go.id, keberadaan Getuk Goreng bermula dari kisah unik pada tahun 1918. Sanpirngad, seorang pedagang nasi rames keliling di Sokaraja, awalnya menjual getuk basah sebagai salah satu dagangannya. 

Namun, ketika dagangannya tidak laku, dia mencoba menggoreng getuk basah itu agar tidak terbuang. Hasilnya, getuk yang digoreng ini mendapatkan respons positif dari para pembeli dan langsung menjadi favorit. 

Sejak saat itu, Getuk Goreng menjadi dagangan utama Sanpirngad dan terus berkembang menjadi makanan khas yang dikenal hingga kini.  

Varian Rasa dan Inovasi Modern  

Dilansir dari Indonesia.go.id, pada awalnya Getuk Goreng hanya memiliki rasa asli dari perpaduan singkong dan gula jawa. Namun, seiring berjalannya waktu, inovasi mulai diterapkan.

Saat ini, Getuk Goreng tersedia dalam berbagai varian rasa, seperti durian, cokelat, nangka, nanas, dan banyak lagi. Inovasi rasa ini membuat Getuk Goreng semakin diminati, terutama generasi muda yang mencari variasi dalam makanan tradisional.  

Sentra Produksi dan Popularitas  

Sokaraja menjadi pusat produksi Getuk Goreng, dengan banyak toko yang menjual makanan ini sebagai oleh-oleh khas.

Salah satu yang terkenal adalah toko Getuk Goreng yang menggunakan nama “Sanpirngad” sebagai penghormatan kepada penemunya. 

Hingga kini, Getuk Goreng tidak hanya menjadi camilan lokal, tetapi juga sering dibawa wisatawan sebagai oleh-oleh khas Banyumas.  

Warisan Kuliner yang Melekat di Hati  

Getuk Goreng tidak hanya menjadi makanan lezat, tetapi juga simbol kreativitas dan ketekunan dalam menghadapi tantangan.

Dari upaay coba-coba seorang pedagang hingga menjadi ikon kuliner, Getuk Goreng terus mempertahankan popularitasnya dan menjadi bukti bahwa inovasi dalam tradisi dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa.  

Trivia Menarik

  • Getuk Goreng sering menjadi bagian dari acara adat atau festival lokal di Banyumas.
  • Dalam sehari, sebuah toko Getuk Goreng terkenal di Sokaraja dapat memproduksi hingga ribuan bungkus untuk memenuhi permintaan pembeli.
  • Makanan ini memiliki masa simpan yang cukup lama karena proses penggorengan membuatnya lebih awet dibandingkan getuk basah.

You Might Also Like

Seni Tayub Nganjuk, Tarian Pergaulan Yang Kini Mengikuti Zaman

Tembawang Tampun Juah, Hutan Perjuangan Masyarakat Dayak

Lodong Gejlig Tasikmalaya, Alat Musik dari Wadah Air Nira

Menelusuri Kisah Kuliner Legendaris Gudeg Yogyakarta

Mencicipi Sajian Mi Koclok Berkuah Kental Khas Cirebon

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Achmad Aristyan
Content Writer
Previous Article Perjalanan Pujangga Rendra, Ikon Sastra dan Legenda Indonesia
Next Article Pesta Lomban Jepara, Pelestarian Tradisi Budaya Nelayan
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanus.comemmanus.com
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?