By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanusemmanusemmanus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Pesan Kedamaian di Balik Pertarungan Tradisi Presean
Share
Font ResizerAa
emmanusemmanus
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus > Blog > Tradisi > Pesan Kedamaian di Balik Pertarungan Tradisi Presean
Tradisi

Pesan Kedamaian di Balik Pertarungan Tradisi Presean

Achmad Aristyan
Last updated: 07/01/2025 14:59
Achmad Aristyan
Share
Dua orang lelaki sedang berduel dalam tradisi Presean. Foto: Wikipedia/RaiyaniM
SHARE

Suara gamelan khas Lombok, Nusa Teggara Barat mengalun lembut sebagai pembuka sebuah tradisi yang telah hidup dan berkembang selama ratusan tahun yakni Presean.

Tradisi ini merupakan sebuah seni pertarungan yang menjadi simbol kejantanan lelaki di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Presean bukan hanya sekadar adu fisik, tetapi juga sarat akan makna budaya dan nilai spiritual.  

Asal Usul Presean  

Tradisi Presean berakar dari kebiasaan para prajurit Sasak yang merayakan kemenangan setelah kembali dari medan perang. Selain itu, tradisi ini juga digunakan sebagai upacara meminta hujan pada bulan ketujuh dalam kalender Sasak. 

Seiring berjalannya waktu, Presean bertransformasi menjadi sebuah pertunjukan seni budaya yang sering menghiasi perayaan kesenian di Lombok. Dalam Presean, dua lelaki yang disebut pepadu saling berhadapan di sebuah arena terbuka. 

Para pemain tradisi ini dilengkapi dengan senjata tongkat rotan yang disebut pejalin dan tameng bernama ende, yang terbuat dari bahan kulit kerbau.

Pertarungan ini dipimpin dua wasit, yaitu pakembar sedi di sisi lapangan dan pakembar tengaq di tengah arena, yang memastikan jalannya pertarungan berlangsung adil dan sesuai aturan.  

Setiap pertandingan berlangsung selama lima ronde, masing-masing berdurasi tiga menit. Suasana mendebarkan mengiringi setiap aksi yang ditampilkan. 

Pepadu saling melancarkan pukulan rotan yang terkadang menyebabkan luka serius, seperti bocor di kepala atau memar di tubuh. Ketika luka parah terjadi, pertandingan dihentikan, dan pepadu baru dipilih untuk melanjutkan tradisi ini.  

Prosesi Sebelum Pertarungan  

Dilansir dari aman.or.id, sebelum bertarung para pepadu mengenakan kain khas Lombok yang diikatkan di kepala dan pinggang. Dengan arahan dari pakembar sedi, mereka diberikan doa serta instruksi agar pertandingan berjalan lancar. 

Iringan musik tradisional, seperti gendang, petuk, rencek, gong, dan suling, menambah semarak suasana pertarungan.  

Nilai Damai di Balik Laga

Walaupun Presean tampak keras dan brutal, tradisi ini memiliki pesan moral yang mendalam. Setiap pepadu diajarkan untuk menjunjung tinggi keberanian, rendah hati, dan menghindari dendam. 

Setelah bertarung, para pepadu akan saling berpelukan sebagai simbol perdamaian dan penghormatan. Presean bukan hanya sebuah tontonan, tetapi juga cerminan budaya Sasak yang kaya akan nilai-nilai luhur. 

Tradisi ini mengajarkan bahwa keberanian sejati tidak hanya terletak pada kekuatan fisik, tetapi juga pada kemampuan menjaga harmoni dan menjunjung tinggi persaudaraan.

Bagi yang berkunjung ke Lombok, menyaksikan Presean adalah cara terbaik untuk memahami jiwa dan karakter masyarakat Sasak yang begitu menghargai keberanian, budaya, dan kedamaian.  (Dari berbagai sumber)

You Might Also Like

Tradisi Mekiwuka, Parade Perayaan Sambut Tahun Baru

Tradisi Konsumsi Singkong di Kampung Adat Cireundeu

Prosesi 12 tahunan Gotong Toapekong Wariskan Tradisi

Prosesi Ajun Arah, Warnai Kenduri Swarnabhumi Jambi

Horja Bius, Cara Masyarakat Batak Menyelesaikan Permasalahan

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Achmad Aristyan
Content Writer
Previous Article Doger Kontrak Subang, Tarian Ronggeng untuk Orang Kasmaran
Next Article Sanggar Paksi Padjadjaran Konsisten Lestarikan Seni Sunda
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanusemmanus
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?