Pameran dan Kontes Bonsai Regional Piala Bupati Wonosobo resmi dibuka, Sabtu, 8 Februari 2025, di Taman Rekreasi Kalianget, Wonosobo, Jawa Tengah. Acara yang digelar Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Wonosobo ini akan berlangsung hingga 12 Februari 2025.
Pameran ini menampilkan berbagai karya bonsai terbaik dari para pecinta tanaman hias yang datang dari berbagai daerah, termasuk dari dalam dan luar Wonosobo.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang bagi para penggemar bonsai untuk menampilkan karya seni mereka yang berkualitas.
“Kami berharap acara ini dapat berkembang menjadi event internasional, sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk mengunjungi Wonosobo,” ujarnya.
Agus juga menambahkan bahwa Wonosobo semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang menarik melalui promosi yang gencar di media sosial, seperti yang tercatat pada 2024 saat Wonosobo masuk dalam top isu pariwisata di Jawa Tengah.
Bupati Afif Harapkan Wonosobo Menjadi Pusat Bonsai Nasional
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, yang juga hadir dalam pembukaan acara, memberikan sambutan positif. Ia menjelaskan, bonsai bukan hanya sekedar tanaman hias, tetapi juga bentuk seni yang memerlukan keahlian khusus.
“Bonsai adalah karya seni yang memerlukan keahlian khusus. Saya berharap acara ini akan terus berkembang, dan Wonosobo bisa menjadi destinasi utama bagi para penggemar bonsai di Indonesia,” ungkap Bupati Afif.
Sebanyak 465 tanaman bonsai dari berbagai jenis seperti Ficus, Cemara, Serut, Seribu Bintang, dan Sancang dipamerkan dalam kontes ini. Para peserta berasal dari berbagai wilayah, baik dari dalam Wonosobo, pulau Jawa, maupun luar pulau Jawa.
Baca juga: Sejarah dan Kiprah Arpusda Wonosobo dalam Membangun Literasi
Dua Kategori Penilaian dalam Kontes Bonsai
Kontes Bonsai ini dibagi menjadi dua kelas penilaian, yaitu Kelas Bahan dan Kelas Matang (Jadi).
Kelas Bahan menilai akar dan gerak dasar batang, sementara Kelas Matang (Jadi) menilai keserasian antara pohon dan pot, kesehatan, kematangan, dan karisma pohon.
Bonsai yang ikut serta bervariasi, mulai dari yang berusia 3-10 tahun hingga yang lebih dari 30 tahun.

Wonosobo Menawarkan Beragam Atraksi Wisata
Selain menikmati keindahan bonsai, pengunjung juga dapat merasakan manfaat dari wahana air hangat di Taman Rekreasi Kalianget. Bupati Afif berharap, pengunjung dapat merasakan dua atraksi wisata ini sekaligus.
“Kami berharap banyak orang yang datang untuk menikmati Kalianget dan menginspirasi wisatawan lain untuk berkunjung ke Wonosobo,” katanya.
Bupati Afif juga mengungkapkan bahwa kegiatan seperti kontes bonsai ini dapat menjadi bagian dari industri seni dan kerajinan tangan yang dapat mendukung ekonomi kreatif di Wonosobo.
“Kami akan terus mendorong agar bonsai bisa masuk dalam subsektor seni atau kerajinan tangan untuk mendukung ekonomi kreatif di Wonosobo,” tutupnya.
Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Taman Rekreasi Kalianget dan menikmati pameran serta kontes bonsai yang berlangsung hingga 12 Februari 2025.