Berita

RUU Masyarakat Adat Masuk Prolegnas Lagi, Pemerintah Dorong Pengesahan

Pemerintah melalui Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) mendorong Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat. Menteri HAM Natalius Pigai menekankan pentingnya regulasi yang menjamin perlindungan, pelestarian, dan penghormatan terhadap masyarakat adat, yang selama ini belum memiliki payung hukum yang memadai. “Sejak Indonesia merdeka, belum ada undang-undang yang mengatur tentang perlindungan, […]

Oleh Achmad Aristyan

RUU Masyarakat Adat Masuk Prolegnas Lagi, Pemerintah Dorong Pengesahan
Menteri HAM Natalius Pigai. Foto: Instagram/@natalius_pigai
Diterbitkan

Pemerintah melalui Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) mendorong Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat.

Menteri HAM Natalius Pigai menekankan pentingnya regulasi yang menjamin perlindungan, pelestarian, dan penghormatan terhadap masyarakat adat, yang selama ini belum memiliki payung hukum yang memadai.

“Sejak Indonesia merdeka, belum ada undang-undang yang mengatur tentang perlindungan, pelestarian, penghormatan terhadap masyarakat adat,” ujar Natalius di kantor Kemenham, Jakarta, Selasa (6/5/2025) dikutip dari nasional.kompas.com.

Ia menegaskan bahwa sebenarnya UUD 1945 telah secara eksplisit mengakui keberadaan masyarakat hukum adat melalui Pasal 18B ayat (2), Pasal 28I ayat (3), dan Pasal 33 ayat (3).

Baca Juga: Teman Tuli Wonosobo Antusias Ikuti Kelas Literasi Digital Inklusif

Karena itu, menurutnya, pengesahan RUU Masyarakat Adat harus segera dilakukan sebagai wujud nyata penghormatan terhadap konstitusi dan hak asasi manusia.

“Dalam kerangka itulah, Kementerian HAM konsisten mendukung percepatan pengesahan Undang-Undang Masyarakat Adat yang berisikan penghormatan terhadap nilai-nilai atau dijiwai, disemangati, oleh nilai-nilai hak asasi manusia. Saya kira itu sikap dari Kementerian Asasi Manusia,” tambahnya.

Natalius juga menyampaikan keyakinannya bahwa DPR tidak akan mengalami kesulitan dalam mengesahkan RUU itu, terlebih jika sudah masuk sebagai hak inisiatif DPR.

“Pengesahan itu kalau sudah menjadi hak inisiatif DPR, saya meyakini, apalagi saya pasti akan menyurati, saya meyakini tidak akan mengalami kesulitan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari Koalisi Kawal RUU Masyarakat Adat, Abdon Nababan, turut mendukung langkah Kementerian HAM.

Ia menyebut kementerian ini sebagai “rumah bagi masyarakat adat” dan meminta agar proses pengesahan RUU terus dikawal hingga tuntas.

“Oleh karena itu tadi kami minta kementerian supaya RUU Masyarakat Adat ini dikawal betul di dalam pemerintahan Pak Prabowo lewat Menteri HAM, karena memang ini janji konstitusi,” kata Abdon.

Sebagai informasi, RUU Masyarakat Adat telah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) sebanyak tiga kali sejak pertama kali diajukan pada 2009.

Namun hingga kini, belum ada kepastian kapan RUU ini akan disahkan.

Pakar hukum dari Universitas Indonesia, Ismala Dewi, menyebut keterlambatan pengesahan ini sebagai bentuk ketidakadilan terhadap masyarakat adat.

Dalam sebuah diskusi daring pada Selasa (22/4/2025), ia mengatakan, “Sudah 15 tahun, artinya sudah lama sekali. Artinya belum sampai ini keadilan karena untuk menjamin kepastian masyarakat, untuk mencapai kesejahteraan itu belum terealisasi.”

Baca Juga: Bobby Kertanegara Jadi Primadona di PetFest 2025

Ismala juga menekankan pentingnya memastikan bahwa pasal-pasal dalam RUU Masyarakat Adat tidak bertentangan dengan peraturan sebelumnya, dan justru memperbaikinya jika dirasa kurang adil.

Ia secara khusus menyoroti pentingnya pengaturan sumber daya alam dalam RUU dengan merujuk pada Putusan Mahkamah Konstitusi No. 85/PUU-XI/2013.

“Sehingga substansi UU Masyarakat Adat menjadi lebih lengkap sesuai dan tidak bertentangan dengan aturan sebelumnya atau bahkan dapat memperbaiki aturan sebelumnya apabila dianggap peraturan lama tidak sesuai dengan rasa keadilan masyarakat,” jelasnya.

Dengan berbagai dorongan ini, masyarakat berharap RUU Masyarakat Adat segera disahkan sebagai wujud nyata pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat di Indonesia.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan