Budaya

Sajian Kue Bingka, Si Manis Lembut Khas Kalimantan Selatan

Masyarakat suku Banjar, Kalimantan Selatan memiliki tradisi turun-temurun berupa kudapan manis yang menjadi primadona saat Ramadan, yaitu Kue Bingka. Sajian ini menjadi pelengkap berbuka puasa dengan kuliner manis sebelum menyantap hidangan utama. Dibuat dengan bentuk yang menyerupai bunga, camilan istimewa ini menjadi favorit masyarakat Kalimantan Timur dan Selatan. Dahulu, kue dengan cita rasa legit gurih […]

Oleh Achmad Aristyan

Sajian Kue Bingka, Si Manis Lembut Khas Kalimantan Selatan
Bingka Waluh atau Bingka labu kuning,ke khas Kalimantan Selatan, Foto: Tangkapan layar Yotube/Dapur Ajiib Samarinda
Diterbitkan

Masyarakat suku Banjar, Kalimantan Selatan memiliki tradisi turun-temurun berupa kudapan manis yang menjadi primadona saat Ramadan, yaitu Kue Bingka. Sajian ini menjadi pelengkap berbuka puasa dengan kuliner manis sebelum menyantap hidangan utama.

Dibuat dengan bentuk yang menyerupai bunga, camilan istimewa ini menjadi favorit masyarakat Kalimantan Timur dan Selatan. Dahulu, kue dengan cita rasa legit gurih ini merupakan hasil karya Suku Banjar dan menjadi kudapan kesukaan para raja dan bangsawan. 

Gurih Legit

Kini, kue basah ini dapat dinikmati seluruh kalangan masyarakat. Konon, resep kue ini diciptakan Putri Junjung Buih, putri Kerajaan Daha. Pada masa itu, Sang Putri membuat kue bingka yang memang diperuntukkan khusus untuk para bangsawan. Sekilas, tampilan kue bingka mirip kue lumpur. 

Kue ini menawarkan rasa gurih legit dan tekstur lembut, menjadikannya camilan khas yang digemari di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Pontianak, Kalimantan Barat. Kue Bingka diolah dengan berbagai bahan dasar, seperti tape, labu, pandan, dan kentang. 

Baca juga: Mie Bancir, Sajian Mie Kuning Asal Banjarmasin

Panas Arang Kayu

Masyarakat Banjarmasin dan Balikpapan umumnya lebih menyukai Bingka berbahan dasar kentang. Proses pembuatan kue bingka tradisional atau sumba, hingga memiliki keunikan tersendiri. 

Arang dari kayu pohon atau bakau dipilih sebagai sumber panas karena menghasilkan panas yang lebih tahan lama. Hal ini memungkinkan kematangan kue lebih merata dan bikin tekstnya lembut.

Kue Bingka berbentuk bunga, kudapan khas Suku Banjar, Kalimantan Selatan. Foto: Wikipedia/Wadaihangit

Beragam Rasa

Lebih dari sekadar primadona Banjarmasin, kue ini telah memikat lidah di berbagai daerah, bahkan hingga ke negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Bingka, kue basah dengan bentuk unik dan cantik menyerupai bunga, menawarkan kelezatan manis yang menjadikannya camilan enak untuk dinikmati bersama kopi hitam.

Baca juga:Soto Banjar, Hidangan Gurih Dan Legndaris Khas Banjarmasin

Bahan dasar pembuatan kue khas ini sangatlah mudah, yaitu terdiri dari tepung, santan, gula, dan telur. Dahulu, kue bingka hanya memiliki satu varian rasa, tetapi kini telah hadir dalam beragam rasa. Orang Banjar berkreasi dengan menghadirkan berbagai rasa baru, seperti nangka, pandan, kentang, tapai, waluh (labu), kismis, dan bahkan keju.

Keistimewaan lainnya, makanan ringan ini merupakan salah satu dari 41 variasi kue yang biasa digunakan dalam berbagai acara istimewa, sesuai dengan tradisi suku Banjar. Contohnya, kue ini sering disajikan dalam perayaan pernikahan atau selamatan. (Dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya15 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan