Berita

Satgas TMMD di Sapuran Lembur Malam Bangun Jalan Demi Warga

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I TA 2025 di Desa Tempuranduwur, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah berlangsung dengan cara yang berbeda dari biasanya. Bertepatan dengan bulan Ramadhan dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat, Satgas TMMD bersama warga memilih untuk bekerja pada malam hari setelah salat tarawih. Danramil 08/Sapuran, Kapten Kav Sudarmaji, […]

Oleh Achmad Aristyan

Satgas TMMD di Sapuran Lembur Malam Bangun Jalan Demi Warga
Satgas TMMD bersama warga bekerja lembur pada malam hari setelah salat tarawih. Foto: Instagram/@kodim_0707_wonosobo
Diterbitkan

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I TA 2025 di Desa Tempuranduwur, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah berlangsung dengan cara yang berbeda dari biasanya.

Bertepatan dengan bulan Ramadhan dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat, Satgas TMMD bersama warga memilih untuk bekerja pada malam hari setelah salat tarawih.

Danramil 08/Sapuran, Kapten Kav Sudarmaji, menjelaskan bahwa strategi ini diambil untuk menyesuaikan dengan situasi di lapangan.

“Siang hari hujan terus, kalau dipaksakan jalan yang dibangun bisa rusak lagi. Selain itu, kami juga menghormati warga yang menjalankan puasa, jadi kami pilih lembur setelah tarawih,” ujarnya, Rabu (5/3/2025).

Baca Juga: Bupati Wonosobo Soroti Efisiensi Anggaran dan Pendidikan untuk Tekan Kemiskinan

Semangat Gotong Royong di Tengah Keterbatasan

Meski harus bekerja di bawah pencahayaan lampu seadanya, prajurit TNI bersama masyarakat tetap bersemangat menyelesaikan pembangunan jalan.

Mereka bahu-membahu meratakan permukaan jalan, memastikan jalur yang sedang dikerjakan bisa segera dimanfaatkan warga setempat.

Kepala Desa Tempuranduwur, Nasihin, mengapresiasi dedikasi Satgas TMMD yang tetap bekerja keras demi kepentingan masyarakat.

“Ini bukti nyata bagaimana TNI selalu hadir untuk rakyat. Warga juga antusias membantu meskipun harus kerja malam,” katanya.

Baca Juga: Fakta di Balik Meninggalnya Dua Pendaki di Puncak Carstensz

Dampak Pembangunan bagi Masyarakat

Pembangunan jalan ini memiliki peran penting dalam meningkatkan aksesibilitas warga desa.

Sebelum adanya proyek TMMD, jalan itu dalam kondisi kurang layak, terutama saat musim hujan yang menyebabkan jalur menjadi licin dan sulit dilewati.

Dengan perbaikan infrastruktur ini, diharapkan mobilitas warga, termasuk para petani yang mengangkut hasil panennya, menjadi lebih mudah.

Selain itu, akses transportasi untuk keperluan pendidikan dan kesehatan juga akan semakin lancar.

Baca Juga: Pemkab Wonosobo Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Ramadan

Target Penyelesaian Tepat Waktu

Satgas TMMD menargetkan penyelesaian proyek ini sesuai jadwal agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, kerja keras dan semangat gotong royong antara TNI dan warga menjadi kunci utama dalam menyukseskan program ini.

“Harapan kami, dengan selesainya pembangunan jalan ini, perekonomian masyarakat bisa lebih berkembang karena akses semakin mudah,” pungkas Kapten Kav Sudarmaji.

Dengan semangat kebersamaan, TMMD di Sapuran membuktikan bahwa pembangunan desa tak hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga bentuk nyata kemanunggalan TNI dan rakyat.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan