Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I TA 2025 di Desa Tempuranduwur, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah berlangsung dengan cara yang berbeda dari biasanya.
Bertepatan dengan bulan Ramadhan dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat, Satgas TMMD bersama warga memilih untuk bekerja pada malam hari setelah salat tarawih.
Danramil 08/Sapuran, Kapten Kav Sudarmaji, menjelaskan bahwa strategi ini diambil untuk menyesuaikan dengan situasi di lapangan.
“Siang hari hujan terus, kalau dipaksakan jalan yang dibangun bisa rusak lagi. Selain itu, kami juga menghormati warga yang menjalankan puasa, jadi kami pilih lembur setelah tarawih,” ujarnya, Rabu (5/3/2025).
Baca Juga: Bupati Wonosobo Soroti Efisiensi Anggaran dan Pendidikan untuk Tekan Kemiskinan
Semangat Gotong Royong di Tengah Keterbatasan
Meski harus bekerja di bawah pencahayaan lampu seadanya, prajurit TNI bersama masyarakat tetap bersemangat menyelesaikan pembangunan jalan.
Mereka bahu-membahu meratakan permukaan jalan, memastikan jalur yang sedang dikerjakan bisa segera dimanfaatkan warga setempat.
Kepala Desa Tempuranduwur, Nasihin, mengapresiasi dedikasi Satgas TMMD yang tetap bekerja keras demi kepentingan masyarakat.
“Ini bukti nyata bagaimana TNI selalu hadir untuk rakyat. Warga juga antusias membantu meskipun harus kerja malam,” katanya.
Baca Juga: Fakta di Balik Meninggalnya Dua Pendaki di Puncak Carstensz
Dampak Pembangunan bagi Masyarakat
Pembangunan jalan ini memiliki peran penting dalam meningkatkan aksesibilitas warga desa.
Sebelum adanya proyek TMMD, jalan itu dalam kondisi kurang layak, terutama saat musim hujan yang menyebabkan jalur menjadi licin dan sulit dilewati.
Dengan perbaikan infrastruktur ini, diharapkan mobilitas warga, termasuk para petani yang mengangkut hasil panennya, menjadi lebih mudah.
Selain itu, akses transportasi untuk keperluan pendidikan dan kesehatan juga akan semakin lancar.
Baca Juga: Pemkab Wonosobo Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Ramadan
Target Penyelesaian Tepat Waktu
Satgas TMMD menargetkan penyelesaian proyek ini sesuai jadwal agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, kerja keras dan semangat gotong royong antara TNI dan warga menjadi kunci utama dalam menyukseskan program ini.
“Harapan kami, dengan selesainya pembangunan jalan ini, perekonomian masyarakat bisa lebih berkembang karena akses semakin mudah,” pungkas Kapten Kav Sudarmaji.
Dengan semangat kebersamaan, TMMD di Sapuran membuktikan bahwa pembangunan desa tak hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga bentuk nyata kemanunggalan TNI dan rakyat.