Budaya

Situs Dharmasala Dieng, Tempat Peristirahatan Peziarah Kuno

Salah satu peninggalan sejarah yang menarik perhatian adalah Situs Dharmasala Dieng, yang merupakan bukti eksistensi kegiatan keagamaan masyarakat kuno di Provinsi Jawa Tengah ini. Lokasinya berada di Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa tengah, yang selain menawarkan keindahan alam yang memesona, juga menyimpan kekayaan sejarah dari masa Hindu-Buddha. Selain candi-candi yang megah yang berdiri di kawasan […]

Oleh Achmad Aristyan

Situs Dharmasala Dieng, Tempat Peristirahatan Peziarah Kuno
Situs Dharmasala yang hanya tinggal fondasi batunya saja. Foto: Aristyan
Diterbitkan

Salah satu peninggalan sejarah yang menarik perhatian adalah Situs Dharmasala Dieng, yang merupakan bukti eksistensi kegiatan keagamaan masyarakat kuno di Provinsi Jawa Tengah ini.

Lokasinya berada di Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa tengah, yang selain menawarkan keindahan alam yang memesona, juga menyimpan kekayaan sejarah dari masa Hindu-Buddha.

Selain candi-candi yang megah yang berdiri di kawasan ini, Dharmasala menjadi saksi peradaban masa lalu yang diperkirakan sudah ada sejak tahun 1200-an.  

Sejarah Situs Dharmasala Dieng  

Situs Dharmasala terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Lokasinya berdekatan dengan Kelompok Candi Arjuna, salah satu kompleks candi yang terkenal di Dieng.

Meski demikian, informasi sejarah yang tersedia tentang situs ini masih sangat terbatas.  

Dhimas, pemandu wisata di Dieng menyebut, Dharmasala pada zaman dahulu adalah bangunan berbentuk pendapa tanpa dinding.

Struktur ini memiliki alas serta tiang kayu yang berdiri di atas fondasi batu berbentuk umpak-umpak. 

“Jumlah tiang kayu dalam Dharmasala bervariasi, tergantung pada kebutuhan struktur bangunan. Atap Dharmasala biasanya berbentuk limasan dan juga terbuat dari kayu,” kata Dhimas.

Namun, karena kayu merupakan material yang mudah lapuk, saat ini yang tersisa hanyalah fondasi batu. Ditemukan pula sumur kuno yang dulu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat di sekitar situs.  

Fungsi Situs Dharmasala Dieng  

Nama “Dharmasala” berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu “dharma” yang berarti ajaran atau hukum, dan “sala” yang berarti tempat. Fungsi utama Dharmasala adalah sebagai tempat istirahat bagi para pengunjung yang hendak melaksanakan ibadah atau mengikuti kegiatan keagamaan di candi.  

Situs Dharmasala di dekat Candi Arjuna yang telah dipugar dengan bangunan dan atap ijuk baru. Foto: Aristyan

“Selain sebagai tempat peristirahatan, Dharmasala juga berfungsi sebagai lokasi penyelenggaraan upacara atau pertemuan keagamaan. Struktur bangunannya yang kokoh dan terbuat dari batu pahat menunjukkan bahwa situs ini mungkin digunakan untuk acara resmi yang melibatkan tokoh penting kerajaan,” ungkap Dhimas.

Bangunan dengan fondasi umpak-umpak sederhana diyakini diperuntukkan bagi para peziarah dari kalangan rakyat umum. Tempat ini menjadi sarana masyarakat untuk berkumpul dan melakukan berbagai kegiatan spiritual sebelum menuju candi.  

“Fungsi lain Dharmasala adalah untuk mempersiapkan perlengkapan ritual sebelum memasuki Candi Utama. Pada setiap Candi, biasanya diikuti bangunan Darmasala ini. di Dieng Darmasala tersebar hampir di semua wilayah, dari kaki gunung pangonan, sampai pemukiman warga,” jelasnya

Saat ini, komplek Dharmasala yang masih tersisa adalah disekitar percandian Arjuna, sekitar Gangsiran Aswatama, dan beberapa di ladang masyarakat Dieng Kulon.

“Saat ini Dharmasala yang ada di dekat Candi Arjuna hasil pemugaran. Fondasi batunya masih asli namun bangunan kayu dan atap ijuk di atasnya sudah baru hasil dari pemugaran,” tambahnya.

Dharmasala dalam Kehidupan Modern  

Situs Dharmasala Dieng merupakan bagian penting sejarah dan budaya Dieng. Lokasi ini dimanfaatkan dalam Festival Budaya Dieng, acara tahunan tradisi dan kearifan lokal. 

“Cukur Rambut Gimbal dan Jamasan Rambut Gimbal sering dilaksanakan di Dharmasala. Kegiatan keagamaan tertentu maupun upacara adat juga kerap dilakukan disini,” ujar Dhimas.

Keberadaan Situs Dharmasala mengingatkan kita akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur. Dengan memahami sejarah dan fungsi situs ini, kita dapat lebih menghargai peradaban kuno yang pernah berkembang pesat di Dieng, sekaligus memperkaya pengetahuan tentang akar budaya Nusantara.

TopikBudaya
Budaya08 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan