Pariwisata

Tugu Satam Belitung, Kisah Batu Hitam Dari Luar Angkasa

Tugu Satam telah menjadi landmark ikonik Pulau Belitung. Berada di kawasan simpang lima kota Tanjung Pandan, tugu ini menarik perhatian dengan struktur uniknya berhias replika batu hitam. Batu itu populer disebut batu satam, yang menjadi salah satu simbol khas Belitung. Melansir dari belitungtour.id, batu satam termasuk jenis batuan langka berwarna hitam di wilayah Belitung. Batu […]

Oleh Achmad Aristyan

Tugu Satam Belitung, Kisah Batu Hitam Dari Luar Angkasa
Tugu Satam yang menjadi ikon di Bangka Belitung. Foto: indonesia.travel
Diterbitkan

Tugu Satam telah menjadi landmark ikonik Pulau Belitung. Berada di kawasan simpang lima kota Tanjung Pandan, tugu ini menarik perhatian dengan struktur uniknya berhias replika batu hitam. Batu itu populer disebut batu satam, yang menjadi salah satu simbol khas Belitung.

Melansir dari belitungtour.id, batu satam termasuk jenis batuan langka berwarna hitam di wilayah Belitung. Batu ini dikenal juga dengan nama “billitonite” memiliki nilai historis serta geologis yang tinggi. Batu satam terbentuk dari proses tumbukan meteorit yang jatuh ke bumi jutaan tahun lalu, menciptakan tekanan dan panas ekstrem yang menghasilkan mineral khas ini.

Batu satam berwarna hitam pekat dengan permukaannya memiliki pola alami berlekuk-lekuk. Bentuk dan pola ini membuatnya terlihat eksotis. Batu ini menjadi bahan perhiasan atau cinderamata bernilai tinggi. Secara geologi, batu ini masuk dalam kategori tektit, yaitu kaca alami yang terbentuk dari dampak meteorit.

Baca Juga: Sejarah Bangka Belitung, Bermula Dari Kerajaan Sriwijaya

Batu satam tidak hanya terkenal karena keindahan dan keunikan fisiknya, tetapi juga memiliki makna budaya bagi masyarakat Belitung. Dianggap sebagai simbol kekuatan dan keistimewaan daerah, batu ini banyak dicari sebagai oleh-oleh khas. Selain itu, kehadiran batu satam dalam ikon lokal seperti Tugu Satam di pusat kota Tanjung Pandan menegaskan statusnya sebagai bagian dari identitas budaya dan sejarah Belitung.

Tugu Satam tidak hanya sekadar tempat berfoto, tetapi juga melambangkan identitas dan kekayaan alam Belitung. Mengabadikan foto di tugu ini menjadi semacam ritual wajib menandai kunjungan ke Belitung. Monumen ini sering menjadi latar belakang foto yang populer, terutama dengan suasana perkotaan dan hiruk-pikuk sekitarnya yang menambah kesan dinamis.

Baca Juga: Museum Kata, Jejak Karya Sastra Andre Hirata di Belitung

Setelah puas berfoto di Tugu Satam, wisata kuliner dapat menjadi pilihan. Ada banyak restoran dan warung makan yang menyajikan hidangan lokal bercita rasa khas Belitung. Jangan lupa juga mencicipi hidangan seperti gangan, sup ikan berkuah kuning yang segar dan terkenal di daerah ini. Selain itu, di sekitar tugu juga terdapat berbagai toko oleh-oleh yang menjual aneka kerajinan tangan, camilan, dan produk khas Belitung.

Mengunjungi Tugu Satam memberikan pengalaman yang lengkap, mulai dari menikmati keunikan sejarah dan budaya, hingga mencicipi ragam kuliner dan berbelanja buah tangan. Landmark ini tidak hanya menambah daya tarik kota Tanjung Pandan, tetapi juga menjadi simbol yang menghubungkan pengunjung dengan jejak sejarah dan kekayaan alam Pulau Belitung. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikPariwisata
Pariwisata12 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan