Berita

Wamenekraf dan Wamendikbud Sambut 36 Biksu Thudong di Candi Borobudur

Sebanyak 36 biksu thudong akhirnya tiba di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, setelah menempuh perjalanan panjang dari Thailand. Kedatangan mereka disambut dengan hangat Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar serta Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Sabtu (10/5/2025). Rombongan para bhikkhu memasuki kawasan Candi Borobudur melalui Pintu Kalpataru sekitar pukul 16.25 WIB. Mereka berjalan perlahan […]

Oleh Achmad Aristyan

Wamenekraf dan Wamendikbud Sambut 36 Biksu Thudong di Candi Borobudur
Biksu Thudong tiba di Candi Borobudur jelang Waisak 2025. Foto: Kompas.com
Diterbitkan

Sebanyak 36 biksu thudong akhirnya tiba di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, setelah menempuh perjalanan panjang dari Thailand.

Kedatangan mereka disambut dengan hangat Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar serta Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Sabtu (10/5/2025).

Rombongan para bhikkhu memasuki kawasan Candi Borobudur melalui Pintu Kalpataru sekitar pukul 16.25 WIB.

Mereka berjalan perlahan menyusuri Marga Utama, disambut umat Buddha yang menaburkan bunga di jalan dan menyambut mereka dengan penuh hormat.

Irene Umar turut memberikan bunga sedap malam sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan.

“Dalam rangka menyambut para bhante yang sudah jalan, namanya thudong. Jadi, bagi teman-teman yang nggak tahu, bhante jalan dari Thailand untuk menuju ke sini (Candi Borobudur),” ujar Irene dikutip dari detik.com.

Baca Juga: Waisak di Borobudur Akan Tampilkan 2569 Lampion dan Drone Show

Irene menambahkan bahwa momen ini menggambarkan betapa pentingnya Candi Borobudur sebagai pusat spiritual umat Buddha dunia.

“Hari ini kita ada di sini untuk menyambut mereka. Ini menunjukkan juga sih berapa pentingnya Candi Borobudur bagi para umat Buddha di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Bhante saja jalan antarlintas negara supaya bisa nyampai di sini pas di hari Waisak untuk menunaikan ibadah,” lanjutnya.

Sekitar pukul 16.47 WIB, para biksu mulai menaiki struktur bangunan Candi Borobudur untuk melaksanakan doa di puncak.

Mereka sempat berfoto bersama di tangga naik candi.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 16.52 WIB, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha yang mengenakan pakaian adat Surakarta Hadiningrat turut bergabung dan ikut naik ke atas.

“Alhamdulillah sampai sini (Candi Borobudur) selamat. Memastikan prosesi Waisak berjalan dengan lancar,” kata Giring Ganesha.

Menurutnya, Candi Borobudur memiliki makna yang jauh melampaui fungsi pariwisata.

“Borobudur sudah menjadi warisan dunia, cagar budaya nasional. Borobudur tidak hanya menjadi tempat pariwisata, tapi lebih dari itu. Tempat research, tempat diplomasi budaya, dan yang paling penting tempat keagamaan. Borobudur selalu terbuka untuk saudara-saudara kita (umat Buddha) untuk berdoa, beribadah. Apalagi ini menjelang Waisak,” jelasnya.

Giring menegaskan bahwa kehadirannya di Candi Borobudur bertujuan untuk memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan spiritual dalam rangka perayaan Waisak.

“Nanti Pak Menteri (yang hadir saat detik-detik Waisak). Kalau saya memastikan semuanya, Pak Menteri yang akan hadir,” tuturnya.

Baca Juga: Sejarah Waisak di Candi Borobudur, Dari Dinasti Syailendra-Sekarang

Sementara itu, Ketua Umum Panitia Internasional Thudong, Welly Widadi, mengonfirmasi jumlah biksu yang tiba di Borobudur.

“Ada 36 sesuai dengan waktu awal kita jalankan dari Bangkok. Tiga hari yang lalu, 2 biksu thudong telah bergabung,” ucap Welly.

Ia menjelaskan bahwa Candi Borobudur memang menjadi titik akhir perjalanan spiritual para biksu thudong.

“Karena puncak spiritual tertinggi ada di Candi Agung Borobudur. Jadi, para biksu pun merasa bahwa ini puncak Borobudur adalah daerah yang sangat istimewa,” tegasnya.

Kedatangan para biksu ini menjadi simbol kuat persaudaraan dan kekuatan spiritual lintas negara dalam menyambut Hari Raya Waisak 2569 BE yang akan segera berlangsung di Candi Borobudur.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan