Tradisi malam berinai merupakan upacara pemberian inai kepada calon pengantin yang dilakukan sebelum akad nikah dilaksanakan di Propinsi Jambi. Bainai artinya melekatkan daun inai ke kuku calon pengantin wanita.
Provinsi Jambi melahirkan banyak kebudayaan, salah satu nya yaitu tata rias berinai yang sering digunakan pengantin wanita. Tata rias berinai pada pengantin Melayu Jambi ini sudah dilakukan turun temurun dari dulu hingga sekarang.
Malam berinai biasanya dilaksanakan pada malam hari setelah selesai sholat isya. Tujuannya membuat calon pengantin agar lebih tampak bercahaya dan menarik ketika hendak menjalani akad pada keesokan harinya.
Selain itu juga sebagai simbol tanda kesiapan serta menjadi malam terakhir melepas malam lajang saat menuju kehidupan baru yaitu rumah tangga. Upacara berinai juga bertujuan untuk menjauhkan diri dari bencana, membersihkan dan menjaga dari hal yang tidak baik.
Baca juga: Kenduri Riau Suguhkan Kekayaan Budaya Melayu
Prosesi Malam Berinai
Ada 3 macam prosesi berinai, yaitu berinai curi, berinai tengah, berinai besar. Namun, kini malam berinai dilakukan satu tempat dan satu malam saja untuk mempersingkat waktu dan biaya.
Pada zaman dahulu berinai pada kuku kaki dan kuku tangan pengantin menggunakan daun pacar. Sebagian suku melayu percaya barang siapa yang tidak melakukan tradisi berinai akan muncul petaka bagi calon pengantin. Inai atau pacar arab sendiri adalah tumbuhan yang sering digunakan para perempuan untuk menghias kuku sebelum adanya inai instan.
Prosesi berinai diawali memetik daun inai, menggiling hingga halus, lalu dibagi dua untuk pengantin wanita dan pria atau menggunakan inai instan. Tahap awal dari tradisi ini yaitu membaringkan pengantin perempuan di atas tikar pandan.
Baca juga; Bundokanduang Padang Hidupkan Lagi Tradisi Mancucuak Suntiang
Kemudian pengantin perempuan ditutupi dengan tabir kelek anak sebagai pembatas pelaminan. Selama proses berlangsung akan ada Mak Andam yang berperan sebagai pemersatu dua keluarga. Mak Andam ini akan menyalakan lilin sepanjang proses berlangsung.
Ketika lilin telah mencair, inai dioleskan ke semua kuku jari dari mulai tangan hingga kaki. Pengantin akan diselimuti dengan kain panjang serta paginya akan dicuci. Sebelum salat subuh, jari-jari pengantin sudah bersih.
Lukisan Henna
Tak hanya sebagai bagian dari rangkaian pernikahan adat. Namun, juga sebagai penyampaian doa kepada Allah SWT supaya kegiatan dapat berjalan lancar. Seiring perkembangannya, malam berinai mengalami kemajuan dengan dipadukannya seni lukis henna.
Masyarakat setempat lebih mengutamakan seni lukis hennanya dibandingkan tradisinya. Beberapa dari mereka menganggap seni lukis henna tidak menggeser tradisi malam bainai. Akan tetapi membuatnya menjadi lebih baik sesuai dengan perkembangan zaman. (Diolah dari berbagai sumber)