Berita

Basecamp Gunung Kembang via Lengkong Ditutup Sementara

Pengelola Basecamp Gunung Kembang via Lengkong resmi mengumumkan penutupan jalur pendakian mulai Jumat, 28 Februari 2025, hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat pengelola yang digelar pada Minggu, 24 Februari 2025, sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi jalur dan keselamatan pendaki. Dalam pengumuman yang dikeluarkan pihak basecamp (Instagram/@gunungkembangvialengkong_), disebutkan bahwa “Pendakian […]

Oleh Achmad Aristyan

Basecamp Gunung Kembang via Lengkong Ditutup Sementara
Puncak Gunung Kembang via jalur Lengkong. Foto: Aristyan
Diterbitkan

Pengelola Basecamp Gunung Kembang via Lengkong resmi mengumumkan penutupan jalur pendakian mulai Jumat, 28 Februari 2025, hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

Keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat pengelola yang digelar pada Minggu, 24 Februari 2025, sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi jalur dan keselamatan pendaki.  

Dalam pengumuman yang dikeluarkan pihak basecamp (Instagram/@gunungkembangvialengkong_), disebutkan bahwa “Pendakian Gunung Kembang via Lengkong ditutup sementara mulai hari Jumat tanggal 28 Februari 2025 sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.”  

Ketua Organisasi Basecamp Gunung Kembang via Lengkong, Jon Gito, meminta agar informasi ini disebarluaskan kepada komunitas pendaki dan pihak terkait guna menghindari kesalahpahaman.  

“Demikian pengumuman ini kami sampaikan agar menjadi perhatian dan kerjasamanya, mohon sekiranya bisa disebarluaskan kepada penggiat alam dan peminat pendakian serta pihak terkait lainnya,” tulisnya dalam pernyataan resmi.  

Gunung Kembang via Lengkong, Jalur Menantang dengan Pemandangan Eksotis

Gunung Kembang yang memiliki ketinggian sekitar 2.320 mdpl adalah salah satu destinasi favorit pendaki di Wonosobo. Jalur via Lengkong terkenal sebagai rute yang menantang, dengan trek terjal, jalur berbatu, serta vegetasi hutan lebat.  

Jalur ini juga kerap disebut sebagai “The Panther of Mount Kembang” karena karakteristiknya yang liar dan menuntut stamina tinggi. Sepanjang perjalanan, pendaki disuguhi pemandangan hutan, perbukitan hijau, serta lanskap yang eksotis.

Di puncak Gunung Kembang, pendaki bisa melihat pemandangan Gunung Sindoro dari dekat. Dari puncak ini terlihat juga beberapa gunung lain disekitar Kota Wonosobo seperti Gunung Sumbing, Gunung Bismo dan Gunung Prau.

Baca juga: Belajar Mendaki bagi Pendaki Pemula di Gunung Cilik Wonosobo

Alternatif Jalur Pendakian

Meskipun jalur via Lengkong ditutup sementara, pendaki yang tetap ingin menaklukkan Gunung Kembang masih memiliki beberapa alternatif jalur lain, seperti via Blembem.

Jalur ini menawarkan pengalaman pendakian yang tidak kalah menarik, meskipun masing-masing memiliki tingkat kesulitan yang berbeda.  

Hingga kini, pihak pengelola belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai alasan spesifik penutupan jalur maupun perkiraan kapan pendakian akan dibuka kembali. 

Pendaki yang sudah merencanakan perjalanan disarankan untuk terus memantau informasi terbaru dari pihak basecamp atau komunitas pendaki sebelum melakukan perjalanan.

TopikBerita
Berita25 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan