Budaya

Batik Betawi, Warna dan Motif Penuh Filosofi Identitas Jakarta

Batik Betawi, dengan ciri khas motif pucuk rebung dan warna cerahnya, telah lama menjadi simbol budaya masyarakat Jakarta. Terkenal karena keindahannya, batik ini banyak ditemukan pada acara-acara resmi dan perayaan tradisional, terutama dipakai None Jakarta. Sejak pertama kali dikenalkan pada tahun 1970-an, batik khas Jakarta dengan motif pucuk rebung semakin mewarnai kehidupan masyarakat Betawi sebagai […]

Oleh Achmad Aristyan

batik betawi
Batik Betawi dengan motif pucuk rebung (Foto: rumahbatikbedjo.com-Kiri), Batik Betawi menghiasi Perangko Tahun 2012 (Foto: Wikimedia Commons-Kanan)
Diterbitkan

Batik Betawi, dengan ciri khas motif pucuk rebung dan warna cerahnya, telah lama menjadi simbol budaya masyarakat Jakarta. Terkenal karena keindahannya, batik ini banyak ditemukan pada acara-acara resmi dan perayaan tradisional, terutama dipakai None Jakarta. 

Sejak pertama kali dikenalkan pada tahun 1970-an, batik khas Jakarta dengan motif pucuk rebung semakin mewarnai kehidupan masyarakat Betawi sebagai bagian dari identitas budaya mereka.  

Simbol Khas Jakarta  

Batik Betawi memiliki kesan yang berbeda dari batik tradisional lainnya di Indonesia. Salah satu ciri khasnya adalah pemakaian warna cerah seperti merah, hijau, oranye, dan kuning yang mencolok. 

Melansir dari idntimes.com, corak dan motif Batik khas ini juga sangat beraneka ragam, tetapi umumnya tetap berakar pada nilai-nilai budaya masyarakat Betawi.

Motif ini sering kali menggambarkan sejarah Jakarta dan potret kehidupan sehari-hari, menjadikannya lebih dari sekadar kain, tetapi sebuah cerita yang kaya akan makna.

Baca juga: Filosofi Di Balik Batik Korpri, Simbol Pengabdian Pegawai Negeri

Motif Pucuk Rebung

Dilansir dari goodnewsfromindonesia.id, salah satu motif yang paling terkenal dari batik khas ini adalah motif pucuk rebung, yang menggambarkan tunas bambu muda.

Motif ini memiliki makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat Betawi, yakni melambangkan keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan. 

Selain itu, motif ini juga memiliki hubungan dengan budaya Melayu dan tumpal pada batik Lasem, sebuah pengaruh yang mengakar dalam sejarah batik pesisir.

Selain pucuk rebung, batik dari Jakarta ini juga terkenal dengan motif tumpal berbentuk geometris segitiga. Motif ini berkembang dari bentuk cagak yang menghiasi periuk tanah zaman neolitikum.

Motif ini dipercaya masyarakat Betawi sebagai simbol kekuatan dan penolak bala, terutama berkaitan dengan gunung yang dianggap nenek moyang mereka sebagai tempat sakral.

Kreasi Baru 

Menjelang pertengahan abad ke-20, batik Betawi mulai berinovasi dengan motif-motif baru yang lebih kontemporer. Salah satu contohnya adalah motif nusa kelapa, yang terinspirasi dari peta Ceila yang dibuat Pangeran Panembong pada masa Prabu Siliwangi, yang menandakan tanah Betawi sebagai “Nusa Kelapa”. 

Ada juga motif rasamala yang menggambarkan alam Sunda Kelapa, serta motif salakanegara yang berkaitan dengan kerajaan pertama di Tanah Betawi, yang dikenal dengan kekuatan Gunung Salak.

Motif ondel-ondel, boneka tradisional Betawi yang digunakan dalam upacara adat untuk menolak bala, juga menjadi salah satu ikon dalam batik tradisionsl ini. 

Begitu juga dengan motif Sungai Ciliwung, yang melambangkan harapan akan rezeki yang lancar, sebagaimana aliran sungai yang mengalir tanpa henti.

Baca juga: Lenong Betawi, Seni Pertunjukan Teater Penuh Makna

Masa Keemasan 

Industri batik di Jakarta sempat mengalami penurunan seiring pesatnya pembangunan kota Jakarta. Namun, pada masa pemerintahan Ali Sadikin sebagai gubernur Jakarta, batik Betawi kembali mendapatkan perhatian. 

Ali Sadikin memperkenalkan batik khas ini sebagai busana resmi untuk acara-acara di Balai Kota dan menetapkan motif tumpal dan pucuk rebung sebagai seragam None Jakarta.

Langkah ini menjadi tonggak kebangkitan batik Betawi dan sekaligus mendorong kebangkitan industri batik di Jakarta.

 Identitas Jakarta

Batik Betawi terus berkembang dengan memadukan tradisi dan kreasi baru, menghasilkan beragam motif-motif yang mencerminkan ikon-ikon Jakarta, seperti Si Pitung, bajaj, Monas, dan tanjidor.

Industri batik ini sekarang dapat ditemukan di Kampung Batik Betawi Terogong, Cilandak, Jakarta Selatan, meskipun batik tulis khas Betawi kini semakin langka. 

Harga batiknya bervariasi, dengan harga selembar batik tulis bisa mencapai Rp600.000 hingga lebih, namun harga itpu tergantung pada kualitas dan keunikan motifnya.

Namun, meskipun harganya terbilang mahal, batik asli Betawi tetap menjadi pilihan banyak orang sebagai simbol budaya dan kebanggaan identitas Jakarta. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya28 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan