Pariwisata

Gudeg Pawon Bu Nanik, Warung Legendaris di Wonosobo

Gudeg biasanya identik dengan Yogyakarta. Namun saat ini kuliner ini mudah ditemukan di kota-kota lain. Salah satunya di Wonosobo, Jawa Tengah yaitu Gudeg Pawon Bu nanik. Telah ada sejak 1962, tempat ini sudah dikelola tiga generasi. Gudeg Pawon Bu Nanik, berada di Kampung Mulyosari, Kelurahan Jaraksari, Wonosobo. Untuk mencapai lokasinya harus masuk ke dalam gang-gang. […]

Oleh Anisa Kurniawati

Gudeg Pawon Bu Nanik, Warung Legendaris di Wonosobo
Istri Heri, generasi ketiga Gudeg Pawon Bu Nanik Wonosobo, sedang melayani pembeli Foto: Anisa
Diterbitkan

Gudeg biasanya identik dengan Yogyakarta. Namun saat ini kuliner ini mudah ditemukan di kota-kota lain. Salah satunya di Wonosobo, Jawa Tengah yaitu Gudeg Pawon Bu nanik. Telah ada sejak 1962, tempat ini sudah dikelola tiga generasi. 

Gudeg Pawon Bu Nanik, berada di Kampung Mulyosari, Kelurahan Jaraksari, Wonosobo. Untuk mencapai lokasinya harus masuk ke dalam gang-gang. Meskipun begitu, setiap pagi warung gudeg ini selalu penuh dengan pengunjung. 

“Awal mula buka usaha tahun 1981. Kalau sebelumnya itu Simbok, sudah usaha, ini kan penerus kedua. Kalau Simbok itu mulai usaha tahun 1962 di Karangkajen. Kalau istri saya sudah nyabang (juga jualan) di Wonosobo.” jelas Suragi, pemilik generasi kedua. 

Konsep Pawon

Kata “Pawon” yang menjadi bagian nama warung ini berarti dapur dalam bahasa Jawa.

Hal ini dikarenakan konsep penyajian gudeg ini, di mana hidangan disajikan langsung dari dapur tradisional dengan nuansa khas yang dilengkapi tungku dan kayu bakar.

Menurut penuturan Suragi, pemilik generasi kedua, nama pawon ini diberikan pembeli.

Kala itu, pembeli yang kebetulan juga sedang meliput warung Bu Nanik memberikan nama itu karena selain disajikan di dapur, juga supaya penyebutannya lebih mudah.

Tidak hanya itu, tempat ini juga berkonsep warung rumahan. Di mana pembeli bisa menikmati gudeg di pawon, di ruang tengah, ataupun ruang tamu dari rumah pemilik.

Konsep ini mengingatkan dengan rumah yang nyaman, tak heran banyak pembeli yang datang.

Seporsi lengkap Gudeg Pawon Bu Nanik. Foto: Anisa

Ciri Khas Gudeg Pawon Bu Nanik

Berbeda dengan gudeg lainnya yang rasanya manis, Gudeg Pawon Bu Nanik memiliki ciri khasnya tersendiri. Hal ini dituturkan Heri Suryanto sebagai generasi ketiga yang kini menjalankan usaha Gudeg Pawon Bu Nanik. 

“Prosesnya masih pakai kayu, mungkin itu yang membedakan, sama resep dari turun temurun. Disini agak gurih, karena disesuaikan dengan selera orang Wonosobo yang kurang suka manis” jelas Heri. 

Seporsi gudeg lengkap terdiri dari nasi, gudeg, krecek, ayam kampung, tahu, serta semur telur bebek. Sebagai menu pelengkap ada lauk pendamping seperti sate ayam dan tempe kemul. Pembeli bisa memilih sesuai selera masing-masing.

Harga nasi gudeg sangat bersahabat, seporsi dibanderol dengan harga bervariasi. Mulai dari Rp12.000 ribu untuk nasi gudeg dan telur, hingga Rp 20.000 ribu untuk nasi gudeg lauk ayam.

Selain dinikmati di tempat, pembeli juga bisa membawa pulang untuk keluarganya.

Gudeg Pawon Bu nanik buka mulai dari jam 6 pagi hingga  jam 9 siang atau sehabisnya.

Suragi mengaku, dalam sehari warungnya bisa menjual 200 porsi gudeg. Dalam suasana lebaran banyak warga perantau yang menyempatkan menikmati gudeg ini sambil bernostalgia.

TopikPariwisata
Pariwisata02 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati