Pariwisata

Gunung Ciremai, Wisata Alam Ke Atap Negeri Pasundan

Gunung Ciremai, terletak di tiga wilayah yaitu, Kabupaten Majalengka, Kuningan, dan Cirebon. Ketinggiannya mencapai 3.078 m dpl, sehingga dinobatkan menjadi gunung tertinggi di Jawa Barat. Nama Gunung Ciremai konon berasal dari kata pencecereman yang artinya perundingan wali. Masyarakat setempat percaya, Wali Songo melakukan perundingan di Gunung itu. Sumber lain menyebut, penamanan ini berkaitan dengan buah […]

Oleh Anisa Kurniawati

Wisata Gunung Ciremai
Gunung Ciremai dilihat dari pemukiman warga. Foto: wikimedia commons
Diterbitkan

Gunung Ciremai, terletak di tiga wilayah yaitu, Kabupaten Majalengka, Kuningan, dan Cirebon. Ketinggiannya mencapai 3.078 m dpl, sehingga dinobatkan menjadi gunung tertinggi di Jawa Barat. 

Nama Gunung Ciremai konon berasal dari kata pencecereman yang artinya perundingan wali. Masyarakat setempat percaya,  Wali Songo melakukan perundingan di Gunung itu.

Sumber lain menyebut, penamanan ini berkaitan dengan buah kecil yang berwarna merah dan memiliki rasa asam. Buah itu banyak tumbuh di daerah Jawa Barat. Namanya yaitu buah cereme. Sehingga gunung dinamakan Ciremai. 

Sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat, Gunung Ciremai menjadi destinasi para pendaki. Setiap tahunnya, kunjungan bisa mencapai hingga 15.000 orang. Terdapat tiga jalur pendakian yaitu jalur Linggarjati dan Palutungan di Kab. Kuningan dan jalur Apuy di Kab. Majalengka.

Baca juga: Taman Sejarah, Wahana Wisata Edukatif di Majalengka

Daya Tarik Kawasan TNGC

Gunung Ceremai statusnya sudah menjadi Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Daya tariknya, memiliki habitat flora fauna unik dan langka, seperti Elang Jawa dan Macan Kumbang/Tutul. 

Hutan Gunungnya memiliki kurang lebih 119 koleksi tumbuhan yang terdiri dari koleksi anggrek dan non anggrek, tanaman hias, dan lainnya. Untuk fauna terdapat sekitar 20 jenis burung. Terdapat dua jenis burung yang terancam punah yaitu Cica Matahari dan Poksai Kuda.

Pesona alamnya unik dan variatif. Pesona sunrise di puncak Ciremai memiliki nilai estetika tinggi. Ditambah lagi  wisata alam menarik lainnya seperti air terjun, curug, pemandian air panas..  

Wisata alam yang berada di dalam kawasan wilayah Kuningan antara lain, Lembah Cilengkrang, Curug sawer, Curug Sabuk ( Pajambon), Telaga Remis, Curug putri dan sebagainya. Di wilayah Majalengka terdapat Curug Sawer dan Curug Tonjong. 

Baca juga: Situ Cipanten Majalengka, Wisata Danau Tiga Warna

Kawasan TNGC juga memiliki wisata budaya yang bernilai sejarah tinggi dan dikeramatkan masyarakat setempat. Tempat tersebut diantaranya yaitu Situ Sangiang, Gunung Pucuk, Sumur Tujuh (Cibulan), Sumur Cikayan (Pasawahan), dan Situ Ayu Lintang (Mandirancan).

Bila berkunjung ke Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi. Seperti harus mendapatkan SIMAKSI jika tujuan kujungan untuk pengamatan dan penelitian. Pengunjung juga dilarang mengambil flora dan fauna atau bagian lainnya dari dalam kawasan. 

Tidak boleh meninggalkan sampah, hingga memastikan bara api padam sebelum meninggalkan kawasan. Dengan mematuhi peraturan, pengunjung tidak hanya mendapatkan keamanan, namun juga ikut menjaga kelestarian hutan Gunung Ciremai. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikPariwisata
Pariwisata10 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati