Pariwisata

Kahyangan Wonogiri, Tempat Bersemedi Panembahan Senopati

Kahyangan Wonogiri, sebuah objek wisata yang terletak di Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, sekira 40 kilometer dari pusat Kabupaten Wonogiri, menyimpan sejarah yang unik. Tempat ini tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang mempesona, tetapi juga sarat dengan cerita mistis dan sejarah yang melibatkan tokoh besar, yakni Panembahan Senopati, pendiri dan raja pertama Kerajaan Mataram Islam. Melansir […]

Oleh Achmad Aristyan

Kahyangan Wonogiri, Tempat Bersemedi Panembahan Senopati
Objek wisata Kahyangan di Wonogiri yang dikeramatkan masyarakat setempat. Foto: GoogleMaps/Pak Putra
Diterbitkan

Kahyangan Wonogiri, sebuah objek wisata yang terletak di Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, sekira 40 kilometer dari pusat Kabupaten Wonogiri, menyimpan sejarah yang unik.

Tempat ini tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang mempesona, tetapi juga sarat dengan cerita mistis dan sejarah yang melibatkan tokoh besar, yakni Panembahan Senopati, pendiri dan raja pertama Kerajaan Mataram Islam.

Melansir dari solopos.espos.id, Kahyangan Wonogiri dipercaya berhubungan erat dengan Panembahan Senopati, yang memerintah Mataram dari 1587 -1601. Konon, tempat ini menjadi  lokasi Panembahan Senopati bermeditasi dan bersemedi demi mewujudkan cita-citanya menjadi raja. 

Dalam upayanya mendekatkan diri kepada Tuhan, beliau menjalani ritual meditasi yang diyakini berlangsung bertahun-tahun, dengan lokasi meditasinya tersebar di beberapa tempat, seperti Selo Bethek, Selo Penangkep, dan Selo Payung. Semua berada di sekitar area mata air Kahyangan yang kini mengalir deras dan membentuk sungai.

Selain itu, terdapat kedung, sebuah cekungan dalam sungai yang dipercaya sebagai tempat Panembahan Senopati mandi dan melakukan ritual pembersihan diri. Kini, kawasan ini tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga tempat wisata yang memiliki suasana enang dan sakral.

Baca juga: Legenda Pangeran Sambernyawa dan Histori Wonogiri

Ritual Semedi

Kahyangan Wonogiri tidak hanya dikenal karena kisah sejarahnya yang mendalam, tetapi juga karena keindahan alamnya. Pemandangan bukit dengan pepohonan tinggi yang mengelilingi mata air menjadi daya tarik tersendiri. 

Suara gemercik air yang mengalir deras dari mata air Kahyangan juga memberikan ketenangan. Tempat ini, yang dulu digunakan untuk bersemedi, kini menjadi objek wisata yang tidak hanya memikat, tetapi juga menjadi tempat untuk mencari ketenangan batin dan spiritual.

Salah satu hal yang menarik perhatian di Kahyangan Wonogiri adalah masih dilaksanakannya ritual semedi di tempat ini. Pada hari-hari tertentu seperti malam Jumat Kliwon, malam Selasa Kliwon, Legi, dan malam Satu Suro, sering ada yang melakukan meditasi atau berendam di pesiraman. Ritual ini dipercaya mampu memberikan ketenangan dan kedamaian.

Namun, selain ritual yang berlangsung, ada juga cerita misteri yang melingkupi pesiraman Kahyangan. Banyak yang mempercayai bahwa tempat ini memiliki kekuatan mistis, dengan sejumlah korban jiwa dilaporkan terjadi, terutama di kalangan pengunjung yang berniat melakukan ritual berendam. Beberapa orang percaya bahwa Kahyangan kadang “meminta tumbal”.

Hingga saat ini, Kahyangan Wonogiri tetap menjadi simbol dari sejarah panjang perjuangan Panembahan Senopati dalam meraih takhta dan kekuasaan. Petilasan yang ada di kawasan ini masih digunakan untuk ritual semedi masyarakat setempat. Meskipun menjadi objek wisata, aura sejarah dan spiritualitas yang kental tetap terasa di setiap sudutnya. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikPariwisata
Pariwisata03 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan