Pariwisata

Karimunjawa, Wisata Alam dan Religi di Jepara

Karimunjawa, destinasi wisata populer yang terletak di Jepara, Jawa Tengah. Kepulauan ini menawarkan keindahan alam yang memukau. Mulai dari pantai berpasir putih, terumbu karang yang menakjubkan, hingga keanekaragaman hayati bawah laut yang luar biasa. Tidak hanya itu, Karimunjawa juga memiliki sejarah yang menarik. Dibalik keindahannya yang memukau, Karimun Jawa ternyata memiliki legenda yang kaya akan […]

Oleh Anisa Kurniawati

Karimunjawa, Wisata Alam dan Religi di Jepara
Foto: Wikimedia Commons/ Amelia Angela2210
Diterbitkan

Karimunjawa, destinasi wisata populer yang terletak di Jepara, Jawa Tengah. Kepulauan ini menawarkan keindahan alam yang memukau. Mulai dari pantai berpasir putih, terumbu karang yang menakjubkan, hingga keanekaragaman hayati bawah laut yang luar biasa. Tidak hanya itu, Karimunjawa juga memiliki sejarah yang menarik. 

Dibalik keindahannya yang memukau, Karimun Jawa ternyata memiliki legenda yang kaya akan cerita. Menurut catatan sejarah, kepulauan ini pertama kali ditemukan oleh Sunan Nyamplungan, yang merupakan salah satu putra Sunan Muria, salah satu Walisongo. 

Saat itu, Sunan Nyamplungan dikisahkan tersesat di laut dalam perjalanannya menyebarkan, hingga akhirnya menemukan kepulauan ini. Dilansir dari maritim.go.id, pulau ini ditemukan oleh Sunan Muria, yang pada saat itu memerintahkan anaknya Amir Hasan untuk menyebarkan agama Islam di pulau yang “kremun-kremun”.

Karena tampak “kremun-kremun” yang artinya tenggelam, terlihat samar-samar dari kejauhan, seolah-olah tenggelam di permukaan laut, kemudian pulau ini dinamakan Karimun. Menurut sejarah, Amir Hasan ini kemudian dikenal sebagai Sunan Nyamplungan karena menanam biji pohon Nyamplung di Karimunjawa.

Hingga saat ini, makam Sunan Nyamplungan masih dikunjungi oleh peziarah maupun pengunjung yang tertarik mempelajari sejarah Islam yang telah berkembang di kepulauan tersebut sejak abad ke -15. 

Sejak tanggal 15 Maret 2001, Karimunjawa sendiri sudah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Taman Nasional dan dikelola oleh Balai Taman Nasional Karimunjawa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

Akses dan Daya Tarik Karimunjawa

Untuk menuju Karimunjawa, dapat diakses melalui darat dan laut. Opsi pertama melalui Pelabuhan Kartini yang terletak di kota Jepara dengan kapal feri atau kapal cepat. Jika dari Semarang, bisa memulai lewat Pelabuhan Tanjung Emas dengan menggunakan kapal PELNI yang membutuhkan waktu sekitar 7 jam.

Bagi pengunjung yang ingin perjalanan lebih cepat dan praktis, bisa memilih jalur udara. Terdapat jadwal penerbangan reguler dari Kota Semarang setiap hari  Selasa, Kamis, Jumat, dan Minggu. 

Waktu terbang hanya 40 menit menuju Pulau utama, Karimunjawa, kemudian menggunakan transfer speedboat menuju Kura-Kura Resort.  Selain dari Kura-Kura Resort, juga terdapat jalur udara lain, seperti dari Maskapai Nam Air, Susi Air, dan lainnya. 

Karimunjawa memiliki banyak hal menarik yang bisa dinikmati selain keindahan alamnya. Salah satu keindahan yang menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan adalah keindahan bawah lautnya. Dengan air laut yang jernih, pengunjung bisa melihat langsung terumbu karang yang indah serta beragam ekosistem di sekitarnya. 

Selain itu, Karimunjawa terdiri dari beberapa pulau kecil. Wisatawan bisa berkeliling dari satu pulau ke pulau lainnya menggunakan perahu. Beberapa pulau yang terkenal di antaranya Pulau Menjangan Besar, Pulau Menjangan Kecil, dan Pulau Cemara. 

Menikmati keindahan matahari terbenam juga merupakan aktivitas yang tidak boleh ketinggalan. Keindahan tersebut dapat disaksikan melalui Pantai Tanjung Gelam. Disamping itu, di sekitar terdapat juga wisata religi di pulau Karimunjawa, seperti makam Sunan Nyamplungan, Makam Sayid, serta Makam Sayid Abdullah. 

Karimunjawa di Jepara adalah salah satu destinasi wisata yang tidak hanya merasakan keindahan alam tropis namun juga wisata religi. Ditambah dengan akses yang semakin mudah, baik melalui laut maupun udara, menjadikan Karimunjawa semakin populer di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara.. (Anisa Kurniawati-Berbagai sumber)

TopikPariwisata
Pariwisata26 OKT 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati