Karimunjawa, destinasi wisata populer yang terletak di Jepara, Jawa Tengah. Kepulauan ini menawarkan keindahan alam yang memukau. Mulai dari pantai berpasir putih, terumbu karang yang menakjubkan, hingga keanekaragaman hayati bawah laut yang luar biasa. Tidak hanya itu, Karimunjawa juga memiliki sejarah yang menarik.
Dibalik keindahannya yang memukau, Karimun Jawa ternyata memiliki legenda yang kaya akan cerita. Menurut catatan sejarah, kepulauan ini pertama kali ditemukan oleh Sunan Nyamplungan, yang merupakan salah satu putra Sunan Muria, salah satu Walisongo.
Saat itu, Sunan Nyamplungan dikisahkan tersesat di laut dalam perjalanannya menyebarkan, hingga akhirnya menemukan kepulauan ini. Dilansir dari maritim.go.id, pulau ini ditemukan oleh Sunan Muria, yang pada saat itu memerintahkan anaknya Amir Hasan untuk menyebarkan agama Islam di pulau yang “kremun-kremun”.
Karena tampak “kremun-kremun” yang artinya tenggelam, terlihat samar-samar dari kejauhan, seolah-olah tenggelam di permukaan laut, kemudian pulau ini dinamakan Karimun. Menurut sejarah, Amir Hasan ini kemudian dikenal sebagai Sunan Nyamplungan karena menanam biji pohon Nyamplung di Karimunjawa.
Hingga saat ini, makam Sunan Nyamplungan masih dikunjungi oleh peziarah maupun pengunjung yang tertarik mempelajari sejarah Islam yang telah berkembang di kepulauan tersebut sejak abad ke -15.
Sejak tanggal 15 Maret 2001, Karimunjawa sendiri sudah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Taman Nasional dan dikelola oleh Balai Taman Nasional Karimunjawa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Akses dan Daya Tarik Karimunjawa
Untuk menuju Karimunjawa, dapat diakses melalui darat dan laut. Opsi pertama melalui Pelabuhan Kartini yang terletak di kota Jepara dengan kapal feri atau kapal cepat. Jika dari Semarang, bisa memulai lewat Pelabuhan Tanjung Emas dengan menggunakan kapal PELNI yang membutuhkan waktu sekitar 7 jam.
Bagi pengunjung yang ingin perjalanan lebih cepat dan praktis, bisa memilih jalur udara. Terdapat jadwal penerbangan reguler dari Kota Semarang setiap hari Selasa, Kamis, Jumat, dan Minggu.
Waktu terbang hanya 40 menit menuju Pulau utama, Karimunjawa, kemudian menggunakan transfer speedboat menuju Kura-Kura Resort. Selain dari Kura-Kura Resort, juga terdapat jalur udara lain, seperti dari Maskapai Nam Air, Susi Air, dan lainnya.
Karimunjawa memiliki banyak hal menarik yang bisa dinikmati selain keindahan alamnya. Salah satu keindahan yang menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan adalah keindahan bawah lautnya. Dengan air laut yang jernih, pengunjung bisa melihat langsung terumbu karang yang indah serta beragam ekosistem di sekitarnya.
Selain itu, Karimunjawa terdiri dari beberapa pulau kecil. Wisatawan bisa berkeliling dari satu pulau ke pulau lainnya menggunakan perahu. Beberapa pulau yang terkenal di antaranya Pulau Menjangan Besar, Pulau Menjangan Kecil, dan Pulau Cemara.
Menikmati keindahan matahari terbenam juga merupakan aktivitas yang tidak boleh ketinggalan. Keindahan tersebut dapat disaksikan melalui Pantai Tanjung Gelam. Disamping itu, di sekitar terdapat juga wisata religi di pulau Karimunjawa, seperti makam Sunan Nyamplungan, Makam Sayid, serta Makam Sayid Abdullah.
Karimunjawa di Jepara adalah salah satu destinasi wisata yang tidak hanya merasakan keindahan alam tropis namun juga wisata religi. Ditambah dengan akses yang semakin mudah, baik melalui laut maupun udara, menjadikan Karimunjawa semakin populer di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara.. (Anisa Kurniawati-Berbagai sumber)