Berita

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Gabah Petani, Pastikan Harga Kompetitif

Kodim 0707/Wonosobo bekerja sama dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) turun langsung ke sawah untuk menyerap gabah petani. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga cadangan beras nasional. “TNI mendapat tugas mendampingi Bulog mencari gabah ke petani melalui Program Percepatan Penyerapan Gabah/Beras,” ujar Pasi Ter Kodim 0707/Wonosobo, Kapten Inf Iwan Nafarin pada […]

Oleh Achmad Aristyan

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Gabah Petani, Pastikan Harga Kompetitif
Kodim 0707/Wonosobo dan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) turun langsung ke sawah untuk menyerap gabah petani. Foto: Instagram/@kodim_0707_wonosobo
Diterbitkan

Kodim 0707/Wonosobo bekerja sama dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) turun langsung ke sawah untuk menyerap gabah petani.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga cadangan beras nasional.

“TNI mendapat tugas mendampingi Bulog mencari gabah ke petani melalui Program Percepatan Penyerapan Gabah/Beras,” ujar Pasi Ter Kodim 0707/Wonosobo, Kapten Inf Iwan Nafarin pada Kamis (14/3/2024).

Target dan Realisasi Penyerapan Gabah

Program ini menargetkan penyerapan sebanyak 939 ton Gabah Kering Panen (GKP) dan 2.005 ton beras pada bulan Maret 2025.

Hingga saat ini, realisasi yang telah tercapai mencapai 42,367 ton GKP dan 142,950 ton beras.

Kapten Inf Iwan Nafarin mengajak petani serta kelompok tani (Gapoktan) untuk menjual gabah mereka ke Bulog.

Baca Juga: Wisata Rekreasi dan Edukasi Perkebunan Teh di Tanjungsari Land

Ia menegaskan bahwa transaksi akan berlangsung aman, dengan harga yang kompetitif dan pembayaran yang langsung masuk ke rekening petani tanpa ada potongan.

“Kepada para petani, Gapoktan atau siapa saja yang saat ini sedang panen padi diharapkan bisa menjual gabahnya ke Bulog. Dijamin aman, harga kompetitif dan langsung dibayar setelah ditimbang dan dilaporkan. Uang akan masuk ke rekening petani serta tidak ada potongan apa pun,” kata Pasi Ter.

Syarat dan Prosedur Penjualan Gabah ke Bulog

Tim Penjemput Gabah Bulog Wonosobo, Ihsan, menjelaskan bahwa Bulog siap membeli gabah langsung dari petani dengan beberapa persyaratan.

Petani yang ingin menjual gabahnya harus melapor ke Bulog 3-7 hari sebelum panen dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan nomor rekening.

Baca Juga: Kiprah SMP N 3 Wonosobo dalam Akademik dan Olahraga

Saat panen tiba, gabah harus berada di lokasi yang siap diangkut.

“Semua gabah kami beli, kecuali gabah merah, hitam, dan beras ketan. Harga pembelian yang ditetapkan adalah Rp 6.500 per kilogram dengan kadar air antara 28-33 persen. Untuk gabah lebih kering lebih baik,” kata Ihsan.

Dampak Positif bagi Petani

Langkah ini diharapkan dapat membantu petani mendapatkan harga yang lebih baik untuk hasil panen mereka.

Selain itu, penyerapan gabah oleh Bulog juga penting untuk menjaga stabilitas pasokan beras nasional.

Kodam, salah satu petani dari Desa Mungkung, Kalikajar, mengungkapkan rasa syukurnya atas program ini.

Baca Juga: Jejak Sejarah Ki Ageng Wonosobo di Desa Plobangan Selomerto

“Sangat senang dan terbantu dengan adanya program penyerapan gabah yang dibeli Bulog di sawah. Apalagi dengan harga Rp 6.500 itu sangat membantu petani,” ujarnya.

Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan kesejahteraan petani semakin meningkat dan ketahanan pangan nasional tetap terjaga.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan