Berita

Langit Wonosobo Dipenuhi 119 Balon Udara pada Festival Mudik 2025

Hari pertama Festival Mudik 2025 disambut meriah dengan 119 balon udara yang menghiasi langit Wonosobo pada Selasa, 1 April 2025. Kegiatan penerbangan balon dilaksanakan serentak di empat titik, yakni Desa Kembaran, Desa Semayu, Desa Candiyasan, dan Desa Jogoyitnan. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi dalam pelaksanaan […]

Oleh Achmad Aristyan

Langit Wonosobo Dipenuhi 119 Balon Udara pada Festival Mudik 2025
Kemeriahan Festival Balon Udara di Jogoyitnan, Wonosobo. Foto: Instagram/@fandi888_
Diterbitkan

Hari pertama Festival Mudik 2025 disambut meriah dengan 119 balon udara yang menghiasi langit Wonosobo pada Selasa, 1 April 2025.

Kegiatan penerbangan balon dilaksanakan serentak di empat titik, yakni Desa Kembaran, Desa Semayu, Desa Candiyasan, dan Desa Jogoyitnan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi dalam pelaksanaan awal festival tahun ini.

“Alhamdulillah, ada 119 balon terbang hari ini. Kembaran ada 23 balon, Candiyasan ada 25 balon, Semayu ada 50 balon, dan Jogoyitnan ada 21 balon udara,” jelasnya.

Agus juga menambahkan bahwa Festival Mudik 2025 digelar di 16 titik lokasi berbeda dan berlangsung selama enam hari, hingga puncak acara pada 6 April 2025 di Alun-alun Wonosobo.

Baca Juga: Festival Balon Udara Desa Reco Semarakan Festival Mudik 2025

Menariknya, tahun ini festival semakin semarak dengan kehadiran peserta dari luar negeri.

“Festival mudik kali ini, kita kedatangan peserta dari Brazil dan Kolombia. Mereka turut menerbangkan balon mereka di Wonosobo. Untuk persiapan dan penyesuaian kondisi, mereka menerbangkan balon udara berkeliling di titik lokasi festival mudik, sebelum pada puncak acara di Alun-alun Wonosobo,” tambah Agus.

Apresiasi terhadap pelaksanaan festival juga disampaikan oleh Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, dalam sambutan yang dibacakan oleh pimpinan OPD dan Staf Ahli Bupati saat pembukaan.

Ia menyebut festival ini sebagai bagian dari identitas budaya Wonosobo.

“Festival Balon ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga telah berkembang menjadi industri pariwisata terkemuka di Jawa Tengah dan Indonesia. Bahkan, kini telah mendunia dengan kehadiran peserta dari berbagai negara, termasuk Brazil dan Kolombia yang turut serta membawa balon khas mereka,” ujar Afif.

Menurutnya, dampak positif festival ini dirasakan oleh banyak pihak.

Selain para penggiat balon tradisional, sektor ekonomi dan pariwisata juga turut terdongkrak.

“Mulai dari pedagang kuliner, pengelola penginapan, penyedia transportasi, hingga toko oleh-oleh dan destinasi wisata di Wonosobo turut merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan,” imbuhnya.

Baca Juga: Lamuk Sky Festival Ramaikan Suasana Lebaran di Wonosobo

Dalam kesempatan tersebut, Afif juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan keselamatan dalam menerbangkan balon.

Ia mengingatkan agar balon tetap ditambatkan dengan baik dan tidak dilepaskan secara bebas.

“Kita harus bersama-sama menjaga citra baik festival ini. Jangan sampai ada oknum yang melakukan pelanggaran sehingga menodai kebanggaan kita bersama. Selain itu, mari kita jaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan,” tegasnya.

Festival Mudik 2025 diharapkan terus berkembang sebagai sarana pelestarian budaya, promosi pariwisata, dan penggerak ekonomi kerakyatan di Kabupaten Wonosobo.

Dengan semangat kebersamaan, langit Wonosobo kembali menjadi panggung budaya yang memikat mata dunia.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan