By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanusemmanusemmanus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Malamang, Tradisi Membuat Sajian Lamang dari Minangkabau
Share
Font ResizerAa
emmanusemmanus
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus > Blog > Tradisi > Malamang, Tradisi Membuat Sajian Lamang dari Minangkabau
Tradisi

Malamang, Tradisi Membuat Sajian Lamang dari Minangkabau

Ridwan
Last updated: 28/01/2025 12:54
Ridwan
Share
3 Min Read
Lamang Baluo, kuliner khas Minangkabau, Sumatera Barat. Foto: Wikimedia Commons/S Kartika
SHARE

Mayarakat Minangkabau di Sumatera Barat, menjadi salah satu suku yang memiliki banyak sekali budaya unik, salah satunya yaitu tradisi Malamang.

Tradisi yang sudah berlangsung secara turun temurun hingga sekarang ini merupakan kegiatan membuat sajian Lemang dari ketan yang dimasak batang bambu secara bersama-sama.

Biasanya, tradisi ini dilakukan jelang hari besar agama Islam. Misalnya Ramadan, Idul Fitri, Maulid Nabi, Idul Adha, dan lainnya. Tujuan tradisi ini bermanfaat mempererat tali silaturahmmi. 

Apa itu Malamang?

Malamang belum diketahui secara pasti kapan mulai dilakukan. Namun, masyarakat Minangkabau meyakini tradisi ini bermula dari Syekh Burhanuddin yang melakukan dakwah mengenai makanan halal dan haram. 

Ketika melakukan dakwah, beliau selalu dijamu dengan masyarakat Minangkabau. Karena belum mengerti perbedaan halal haram mereka menyajikan makanan apa adanya. Syekh Burhanuddin pun meragukan kehalalan dan kebersihannya. 

Kemudian, beliau mengajarkan cara memasak menggunakan bambu diisi beras. Bambu itu dimasak dengan dibakar. Dari situlah tradisi ini dilakukan masyarakat Minangkabau. 

Bagaimanan Proses Malamang?

Tradisi malamang terkadang digelar pada momen pernikahan atau peringatan meninggalnya seseorang. Namun, ada sebagian masyarakat melarang diadakan di bulan Muharram. 

Pada masa dulu, tradisi ini dilakukan secara bersama-sama di setiap rumah. Biasanya baik laki-laki maupun perempuan akan membantu menyiapkan bahan, melakukan pembakaran, hingga lamang dihidangkan untuk tamu.

Akan tetapi, seiring perkembangan zaman, tradisi memasak bersama-sama menjadi mulai berkurang. 

Berbagai Variasi Lamang Khas

Lamang adalah makanan yang terbuat dari beras ketan. Bahan ini nantinya dimasukkan ke dalam bambu yang telah dilapisi daun pisang. Cara memasaknya dengan dibakar menggunakan bara api sekitar dua jam. 

Lamang memiliki beberapa jenis. Misalkan seperti lamak puluik yang bahannya dari beras puluik dan dimasak selama 6 jam, ada lamang pisang, lamang kuning yang bahan dasarnya berupa tepung beras dan kunyit, serta ada lamang ubi. 

Proses membuat Malamang, kuliner tradisi Minangkabau. Foto: Wikimedia Commons/Hadithfajri

Cara membuatnya yaitu dengan mencamburkan bahan dasar berupa beras, ubi, atau pisang tergantung jenis yang akan dibuat ke dalam satu ruang bambu.

Kemudian campurkan santan yang biasanya dari jenis kelapa parampingan. Untuk bumbu yang digunakan yaitu menggunakan kemiri dan garam. 

Membuat Lamang Membutuhkan Kesabaran

Prosesnya pembuatanya hampir sama untuk setiap jenisnya.

Pertama, siapkan bambu kemudian mengalasinya dengan daun pisang. Kemudian bahan dasar seperti beras dan lainnya dibersihkan dan dikeringkan. 

Kedua, beras dimasukkan ke dalam talang sekitar ¾ dari tingginya. Santan pun dimasukkan hingga beras terendam. Baru kemudian dibakar di tempat yang sudah disediakan. Biasanya akan memakan waktu cukup lama antara 2 hingga 6 jam. 

Proses pembakaran dilakukan dengan api yang kecil supaya tidak cepat hangus. Lamang juga harus sering dibolak-balik supaya dapat matang secara merata.

Biasanya lamang disajikan dengan gula merah, kuah durian dan srikaya untuk jenis yang manis. Sedangkan untuk yang gurih biasa disajikan bersama dengan rendang atau lauk lainnya. (Anisa Kurniawati– Dari berbagai Sumber) 

You Might Also Like

Tradisi Ojong: Atraksi Adu Ketangkasan dengan Cambuk Rotan

Ondel-Ondel, Boneka Raksasa Ikon Jakarta

Keunikan Tradisi Pemakaman di Desa Trunyan Pulau Dewata

Upacara Bekakak, Tradis Yang Masih Lestari

Layang Badandang, Tradisi Unik Masyarakat Tapin

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Ridwan
Content Editor
Previous Article 6 Destinasi Terbaik Touring Sepeda Motor Menantang di Indonesia
Next Article Budaya Begalan, Tradisi Pernikahan Adat Jawa di Banyumas
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanusemmanus
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?