Pariwisata

Melihat Koleksi Fosil Bersejarah di Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung merupakan destinasi wisata edukasi yang berada di Bandung. Tempat ini memiliki berbagai fosil dan koleksi bersejarah yang menarik. Tidak hanya menyimpan koleksi geologi, tempat ini juga menceritakan sejarah panjang manusia dan makhluk hidup lainnya, sejak zaman purba. Sejarah Museum Geologi Bandung Museum ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Hindia Belanda dalam mengembangkan […]

Oleh Anisa Kurniawati

Melihat Koleksi Fosil Bersejarah di Museum Geologi Bandung
Koleksi purbakala di Museum Geologi Bandung. Foto: Pinterest
Diterbitkan

Museum Geologi Bandung merupakan destinasi wisata edukasi yang berada di Bandung. Tempat ini memiliki berbagai fosil dan koleksi bersejarah yang menarik.

Tidak hanya menyimpan koleksi geologi, tempat ini juga menceritakan sejarah panjang manusia dan makhluk hidup lainnya, sejak zaman purba.

Sejarah Museum Geologi Bandung

Museum ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Hindia Belanda dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di wilayah kolonial.

Pendirian museum ini diprakarsai Dienst van den Mijnbouw, sebuah lembaga yang bertanggung jawab atas eksplorasi geologi dan pengelolaan sumber daya mineral. 

Dengan meningkatnya kebutuhan akan eksplorasi sumber daya alam, museum ini berfungsi sebagai pusat penyimpanan dan pameran hasil penelitian geologi, mineral, dan fosil yang dikumpulkan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pembangunan Museum Geologi Bandung dimulai pada 23 April 1927, dirancang arsitek Ir. Menalda van Schouwenburg.

Museum akhirnya diresmikan pada 16 Mei 1929 bersamaan dengan Kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke-4 di Bandung. Seiring perkembangannya, Museum Geologi mengalami berbagai transformasi. 

Saat Perang Dunia II, pemerintah Hindia Belanda mengalihfungsikan museum sebagai markas Angkatan Udara. Koleksi yang ada dipindahkan ke Gedung Pensioen Fonds, yang kemudian dikenal sebagai Gedung Dwiwarna. 

Pada masa pendudukan Jepang, museum dikelola Kogyo Zimusho dan namanya diubah menjadi Chisitsu Chosasho. Setelah Indonesia merdeka, pengelolaannya beralih ke Djawatan Tambang dan Geologi yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pada tahun 2000, Museum Geologi direnovasi secara menyeluruh dengan bantuan Pemerintah Jepang, kemudian dibuka kembali dengan konsep yang lebih modern dan edukatif.

Foto: pinterest

Koleksi Museum Geologi

Museum Geologi Bandung memiliki lebih dari 60.000 koleksi fosil serta 250.000 koleksi batuan dan mineral yang diperoleh sejak tahun 1850. Koleksi ini dipamerkan di dua lantai dengan berbagai tema. 

Pada lantai pertama, menampilkan fosil tengkorak manusia purba yang ditemukan di Indonesia. Selain itu juga terdapat informasi tentang evolusi manusia, pembentukan pegunungan, serta teori terbentuknya bumi. Koleksi ikonik lainnya adalah fosil dinosaurus, seperti Tyrannosaurus Rex Osborn.

Kemudian lantai kedua, menampilkan berbagai maket tambang emas terbesar di dunia yang berlokasi di Papua. Kemudian terdapat informasi mengenai sumber daya alam Indonesia dan peta persebarannya, serta beberapa koleksi fosil manusia purba lainnya.

Daya Tarik dan Aktivitas di Museum 

Museum Geologi Bandung tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi geologi, tetapi juga menawarkan berbagai wahana edukatif. Pengunjung dapat mempelajari sejarah geologi, fosil manusia purba, dan pemetaan sumber daya mineral.

Terdapat ruangan dengan gambar 3D bertema prasejarah yang memberikan pengalaman interaktif. Ada juga taman batu yang menjelaskan tentang proses pembentukan batuan dengan koleksi berbagai jenis batu dari berbagai daerah di Indonesia.

Bagi anak-anak terdapat wahana belajar menggali dan merekonstruksi fosil berbentuk replika.

Museum ini memiliki berbagai fasilitas seperti auditorium untuk seminar, ruang edukasi berkapasitas 40 orang, toko cinderamata, serta fasilitas umum seperti toilet dan masjid.

Museum Geologi Bandung dibuka Senin – Kamis mulai pukul 09.00 – 15.00 WIB. Sedangkan hari Sabtu – Minggu, mulai jam 09.00 – 14.00 WIB. Sementara hari Jumat dan libur nasional tutup.

Harga tiket masuk sangat terjangkau, yaitu Rp2.000 untuk pelajar, Rp3.000 untuk umum, dan Rp10.000 untuk wisatawan asing.

TopikPariwisata
Pariwisata12 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati