By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanus.comemmanus.comemmanus.com
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Menelusuri Jejak Peradaban di Situs Kota Cina Medan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
emmanus.comemmanus.com
Font ResizerAa
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus.com > Blog > Warisan Budaya > Menelusuri Jejak Peradaban di Situs Kota Cina Medan
Warisan Budaya

Menelusuri Jejak Peradaban di Situs Kota Cina Medan

Anisa Kurniawati
Last updated: 26/01/2025 06:18
Anisa Kurniawati
Share
SHARE

Museum Situs Kota Cina, menyimpan sejarah penting yang menggambarkan peran Medan pada abad XI. Pada saat itu Medan merupakan kota pelabuhan besar yang terhubung jalur perdagangan dunia, khususnya melalui Selat Malaka.

Lokasinya berada di Jalan Kota Cina, Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan. Pada masa itu, Kota Cina menjadi dermaga utama yang sejajar dengan keberadaan Kerajaan Aru sebelum berdirinya Kesultanan Langkat, Deli, Serdang, dan Asahan.

Sejarah Museum Situs Kota Cina 

Museum Situs Kota Cina didirikan Ichwan Azhari tahun 2008. Dia adalah seorang sejarawan sekaligus dosen di jurusan sejarah Universitas Negeri Medan. Setahun kemudian, museum ini secara resmi dibuka pemerintah. 

Tujuan pendiriannya untuk menjaga dan melestarikan sejarah peradaban di Medan. Museum ini berada di Situs Kota Cina Medan, sebuah kawasan arkeologi yang ditemukan tahun 1986.

Hingga saat ini, penelitian mengenai sejarah Kota Cina terus berlangsung. 

Koleksi Museum yang Sarat Sejarah

Museum Kota Cina memamerkan beragam artefak yang ditemukan melalui eskavasi di situs ini. Koleksi meliputi keramik dari abad XI hingga XIV dari Dinasti Song dan Yuan di Tiongkok.

Selain keramik, berbagai benda lain seperti alat pertukangan, barang perdagangan, dan perlengkapan peribadatan juga ditemukan, termasuk kapur barus, kemenyan, manik-manik batu, koin emas, dan arca batu Hindu-Buddha.

Hal terpenting, diperkirakan selama 400 tahun (Abad XI-XIV) Kota Cina tumbuh sebagai bandar dermaga internasional. Keramik-keramik yang ditemukan mencerminkan luasnya jaringan perdagangan Kota Cina. 

Selain keramik Tiongkok, terdapat pula keramik asal Gujarat (India), Muangthai (Thailand), dan Eropa.

Analisis Edward McKinnon tahun 1974 mengungkap bahwa emas aluvial yang ditemukan di kawasan ini berasal dari Sungai Wampu, menunjukkan potensi kekayaan sumber daya alam di sana.

Bukti Peradaban Internasional

Jejak peradaban internasional semakin jelas dengan ditemukannya koin-koin kuno dari Kerajaan Polonnaruwa di Sri Lanka yang berusia ratusan tahun. Koin ini dikeluarkan Raja Sahasa Malla dan Ratu Lilavati pada abad ke-13.

Koin ini dihiasi simbolisme dewa serta aksara Sinhala. Temuan ini diperkuat penelitian Daniel Perret, seorang arkeolog asal Prancis, pada tahun 2012.

Penelitian McKinnon juga mencatat kehadiran komunitas Tamil di Kota Cina, terbukti dari arca berlanggam Chola dan istilah “Kota Cina”. Istilah ini berasal dari bahasa Tamil, Cinna Kotta, yang berarti permukiman kecil berbenteng. 

Hal ini berbeda dari pemahaman masyarakat setempat yang menganggap Kota Cina sebagai permukiman orang Tionghoa. Hingga kini, penelitian artefak dan sejarah Kota Cina terus dilakukan. 

Museum Situs Kota Cina tidak hanya menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu, tetapi juga pintu gerbang mempelajari lebih dalam peradaban yang pernah berkembang di Pantai Timur Sumatera. Museum Situs Kota Cina buka setiap hari.

You Might Also Like

Alunan Musik Rindik Bali Lebih dari Suara Alat Musik

Udeng Bali, Identitas Budaya Pria Pulau Dewata Penuh Makna

Membaca Sejarah Salatiga Dari Prasasti Plumpungan

Lumpia Semarang, Perpaduan Kuliner Jawa dan Tionghoa

Mengapa Nasi Padang Jadi Favorit? Ini Sejarah dan Keunikannya

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Anisa Kurniawati
Content Writer
Previous Article Kisah Aji Bonar Sang Anak Raja yang Mahir Bermain Gasing 
Next Article Makna di Balik Ragam Warna Manik-Manik Suku Dayak
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanus.comemmanus.com
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?