Profil

Mengenang Aminah Cendrakasih, Legenda Sinema Indonesia

Aminah Cendrakasih, artis senior yang semakin dikenal lewat perannya sebagai Mak Nyak di serial Si Doel Anak Sekolahan. Sebelum berperan di serial televisi itu, Aminah sedikitnya sudah membintangi 100 film baik sebagai pemeran pembantu maupun pemeran utama selama berkarya di dunia sinema. Aminah Cendrakasih lahir di Magelang, 29 Januari 1938. Bakat akting Mimin, demikian Aminah […]

Oleh Anisa Kurniawati

Mengenang Aminah Cendrakasih, Legenda Sinema Indonesia
Aktris Aminah Cendrakasih telah membintangi sejumlah film sejak tahun 1950-an. Foto: Wikimedia Commons
Diterbitkan

Aminah Cendrakasih, artis senior yang semakin dikenal lewat perannya sebagai Mak Nyak di serial Si Doel Anak Sekolahan. Sebelum berperan di serial televisi itu, Aminah sedikitnya sudah membintangi 100 film baik sebagai pemeran pembantu maupun pemeran utama selama berkarya di dunia sinema.

Aminah Cendrakasih lahir di Magelang, 29 Januari 1938. Bakat akting Mimin, demikian Aminah akrab disapa, boleh jadi diwarisinya dari sang ibu yang juga berprofesi sebagai aktris. Ia adalah aktris paling berpengaruh di dunia film sebelum kehadiran Christine Hakim. 

Bintang Film Komedi

Dilansir dari tokoh.id, debut pertama Aminah yaitu pada tahun 1951 dalam film drama berjudul Rindu. Masih di dekade 50-an, ia kembali berakting dalam sejumlah film lainnya seperti Pak Prawiro, Tjambuk Api, Asrama Dara, Anakku Sajang, Konsepsi Ajah, dan Sebatang Kara. 

Aminah Cendrakasih saat berakting di film Asmara Dara (1958). Foto: Ist

Pada tahun 70-an, ia mulai bermain dalam film komedi bersama seniman Betawi, Benyamin Sueb, dalam film Benyamin Raja Lenong dan Betty Bencong Selebor. Kemudian juga membintangi film komedi berjudul Pokoknya Beres dan Atas Boleh Bawah Boleh yang dibintangi trio Warkop DKI Dono, Kasino dan Indro.

Selain film layar lebar, Aminah juga menjadi pemeran pendukung dalam serial Rumah Masa Depan dan film drama musikal bertajuk Penasaran yang dibintangi Rhoma Irama. 

Populer Bersama Mak Nyak

Nama Aminah sempat menghilang cukup lama. Di tambah di awal tahun 90-an, dunia perfilman tengah mati suri. Nama dia kembali muncul setelah bermain dalam beberapa sandiwara TV dan film. Namun yang melambungkan namanya kembali adalah ketika ia memerankan karakter Mak Nyak dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan (SDAS). 

Di sinetron itu, ia beradu akting dengan Benyamin Sueb, sebagai suami istri. Dalam sinetron yang disutradarai (merangkap produser dan pemain) Rano Karno itu, ia berperan sebagai ibu Si Doel. 

Aminah Cendrakasih saat berperan sebagai Mak Nyak di sinetron SI Doel Anak Sekolahan. Foto: Tangkapan Layar Yooutube/RCTI Layar Drama

Dalam sinetron yang mengangkat kehidupan keluarga Betawi dan segala problematikanya, Aminah mulai dikenal dengan sebutan Mak Nyak, panggilan yang kerap dilontarkan oleh alm komedian Basuki yang berperan sebagai Mas Karyo. 

Kesuksesan Si Doel Anak Sekolahan bertahan hingga lebih dari lima tahun. Setelah itu banyak sinetron lain yang coba mengikuti dengan mengangkat kehidupan masyarakat Betawi. Namun, tak ada yang sepopuler Si Doel Anak Sekolahan. 

Si Doel The Movie

Seiring berjalannya waktu, kondisi Aminah tak memungkinkan lagi untuk berada di lokasi syuting. Terlebih lagi gangguan kesehatan yang dialaminya yang menyebabkannya sulit beraktivitas. 

Aminah melewati masa tuanya di kediamannya yang sederhana. Keterbatasan fisik yang dialaminya memberinya kesempatan lebih banyak di rumah. Menikmati hari tua, bersama anak dan cucu. 

Di tengah keterbatasannya, Aminah masih mampu berperan dalam film besutan Sutradara Rano Karno yakni, sekuel film Si Doel The Movie, Akhir Kisah Cinta Si Doel hingga serial Si Doel the Series. Film itu merupakan kelanjutan kisah dari sinetron SDAS.

Film Si Doel The Series yang tayang perdana di televisi, 27 Desember 2022

Semasa berkarya sebagai aktris, Aminah memperoleh beberapa penghargaan antara lain Tahun 1992 Aminah mendapat Penghargaan Kesetiaan Profesi Keartisan dari Dewan Film Nasional.

Berkat dedikasi dan pengabdiannya yang begitu lama di dunia film Indonesia. Tahun 2016, dia menerima Satyalancana Kebudayaan dari Presiden Republik Indonesia. 

Tahun, 2012 dia menerima penghargaan Lifetime Achievement Award dalam Festival Film Bandung dan Indonesian Movie Awards 2013. Kemudian dia menerima penghargaan Piala Maya 2018 atas Penampilan Singkat nan Berkesan di Si Doel the Movie. 

Setelah lebih 70 tahun berkarya, Aminah tutup usia di kediamannya di Pondok Aren, Tangerang Selatan,  21 Desember 2022 pada usia 84 tahun.

TopikProfil
Profil26 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Profil

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati