Profil

Mengenang Emilia Contessa, Sang Singa Panggung Asia 

Kabar duka bagi musik Indonesia setelah pada Senin, 27 Januari 2025, penyanyi legendaris Emilia Contessa, berpulang selamanya di RSUD Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, pukul 18.00 WIB. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Emilia sempat menjalani perawatan intensif dari tim dokter. Emilia Contessa dikenal luas sebagai penyanyi pop lawas yang bersinar di era 70-an. Emilia juga dikena sebagai model, […]

Oleh Anisa Kurniawati

Mengenang Emilia Contessa, Sang Singa Panggung Asia 
Rosa Lesmana, Emilia Contesa, Lily Junaedy di Majalah Aktuil Nomor 80 Tahun 1971 (Kiri-Wikimedia Commons), Emilia Contessa (Kanan-Instagram: senator_emiliacontessa)
Diterbitkan

Kabar duka bagi musik Indonesia setelah pada Senin, 27 Januari 2025, penyanyi legendaris Emilia Contessa, berpulang selamanya di RSUD Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, pukul 18.00 WIB.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, Emilia sempat menjalani perawatan intensif dari tim dokter. 

Emilia Contessa dikenal luas sebagai penyanyi pop lawas yang bersinar di era 70-an. Emilia juga dikena sebagai model, pemeran, penyanyi dan politikus. Ia merupakan ibu dari pemeran, model, dan penyanyi rap Indonesia, Denada.

Seniman Multitalenta

Emilia lahir pada 23 September 1957 di Banyuwangi, Jawa Timur dan bernama asli Nur Indah Citra Sukma Munsyi. Dia merupakan anak sulung dari pasangan Hasan Ali dan RA Anna Susiani. Dia memiliki darah Jawa, Madura, dan Pakistan. 

Emilia menunjukkan bakat menyanyi sejak belia. Di usia 12 tahun, ia menjuarai kompetisi penyanyi pop di Pekan Olahraga Nasional (PON) VII di Surabaya. Keberhasilan ini membawanya rekaman di Singapura atas undangan pencari bakat Lee Kuan Yew. 

Setahun kemudian, ia kembali ke Indonesia dan merintis karier di TVRI. Dengan nama baru Emilia Contessa, karir Emil langsung menanjak. Ketenaran Emilia mencapai puncaknya di era 1970-an. 

Kala itu ia dijuluki “Singa Panggung Asia” oleh majalah Asia Week. Bahkan, The New York Times menobatkannya sebagai salah satu dari lima penyanyi terpopuler di dunia. Emilia juga tampil di berbagai panggung musik Eropa dan Amerika.

Beberapa lagu hits yang membuatnya populer diantaranya “Flamboyan”, “Angin Malam”, “Layu Sebelum Berkembang”, “Kehancuran”, “Angin November”, “Biarlah Sendiri”, “Bunga Mawar”, “Melati”, “Rindu”, hingga “Bunga Anggrek”.

Selain bernyanyi, Emilia juga sukses membintangi film layar lebar seperti Akhir Sebuah Impian, Ratapan Anak Tiri, dan Senja di Pantai Losari. Emilia juga berbakat di bidang modeling dan akting.

Pada tahun 1972, ia dinobatkan PWI sebagai “Ratu Foto Model”

Kiprah di Dunia Politik

Pada tahun 2010, Emilia memulai kariernya di dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Banyuwangi. Tapi sayangnya pasangan itu kalah di pilkada tersebut dengan hanya mendapatkan 130.792 suara atau 17,62 % suara. 

Meski gagal, ia tak menyerah dan berhasil menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk Jawa Timur pada periode 2014-2019. 

Kehidupan Pribadi

Dalam kehidupan pribadinya, Emilia tercatat menikah tiga kali. Pernikahan pertamanya dengan Rio Tambunan pada 1976 dikaruniai dua anak, yaitu Denada dan Enrico Tambunan. Pernikahan keduanya dengan Abdullah Sidik Sukarty juga memberinya seorang anak. 

Pernikahan terakhirnya dengan pria keturunan Arab, Ussama Bin Muhammad Al-Hadar, menghasilkan seorang putra lagi. Putrinya, Denada, mengikuti jejak sang ibu sebagai penyanyi dan beberapa kali tampil bersama Emilia di atas panggung. 

Kepergian Emilia Contessa meninggalkan duka mendalam, namun jejak emasnya di dunia musik, seni, dan hiburan tak akan pernah terlupakan. Namanya akan terus dikenang sebagai salah satu ikon seni Indonesia. (Dari berbagai sumber)

TopikProfil
Profil29 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Profil

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati