Seni dendang adalah kesenian tradisional dari Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Dendang adalahkesenian bernafaskan Islam serta ungkapan jiwa seseorang dalam bentuk sastra lagu indah yang berlatar belakang Filsafat.
Seni dendang merefleksikan nilai budaya masyarakat Bengkulu Selatan, seperti nilai seni, pendidikan, pengorbanan, serta agama dan kepercayaan.
Syair lagu yang dibawakan terbentuk pantun dan berisikan nasihat-nasihat. Pesan yang dibawakan yaitu bahwa dalam kehidupan ini hendaklah selalu teringat kepada Allah.
Baca juga : Mengenal Musik Saronen, Kesenian dengan Sembilan Instrumen
Asal-Usul Seni Dendang
Dikutip dari jurnal “Seni Dendang Bengkulu Selatan : Menelisik Sistem Nilai Budaya Dan Dampak Sosial Ekonomi Seniman Tradisional” oleh Hasanadi, terdapat dua versi sejarah kesenian dendang.
Versi pertama, konon kesenian dendang berasal dari cerita dua kerajaan yang memiliki raja bernama Mangku Bumi dan Mangku Jagad. Kedua raja itu menikahkan anak-anak mereka dengan pesta perhelatan meriah. Dalam pesta, ada pertunjukan kesenian yang barnama dendang atau bedendang.
Versi kedua, dilatar belakangi dari cerita wejangan para nenek moyang Sukubangsa Seraway. Kelahiran Seni Dendang adalah sebagai media pelampiasan perasaan dan kata hati dalam bentuk susunan kalimat berirama dan pantun.
Masyarakat lantas mengemasnya menjadi kesenian yang dilengkapi bermacam ragam alat musik penambah kemeriahan.
Baca juga : Tradisi Badabus Dari Ritual Kebatinan Ke Seni Beladiri
Nilai Budaya
Seni Dendang merupakan kesenian yang merefleksikan nilai-nilai budaya masyarakat Bengkulu. Nilai seni ini dapat dilihat dari teks-teks yang didendangkan, gerakan-gerakan tari serta atribut penari selama penampilan berlangsung.
Pertama,terdapat nilai seni, yang menawarkan keindahan bagi para penikmatnya.
Kedua, ada nilai pendidikan. Kesenian ini terus berupaya mengajar dan mendidik masyarakat umum untuk terus mentauladani nilai-nilai kebaikan dalam menjalani setiap aspek kehidupan.
Ketiga, ada nilai pengorbanan yang dapat dilihat dari teks seni dendang yang dibawakan. Pendendang mengajarkan bahwa kehidupan masa remaja yang penuh glamor dan senda gurau mestilah berakhir, baik dalam suka maupun duka.
Keempat, terdapat nilai agama dan kepercayaan.
Dalam pementasan, ada empat jenis dendang yang biasa ditampilkan secara berurutan:
- Dendang belidang diiringi tarian tari lemas
- Dendang lagu dua diiringi tarian tari sapu tangan dan tari piring.
- Dendang ketapang diiringi tarian tari mak inang, tari ulu pinang dan tari berempat.
- Dendang teraja diiringi tarian tari redok, tari kain panjang, tari randai serta tarian penutup dengan penari sebanyak empat orang seolah-olah saling intai mengintai.
Sedangkan teks lagu belidang bisa dibawakan siapa saja, yang memiliki vokal tinggi atau rendah.
Pada tahun 2021, seni dendang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Penetapan ini merupakan upaya untuk menjaga agar Seni Dendang tetap hidup dan berkembang. (Diolah dari berbagai sumber)