By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanusemmanusemmanus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Refleksi Nilai Budaya Masyarakat Bengkulu Dalam Seni Dendang
Share
Font ResizerAa
emmanusemmanus
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus > Blog > Warisan Budaya > Refleksi Nilai Budaya Masyarakat Bengkulu Dalam Seni Dendang
Warisan Budaya

Refleksi Nilai Budaya Masyarakat Bengkulu Dalam Seni Dendang

Anisa Kurniawati
Last updated: 10/12/2024 05:08
Anisa Kurniawati
Share
Kesenian Dendang dibawakan di sebuah acara di Bengkulu. Foto: piaman explore
SHARE

Seni dendang adalah kesenian tradisional dari Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Dendang adalahkesenian bernafaskan Islam serta ungkapan jiwa seseorang dalam bentuk sastra lagu indah yang berlatar belakang Filsafat.

Seni dendang merefleksikan nilai budaya masyarakat Bengkulu Selatan, seperti nilai seni, pendidikan, pengorbanan, serta agama dan kepercayaan. 

Syair lagu yang dibawakan terbentuk pantun dan berisikan nasihat-nasihat. Pesan yang dibawakan yaitu bahwa dalam kehidupan ini hendaklah selalu teringat kepada Allah. 

Baca juga : Mengenal Musik Saronen, Kesenian dengan Sembilan Instrumen

Asal-Usul Seni Dendang

Dikutip dari jurnal “Seni Dendang Bengkulu Selatan : Menelisik Sistem Nilai Budaya Dan Dampak Sosial Ekonomi Seniman Tradisional” oleh Hasanadi, terdapat dua versi sejarah kesenian dendang.

Versi pertama, konon kesenian dendang berasal dari cerita dua kerajaan yang memiliki raja bernama Mangku Bumi dan Mangku Jagad. Kedua raja itu menikahkan anak-anak mereka dengan pesta perhelatan meriah. Dalam pesta, ada pertunjukan kesenian yang barnama dendang atau bedendang.

Versi kedua, dilatar belakangi dari cerita wejangan para nenek moyang Sukubangsa Seraway. Kelahiran Seni Dendang adalah sebagai media pelampiasan perasaan dan kata hati dalam bentuk susunan kalimat berirama dan pantun.

Masyarakat lantas mengemasnya menjadi kesenian yang dilengkapi bermacam ragam alat musik penambah kemeriahan.

Baca juga : Tradisi Badabus Dari Ritual Kebatinan Ke Seni Beladiri

Nilai Budaya 

Seni Dendang merupakan kesenian yang merefleksikan nilai-nilai budaya masyarakat Bengkulu. Nilai seni ini dapat dilihat dari teks-teks yang didendangkan, gerakan-gerakan tari serta atribut penari selama penampilan berlangsung.

Pertama,terdapat nilai seni, yang menawarkan keindahan bagi para penikmatnya.

Kedua, ada nilai pendidikan. Kesenian ini terus berupaya mengajar dan mendidik masyarakat umum untuk terus mentauladani nilai-nilai kebaikan dalam menjalani setiap aspek kehidupan. 

Ketiga, ada nilai pengorbanan yang dapat dilihat dari teks seni dendang yang dibawakan. Pendendang mengajarkan bahwa kehidupan masa remaja yang penuh glamor dan senda gurau mestilah berakhir, baik dalam suka maupun duka.

Keempat, terdapat nilai agama dan kepercayaan. 

Dalam pementasan, ada empat jenis dendang yang biasa ditampilkan secara berurutan:

  1. Dendang belidang diiringi tarian tari lemas
  2. Dendang lagu dua diiringi tarian tari sapu tangan dan tari piring.
  3. Dendang ketapang diiringi tarian tari mak inang, tari ulu pinang dan tari berempat.
  4. Dendang teraja diiringi tarian tari redok, tari kain panjang, tari randai serta tarian penutup dengan penari sebanyak empat orang seolah-olah saling intai mengintai.

Sedangkan teks lagu belidang bisa dibawakan siapa saja, yang memiliki vokal tinggi atau rendah.

Pada tahun 2021, seni dendang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Penetapan ini merupakan upaya untuk menjaga agar Seni Dendang tetap hidup dan berkembang. (Diolah dari berbagai sumber)

You Might Also Like

Purwaceng, Herbal dari Dieng untuk Vitalitas dan Kesehatan

Arsitektur Jengki, Kecantikan Interior Tradisional Indonesia

Benteng Pendem Ambarawa Sarana Edukasi Cagar Budaya

Mengenal Docang, Kuliner Legendaris Khas Kota Udang

Tari Cokek, Tari Pergaulan Khas Betawi

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Anisa Kurniawati
Content Writer
Previous Article Logo Baru Ekraf Diluncurkan di Mandalika Festival of Speed 2024
Next Article Tradisi Pasar Tambak di Sragen, Pembeli Dilarang Menawar
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanusemmanus
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?