Profil

Rock in Peace, Doddy Katamsi

Musisi yang dikenal lewat Elpamas dan formasi awal Voodoo ini membimbing penyanyi lintas generasi, dari Ari Lasso dan Ariel NOAH hingga Pamungkas dan Nadin Amizah.

Oleh Ridwan

Rock in Peace, Doddy Katamsi
Doddy Katamsi, vokalis rock yang dikenal melalui Elpamas, menjalani perjalanan bermusik sekaligus membimbing penyanyi lintas generasi sebagai pelatih vokal. Foto:Kredit foto: Tangkapan layar YouTube Wonosobo Rock City Official
Diterbitkan

Dunia musik Indonesia berduka atas berpulangnya Doddy Katamsi pada Kamis, 15 Oktober 2026, dalam usia 59 tahun. Musisi kelahiran Jakarta, 10 Juni 1967, itu mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.15 WIB di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Depok. Kabar kepergiannya disampaikan oleh rekan-rekan musisi, di antaranya Thomas Ramdhan, basis grup GIGI.

Doddy Katamsi, yang memiliki nama lengkap Doddy Keswara Kartikajaya, lahir di Jakarta pada 10 Juni 1967. Nama Doddy lekat dengan perjalanan musik rock Indonesia. Namun, kiprah bermusiknya tidak hanya tercatat melalui album dan penampilan di atas panggung.

Dalam perjalanan kariernya, Doddy juga mengembangkan diri sebagai pelatih vokal yang mendampingi penyanyi dari berbagai generasi, termasuk mereka yang dikenal luas di industri musik Indonesia.

Di balik sosok vokalis rock tersebut, ada perjalanan panjang untuk memahami suara, menghadapi keterbatasan, dan membagikan pengetahuan kepada orang lain. Dari pengalaman itulah, Doddy menemukan ruang pengabdian yang melampaui panggung pertunjukan.

Tumbuh di Keluarga Seni, Memilih Jalan Rock

Doddy tumbuh dalam keluarga yang dekat dengan dunia seni. Ayahnya, Amoroso Katamsi, dikenal sebagai aktor, sedangkan ibunya, Pranawengrum Katamsi, merupakan penyanyi seriosa.

Musik dan latihan vokal menjadi bagian dari kehidupan keluarga, dengan disiplin yang diterapkan ibunya dalam pendidikan musik di rumah.

Meski terbiasa mendengar latihan vokal sejak kecil, Doddy mengakui bahwa dirinya tidak selalu tekun mengikuti rutinitas tersebut. Ketertarikannya pada musik rock berkembang ketika bersekolah di Yogyakarta.

Ia mulai mengenal karakter vokal para penyanyi rock dunia, termasuk Robert Plant dari Led Zeppelin dan Janis Joplin.

Kekagumannya terhadap musik rock kemudian membawanya memilih jalan sebagai vokalis. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah pada 1987, Doddy semakin serius menekuni dunia musik.

Pengalaman bernyanyi di panggung memberinya kesempatan untuk mengenali karakter suaranya sendiri, meskipun pemahaman mengenai teknik vokal yang memadai baru tumbuh melalui pengalaman profesional yang tidak selalu mudah.

Dari Voodoo hingga Elpamas

Nama Doddy menjadi bagian dari perjalanan awal Voodoo, grup rock yang terbentuk di Jakarta pada 1991. Dalam formasi awalnya, Doddy mengisi posisi vokalis bersama gitaris Edo Widiz dan basis Adman Maliawan.

Namun, perjalanan bersama Voodoo tidak berlangsung lama. Doddy kemudian bergabung dengan Elpamas ketika grup tersebut tengah mempersiapkan materi rekaman.

Berbeda dari Voodoo yang tumbuh di Jakarta, Elpamas berakar di Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur. Grup ini telah menarik perhatian melalui Festival Rock se-Indonesia II pada 1985.

Pada awal 1990-an, grup ini merilis album Tato yang memuat lagu “Pak Tua”, karya Virgiawan Listanto yang lebih dikenal sebagai Iwan Fals, dengan menggunakan nama samaran Pitat Haeng. Namun, lagu tersebut rupanya tidak langsung cocok dengan selera Doddy.

Dalam sebuah wawancara, gitaris Elpamas, Toto Tewel, menceritakan bahwa Doddy sempat enggan menyanyikan lagu itu karena merasa kurang sesuai dengan karakter musik keras yang menjadi pilihannya. Idealisme Doddy terhadap rock membuatnya kurang sreg dengan warna musik “Pak Tua”.

Akhirnya, Totok Tewel mengambil bagian bait, sedangkan Doddy mengisi bagian reff. Di luar keraguan awal itu, “Pak Tua” justru melejit dan menjadi salah satu lagu paling populer band Elpamas yang tetap dikenang hingga kini.

Bersama Elpamas, Doddy menjalani masa penting sebagai vokalis rock. Penampilan panggung dan proses rekaman mempertemukannya dengan tuntutan profesi yang semakin besar, termasuk kebutuhan menjaga suara agar tetap mampu menghadapi rangkaian pertunjukan.

Selepas periode tersebut, perjalanan Doddy tidak terbatas pada satu grup. Ia terlibat dalam sejumlah proyek musik, termasuk Kantata Takwa, Seven Years Later, pertunjukan penghormatan kepada Led Zeppelin, serta Lawang Pitu pada 2022.

Keterlibatan dalam berbagai proyek itu memperlihatkan bahwa musik rock tetap menjadi bagian penting dari perjalanan kreatifnya.

Namun, pengalaman sebagai vokalis bukan satu-satunya warisan yang kelak melekat pada namanya. Justru ketika menghadapi persoalan pada suaranya sendiri, Doddy mulai mendalami teknik vokal dengan kesungguhan yang kemudian membentuk jalan baru dalam kariernya.

Doddy Katamsi, vokalis rock Elpamas dan pelatih vokal penyanyi Indonesia. Foto: Instagram Doddy Katamsi

Menjadi Guru bagi Penyanyi Lintas Generasi

Dalam percakapannya dengan Ferdi Element di kanal All You Can Hear, Doddy menceritakan pengalaman ketika menjalani rekaman dan pertunjukan bersama Elpamas.

Saat itu, ia belum sepenuhnya memahami cara menggunakan dan menjaga suara di tengah jadwal manggung yang padat. Kondisi suaranya berangsur-angsur menurun hingga sempat mengganggu kemampuannya berbicara dan bernyanyi seperti biasa.

Pengalaman tersebut menjadi titik balik. Doddy kembali meminta bantuan ibunya, Pranawengrum, untuk memahami teknik vokal dengan lebih serius.

Pengetahuan yang sebelumnya hadir sebagai bagian dari kehidupan keluarga kini ia pelajari sebagai bekal profesional. Ia tidak lagi sekadar mengandalkan kemampuan bernyanyi, tetapi berusaha memahami bagaimana suara diproduksi, dilatih, dan dijaga.

Ketika mulai menerima murid pada awal 2000-an, Doddy juga tidak serta-merta menganggap dirinya telah menguasai seluruh pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengajar.

Dalam wawancara bersama Ikang Fawzi di kanal Ngozzik, Ngobrol Asik bersama Ikang Fawzi, ia menceritakan bahwa pada masa awal mengajar, dirinya masih berkonsultasi dengan sang ibu untuk menyiapkan materi pelajaran.

Proses mengajar menjadi ruang belajar tersendiri. Setiap murid datang dengan kemampuan, karakter suara, dan tujuan yang berbeda. Ada yang ingin menguasai teknik rock, ada yang membutuhkan pendekatan untuk pop atau jazz, sementara yang lain ingin memperbaiki ketepatan nada maupun mengembangkan ornamen vokal.

Bagi Doddy, latihan perlu disesuaikan dengan kebutuhan tersebut, bukan diterapkan dengan cara yang seragam kepada semua orang.

Seiring waktu, Doddy dikenal sebagai pelatih vokal bagi sejumlah penyanyi, di antaranya Ari Lasso, Once Mekel, Ariel NOAH, Bams Samsons, Nicky Astria, dan Tantri Kotak.

Ia juga terlibat dalam pembinaan peserta ajang pencarian bakat seperti Indonesian Idol dan X Factor Indonesia. Pamungkas dan Nadin Amizah turut disebut dalam pembicaraan mengenai penyanyi yang pernah belajar vokal dengannya.

Teknik Vokal untuk Menemukan Karakter

Pendekatan Doddy yang menarik adalah pandangannya bahwa teknik vokal tidak seharusnya membuat semua penyanyi terdengar sama.

Murid boleh mempelajari teknik atau cara menempatkan suara dari penyanyi yang dikagumi, tetapi tujuan akhirnya bukan meniru seseorang secara utuh. Setiap penyanyi tetap perlu menemukan karakter suaranya sendiri.

Pandangan itu menempatkan latihan vokal bukan semata-mata sebagai upaya mencapai nada tinggi atau menghasilkan suara yang terdengar indah.

Penyanyi juga perlu memahami ketepatan nada, cara memproduksi suara, dan karakter yang sesuai dengan kebutuhan musiknya. Teknik menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan, bukan menghapus identitas penyanyi.

Doddy pun membicarakan upayanya mengembangkan metode latihan bagi orang yang merasa kesulitan menyanyikan nada dengan tepat. Ia tidak serta-merta menjadikan kesulitan tersebut sebagai alasan untuk menutup kemungkinan belajar.

Menurut pendekatan yang ia jelaskan, latihan dan metode yang sesuai dapat membantu seseorang mengembangkan kemampuan vokalnya. Usia pun bukan batas mutlak untuk mulai belajar, selama seseorang bersedia menjalani prosesnya.

Dari pengalaman kehilangan kemampuan vokal hingga mendampingi penyanyi lain, Doddy memperlihatkan bahwa pengetahuan tentang suara tidak berhenti pada apa yang dapat dilakukan seorang vokalis di atas panggung. Pengetahuan itu juga dapat diteruskan, disesuaikan dengan kebutuhan orang lain, dan dikembangkan melalui proses belajar yang berkelanjutan.

Dua Sisi Doddy Katamsi

Perjalanan Doddy Katamsi memperlihatkan dua sisi yang saling melengkapi.

Sebagai vokalis, ia menjadi bagian dari perjalanan musik rock Indonesia melalui Elpamas, formasi awal Voodoo, dan sejumlah proyek musik lainnya. Sebagai pelatih vokal, ia meneruskan pengetahuan yang diperoleh dari ibunya, pengalaman di panggung, serta proses belajar yang dijalaninya sendiri.

Dalam percakapannya dengan Ferdi Element, Doddy menekankan pentingnya membagikan ilmu agar pengetahuan tersebut berguna bagi orang lain. Pandangan itu sejalan dengan perjalanan panjangnya sebagai pengajar: kemampuan yang dimiliki seseorang dapat memberi manfaat lebih luas ketika tidak berhenti pada dirinya sendiri.

Kepergian Doddy meninggalkan kehilangan bagi dunia musik Indonesia. Namun, warisannya tidak hanya tersimpan dalam rekaman, penampilan, atau ingatan penggemar musik rock.

Pengetahuan yang dibagikannya juga berlanjut melalui penyanyi yang pernah belajar bersamanya, termasuk mereka yang kemudian menapaki perjalanan musik dengan karakter suara masing-masing.

Kini, Doddy Katamsi telah berpulang. Dunia musik Indonesia kehilangan seorang vokalis yang pernah mewarnai perjalanan rock Tanah Air, sekaligus seorang guru yang membagikan pengetahuan dan pengalamannya kepada penyanyi lintas generasi.

Rekaman dan penampilannya akan tetap menjadi bagian dari perjalanan musik Indonesia, sementara jejak pengajarannya berlanjut melalui mereka yang pernah belajar dan bertumbuh bersama Doddy.

Rock in peace, Doddy Katamsi. Semoga karya, suara, dan ilmu yang telah dibagikannya terus hidup dalam ingatan serta perjalanan musik Indonesia.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Baca Selanjutnya

Artikel terkait