Budaya

Seni Pertunjukan Tari Ngebeng yang Dulu Dianggap Tabu

Tari Ngebeng, seni pertunjukan dari Provinsi Jambi yang dulunya dianggap tabu. Anggapan bahwa wanita dilarang menjadi seniman karena dilihat bukan muhrimnya menjadi sebuah alasan. Dalam bahasa Indonesia, “Ngebeng” berarti “Nyoget” atau joget. Tari Ngebeng sendiri berasal dari Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Dianggap Tabu Pada zaman dahulu tarian ini dianggap […]

Oleh Anisa Kurniawati

Atraksi Tarian Ngebeng
Atraksi Tarian Ngebeng dari Provinsi Jambi. Foto: Tangkapan layar Youtube/ Bako Lantang
Diterbitkan

Tari Ngebeng, seni pertunjukan dari Provinsi Jambi yang dulunya dianggap tabu. Anggapan bahwa wanita dilarang menjadi seniman karena dilihat bukan muhrimnya menjadi sebuah alasan. 

Dalam bahasa Indonesia, “Ngebeng” berarti “Nyoget” atau joget. Tari Ngebeng sendiri berasal dari Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. 

Dianggap Tabu

Pada zaman dahulu tarian ini dianggap tabu. Hal ini merujuk pada masyarakat setempat yang  masih memegang teguh ajaran agama dan adat istiadat. Mereka menganggap wanita tabu atau tidak seharusnya menjadi seniman karena dilihat bukan muhrimnya. 

Maka dari itu, sosok wanita tadi diganti dengan laki-laki yang didandani seperti wanita atau disebut Babancian. Tarian Ngebeng mengisahkan kisah percintaan dua insan muda. Kisah ini diumpamakan seperti ayam jantan mengepek ayam betina. 

Datuk Syamsul Bahri, seorang pelaku Seni Tari Ngebeng menyebut, kesenian ini sudah ada sejak lama. Hal ini karena dia ketika berumur 36 tahun dulunya belajar dari orang tuanya. Tari ini diduga sudah berumur lebih 100 tahun. Kono Tari Ngebeng sempat redup sekitar tahun 1970-1980-an karena masuknya perkebunan sawit sehingga masyarakat tak lagi pergi ke ladang. 

Ditarikan di Persawahan 

Tari Ngebeng dulu biasaya ditampilkan di persawahan waktu menanam padi, panen, ataupun saat petani beristirahat siang di kebun. Tak hanya itu, tari ini juga dipertunjukkan pada malam bakintang (masak-memasak) untuk keperluan baselang nugal keesokan harinya.

Pertunjukan Tari Ngebeng menggunakan kostum tradisional untuk digunakan ke sawah. Busana itu berupa baju kurung dan tekuluk. Karena bersifat hiburan, gerakan tarian ini hanya menari bebas saja. 

Sejak 2017, tarian tradisional ini sudah dikreasikan dan menampilkan format baru. Para penari menggunakan kostum panggung. Selain itu, juga diiringi alat musik tradisional seperti gendang, gambus, gong dan lagu daerah.

Bahkan, sebuah sanggar ada yang masih menjaga keaslian tari dengan tetap menggunakan penari laki-laki yang dirias seperti perempuan. Seiring perkembangannya tarian ini sering ditampilkan dalam acara resmi pemerintah, seperti HUT Kabupaten, acara budaya atau event festival. 

Tari Ngebeng asal Desa Rambutan Masam Kecamatan Muara Tembesi ini sudah dinobatkan sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 7 Desember 2021. Harapannya supaya tari ini bisa terus dilestarikan hingga generasi berikutnya. (Dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya11 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati